Persiapan Pulang Kampung (Mudik) Lebaran


Persiapan pulang kampung (mudik) untuk lebaran, hari gini sudah dibahas? Baru juga awal puasa.

Bagi anak perantauan, sepertinya sudah terbiasa dengan hal tersebut, khususnya bagi mereka yang tidak bisa begitu keingat pengen pulang kampung, langsung bisa berangkat. Untuk mereka yang sudah berada di level ‘bebas’, ini ga bakal masuk hitungan. Mereka yang sudah sampai pada kebebasan finansial, kesehatan, waktu,, semunya pokok e. Ini mah pulang kampung atau mudik ga pake ribet, tinggal jalan, asal ada kemauan πŸ™‚ .

Nah, bagi yang masih seperti saya, yang semuanya harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, apalagi urusan kantong-kantong, semua harus di rencanakan. Terkadang, yang sudah dipersiapkan secara matang, pun masih gatot πŸ˜₯ .

Persiapan Mudik Pulang Kampung

Apa yang dilakukan untuk persiapan pulang kampung (mudik) ?

  • Atur Jadwal Cuti
    Bagi yang bekerja, jatah cuti di hari lebaran ini susah mudah urusannya, itu kalau pulang kampung nya pengen lama dikit, bukan setelah shalat Id, langsung balik arah lagi. Ga sempat bernostalgia dengan kenangan dong. Ada beberapa bagian pekerjaan yang sangat susah untuk mendapatkan cuti tambahan di waktu lebaran. Jika memang berencana mudik, dan kampungnya bukan sepenggalan galah jaraknya, cuti sudah harus diajukan jauh-jauh hari.
  • Budget
    Ini benar-benar yang utama nih, mudik atau pulang kampung bukan hanya sekedar membawa badan pulang. Tapi juga memperhitungkan budget untuk hal-hal tak terduga. Kalau di daerah saya, mereka yang pulang kampung itu seperti dianggap orang yang kelebihan duit.

    Budget tambahan itu bukan hanya ntuk salam tempel. Kalau ketemu kenalan, minta ditraktir makanlah, dimintain sumbangan ini itulah, dengan alasan ‘jarang ketemu/pulang’. Giliran mereka berkunjung ke perantauan, minta diantar sana sini, maunya juga dengan servis terbaik. Lha, giliran yang menservis anak perantauan, siapa? 😳 .

    Belum lagi ketemu dengan pernikahan kerabat yang diadakan usai lebaran.

    Jika ga dipersiapkan dengan baik, bisa-bisa setelah mudik, puasa lagi *tabungan terkuras, kartu kredit limit, tanggal gajian masih jauh #nyanyimenghitung hari πŸ˜† *

  • Pilih Jalur Mudik/ Moda Transportasi
    Saat pulang kampung lebaran, tentukan mau mudik lewat darat atau udara.
    Jika lewat darat, menggunakan moda transportasi umum atau membawa kendraan sendiri.

    Jika membawa kendaraan sendiri, sudah tahu jalur/rute alternatif yang akan dilalui jika ketemu macet, belum?

    Antisipasilah dengan membawa peta jalur mudik yang akan dilewati. Ini akan sangat membantu, kita jadi punya gambaran, pom bensin terdekat berapa kilo lagi. Mushala atau tempat istirahat berapa jauh lagi. Atau, apa desa/ kampung/ kota terdekat. Kita akan menempuh rute umum atau akan singgah sebentar di kota yang dilewati. Mudik akan jadi sangat menyenangkan dengan sedikit blusukan di kota-kota yang dilalui.

    Jika mau lewat udara, pesan tiket pesawat yang diinginkan jauh-jauh hari.

    Teman-teman yang punya kampung di Sumatera Barat, akan tahu rasanya, betapa susahnya mencari tiket untuk mudik lebaran :mrgreen: .

    Dulu, waktu masih kerja, acc cuti masih belum keluar. Otomatis belum bisa pesan tiket dong. Mana jatah cuti yang sulit itu hanya beberapa hari pula. Awal puasa,, nyari tiket pesawat yang sesuai hari cuti, sudah pada habis semua. Apa ga nangis bombay? Akhirnya, kasak kusuklah dengan teman yang punya relasi orang travel,, dapet,, dengan harga selangit πŸ˜› .

    Kalau sekarang, semua aplikasi sudah dalam genggaman tangan yaa, tinggal koneksi inet lancar apa enggak πŸ˜† .

    Ssttt,, lebaran tahun lalu, time line media sosial masih penuh dengan status susah dan mahalnya tiket pesawat ke Padang *khususnya status teman-teman, di media sosial milik saya πŸ˜‰ .

  • Persiapkan Stamina/Kesehatan
    Urusan ini mah bukan karena hanya untuk pulang kampung/ mudik aja. Tapi, bagi yang akan menyetir kendaraan sendiri, ini persiapan ini harus diperhatikan. Walau puasa, setidaknya tetap rutin menggerakkan badan di sela-sela aktifitas lain.
    Kesehatan kendraan juga harus di cek. Setidaknya untuk memastikan kelayakkannya, kendaraan dibawa ke tempat servis sebelum dibawa melaju mudik *budget lagi deh*
  • Baju dan Pernak Pernik
    Walau pun sudah dinyanyiin ‘baju baru Alhamdulillah, tak ada pun tak apa-apa’. Tetap aja yang namanya lebaran, ini kudu harus ada. Kalau pulang kampung, kebutuhan akan baju dan pernak penik lain jadi bertambah.

    Kata teman saya, jika lebarannya ga mudik, shalat Id nya cukup dengan mukena biasa aja. Tapi, jika mudik, maka harus beli baju/mukena yang penuh renda, modelnya yang bertingkat-tingkat, kalo perlu ala-ala mukena artis terbaru πŸ˜† . *emang di kampung mau ‘show’ mukena sama baju? #hadeh * Ada lagi yang bela-belain beli perhiasan imitasi, demi terlihat berkilau ketika mudik. Siapa sebenarnya yang mau ditipu?

Dari persiapan umum yang dilakukan menjelang pulang kampung (mudik) saat lebaran, timbul pertanyaan, berapa banyak kebutuhan untuk pulang kampung (mudik)? Berapa perputaran uang yang terjadi, saat orang-orang disibukkan dengan urusan persiapan pulang kampung atau mudik lebaran?

Jika begitu banyak kebutuhan manusia menjelang hari kembali ke fitrah itu, maka akan banyak juga godaan yang datang. Rumah kosong tanpa penghuni, ada aja yang pengen nyantroni, alasannya buat kebutuhan lebaran. Bisa? Kesempatan ada, pikiran tertutup godaan. Jadilah.

Berhati-hati & Waspadalah!

Itu semua, hanya persiapan pulang kampung untuk kebutuhan dunia. Jangan tergoda untuk berbuat kriminal. Jangan rusak bulan yang hanya datang sekali setahun ini oleh hawa nafsu dunia.

Sudahkah terpikir bahwa kampung sesungguhnya itu adalah setelah perjumpaan dengan-Nya nanti. Sudah kah kita mempersiapkan modalΒ  pulang ke rumah nan abadi itu?

Iklan