Krincingan Dollar Dari Blog Semakin Berkurang?


Krincingan Dollar dari blog semakin berkurang? Pertanyaan itu yang akhir-akhir ini sering dicurhatkan oleh beberapa blogger di forum-forum diskusi. Tentunya, pengecualian bagi blogger yang sudah punya rate dan ‘client’ khusus.

Emang Blog (Akun Media Sosial lain) Bisa Menghasilkan Dollar?

Bagi yang browsing di dunia maya dengan idealisme memang hanya untuk memuaskan hasrat berselancar, mungkin akan memunculkan pertanyaan seperi diatas.

Sama dengan dunia nyata, dunia maya yang di dalamnya termasuk akun-akun media sosial yang bisa diumpamakan sebagai ‘rumah-rumah’ maya dari setiap kita.

Ibarat rumah nyata, yang bisa membuka ‘lapak/warung,’ akun media sosial itu, selain untuk berinteraksi, juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah atau dollar. Tergantung yang punya akun, mau gelar lapak atau tidak 😀 . Semua kembali ke pribadi masing-masing dalam melihat peluang.

Trus,, yang merasa udah ‘mapan,’ merasa nyinyir dengan akun media sosial yang digunakan untuk buka lapak?

Itu juga boleh-boleh aja. Mereka punya hak merasa risi dengan lapak yang dibuka di media sosial, seandainya yang buka lapak, nge-tag orang sesuka hatinya, demi sebuah promosi. Tetap berpikir positif.

Intinya, mau di dunia nyata atau dunia maya, mencari tambahan kincringan rupiah atau dollar, tetap dalam rambu-rambu yang ada.

Selalu diingat, rezeki itu ga pernah tertukar, selagi kita berusaha dengan baik, doa dan kembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Dunia Beserta Isinya, ia akan datang memenuhi kebutuhan kita, bukan keingan tapinya 😀 . Tetap saling menghormati.

Bagaimana Dengan Blog?

Krincingan Dollar Dari Blog Semakin Berkurang

Sebuah blog yang berisi tulisan dari apa yang ingin ditulis si empunya blog, juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah atau dollar.

Iklan Yang Terpasang

Dollar/Rupiah di blog, dihasilkan oleh iklan yang terpasang di bilah sisi (widget) setiap blog, maupun yang terpasang di dalam tulisan.
Tidak setiap blog juga bisa menayangkan iklan di blognya, ada syarat dan standar dari penyedia layanan platform (yang populer wordpress dan blogspot) yang digunakan membuat blog, yang harus dipenuhi.

Misalnya, blog ysalma ini, menggunakan platform wordpress, maka harus mendaftar dulu ke pihak wordpress yang menangani kerjasama pemasangan iklan, yang disebut dengan WordsAds (WA), disetujui, baru iklan bisa tayang di blog. Itu pun banyak syarat dan ketentuan yang harus di penuhi.

Cerita proses lamaran pemasangan iklan WA, ada di tulisan berikut ini, Ceritaku memasang wordads di blog.

Saya pun tertarik dan merasa tertantang untuk ikutan mendaftar memasang iklan di blog, karena membaca curhatan teman-teman yang menghasilkan kincringan dollar dari iklan di blog, ada yang hasilnya bisa buat beli beberapa ekor sapi, ada yang hasilnya bisa membeli sebuah sepeda motor. Gimana ga membuat mata ijo membacanya.

Ga muluk-muluk sih niat awalnya, cukup bisa menutupi operasional internet setiap bulan aja, udah lumayan.

Tapi, yang namanya manusia, begitu sampai pada titik yang diinginkannya, ia mulai jenuh, bosan, merasa ga ada tantangan, mulai lah dia membuat target untuk dirinya sendiri, yang ujungnya membuat ia sendiri stress, bikin puyeng. Dia ga sadar juga, bahwa dunia itu kalo diikuti, ga bakal ada habisnya. Keinginan itu ga bakal usai-usai. Mereka menamakannya itu sebuah tantangan.

Mulai lah saya membuat sebuah blog baru, yang tulisannya bukan curhatan emak-emak, tapi menulis apa yang ingin dibaca oleh peselancar dunia maya. Hasil iklannya, sangat lumayan, jauh dari ekspektasi, penghasilan ysalma blog ga ada apa-apanya. Alhamdulillah.

Tak Ada Yang Abadi Di Dunia Ini,,

Namanya juga bagi hasil dan nebeng, iklan yang terpasang di blog, tergantung penyedia layanan. Mulai tiga bulan terakhir, blogger yang berpartisipasi di WA (WordAds) pada bertanya-tanya, kenapa kincringan dollar dari iklan blog semakin mengecil digitnya? Keluarlah gurauan, batal semua deh persiapan pulang kampung (mudik) lebaran nih. Semua harus di reschedule lagi 😥 .

Blog pemenuhan rasa penasaran saya atas kincringan dollar, juga kena imbas seperti yang dikeluhkan oleh teman-teman blogger. Hanya saja, saya tak begitu kasak kusuk lagi, secara dulu, awal-awal memasang WA di blog yang ini, saya merasa ada yang aneh dengan hitung-hitungannya dan bernyinyir ria lah lewat email, mempertanyakan semuanya. Apa nynyir saya itu membawa perubahan? Enggak 😆 .

Begitu ada kejadian seperti itu lagi, ya sudah, syukuri apa yang di dapat, kembali ke niat awal ngeblog, menuliskan apa yang terlintas di pikiran, siapa tahu membawa kebaikan bagi yang membacanya. Dulu, dollar bukan tujuan kan ❓ . Kalau mau sesuai keinginan kita, harus punya usaha sendiri.

Konten Berbayar
Cara lain menghasilkan dollar atau pundi-pundi rupiah dari blog adalah lewat tulisan bersponsor alias konten berbayar. Tulisan yang ditulis disisipi oleh sebuah pesan sponsor yang berbayar. Prinsipnya, simbiosismutuallisme.

Kalau menurut saya pribadi, kerjasama jenis ini bukan masalah berapa dibayarnya, tapi tergantung proses negosiasi yang terjadi. Dan yang paling penting tidak bertentangan dengan hati nurani si penulis atau prinsip yang diusungnya.

Tetaplah semangat menulis dan berbagi lewat tulisan, krincingan dollar dari blog itu hanya bonus dari aktifitas yang dilakukan. Semakin berkurang? Percaya, masih banyak pintu dollar lain yang akan menghampiri 🙂 .

Iklan