Srikaya, Si Manis Yang Juga ‘Beracun’


Temans tentunya sudah pada mengenal buah manis berbiji banyak yang di sebut Srikaya ini. Dulu, saya agak kurang berminat dengan buah satu ini. Dalam artian, kalau harus beli sendiri untuk mendapatkannya, lain cerita kalau ada yang ngasih, pasti saya makan dengan suka cita 😳 .

Waktu itu, entah karena sudah sangat ranum, menurut saya, rasa buah Srikaya terlalu manis di lidah, mana makannya ribet oleh bijinya yang banyak itu.

Sepertinya, penuh perjuangan memisahkan daging buahnya yang manis dengan bijinya yang banyak itu, secara bijinya tidak bisa dikunyah karena mengandung racun.

Srikaya Manis Tapi Bijinya Beracun

Jatuh Cinta Dengan Buah Srikaya dan Riwayat Memilikinya

Buah Srikaya sering saya jadikan objek foto dan beberapa kali saya sebutkan dalam postingan dan disinggung dalam komen saat blogwalking yang kebetulan tulisannya membahas buah ini. Ternyata si manis satu ini belum pernah mempunyai jejak khusus di YSalma blog 😳 .

Saya mempunyai pohon Srikaya ini secara tidak sengaja.

Ditempat tinggal yang dulu, ada tetangga yang mempunyai pohon ini. Saat berbuah, dibiarkan matang di pohon. Anak-anak abege yang kalau sore pada berkumpul dan bermain diluar rumah, sepertinya jadi tergoda dan memetiknya. Secara rumah saya termasuk pojokan dan sepi, mereka memakannya sembari ngedeprok di depan pagar. Kulit serta biji Srikaya dibuang ke pot bunga mawar milik saya πŸ˜₯ .

Saya yang baru mengetahuinya belakangan, ketika menyiram tanaman, sempat ngedumel dengan ulah para abege itu, hingga tetap membiarkan sampah srikaya itu berada disana. Dengan anggapan ntar juga bakal membusuk dan bisa jadi pupuk buat mawar.

Ternyata, dari sekian banyak biji Srikaya yang terbuang itu, ada dua yang tumbuh. Awalnya sempat dikira tanaman liar.

Baca juga catatan saya tentang cerita penasaran dengan pohon delima.

Setelah mempertimbangkan, berdasarkan hasil penglihatan, saya pun harus merelakan satu anak Srikaya itu dicabut dan satunya tetap dibiarkan tumbuh menumpang di pot tanaman mawar. Setelah cukup umur, baru dipindah ke pot yang baru.

Ketika pindah ke tempat tinggal yang sekarang, saya kemudian menanam tanaman Srikaya ke tanah bersama potnya dengan tujuan hijau-hijau saja. Kalau berbuah syukur, kalau tidak juga tidak apa-apa.

Setelah merasa menunggu dalam penantian panjang, akhirnya Srikaya berbunga dan mempunyai pentil yang banyak, tapi yang berhasil menjadi buah besar hanya dua. Sisanya pada menghitam dan rontok.

Selanjutnya, si Srikaya yang hanya di siram dan diberi pupuk kandang sekali-kali jadi rajin berbuah. Tidak banyak, tapi cukup membuat senang.

Bahkan pernah, buahnya yang sudah saya tunggu-tunggu untuk matang di pohon, sering juga di petik duluan oleh anak-anak yang lewat tanpa permisi *nasib buah dipinggir jalan* :mrgreen: .

Semenjak sering metik buah dari pohon Srikaya sendiri, mendadak rasa manis buahnya pas di lidah saya. Akhirnya saya pun jatuh cinta sama buah satu ini. Cinta karena terbiasa 😳 .

Gambaran Umum Srikaya

Srikaya mempunyai nama latin Annona Squamosa. Tanaman dari genus Annona yang berasal dari daerah tropis Amerika dan Hindia Barat. Pedagang Spanyol membawanya ke Manila, kemudian menyebar ke negara Asia lainnya.

Buah ini juga di kenal dengan nama Sugar apple atau sweetsop.
Buahnya berbentuk bulat dengan ujung agak mengerucut, mempunyai diameter umum 5-10cm, panjang 6-10cm serta berat 100-240gr.

Kulit buahnya tebal, bersegmen kotak. Saat muda berwana kehijaun, dan ketika matang menjadi hijau pucat. Buah yang tidak berhasil membesar akan mengering dengan warna coklat kehitaman, mirip warna buah cemara kering.

Ketika buah Srikaya matang sempurna, segmen kulitnya akan merekah dengan sendirinya. Buah yang sudah matang beraroma harum menggoda dan mempunyai rasa manis. Daging buah umumnya berwarna putih (mirip sirsak) yang menyelimuti biji yang bisa berjumlah 20-40 per buah dengan warna biji coklat hingga kehitam mengkilap.

Tanaman Srikaya bisa tumbuh di tanah kering dengan ketinggian bisa mencapai 8 m. Termasuk tanaman semi semak hijau, hingga kadang saat daunnya menguning, pohon Srikaya terlihat seperti tanaman meranggas.
Tanaman ini akan mulai berbuah di usia 3-5 tahun. Dan akan terus rajin berbuah.

Sama seperti tanaman buah lainnya, Srikaya kadang juga suka ngadat berbuah. Ini terjadi jika tanaman sudah berusia cukup lama. Juga bisa disebabkan oleh kesuburan tanah tempat dia tumbuh, perubahan cuaca yang ekstrim seperti angin kencang hingga calon buah yang sudah mementilpun berguguran. Karena mempunyai buah yang manis, biasanya semut juga suka berkerumun mendatangi pohon Srikaya dan akan bersarang diranting-ranting yang sudah lapuk. Ini harus dibersihkan agar si pohon Srikaya tetap berbuah.

Cara Memeram Buah Srikaya

Saat BW ke blog Shiq4 yang membahas tentang cara berdagang buah Srikaya. Saya sempat mengeluhkan buah Srikaya saya yang sudah sangat tua, segmen kulitnya sudah mulai seperti mau terpisah, hanya menunggu beberapa saat agar matang di pohon, tapi sukanya di petik duluan sama orang yang lewat. Shiq4 pun memberi tahu cara memeram buah Srikaya yang sudah tua tersebut. Ga pakai ribet, saya juga sudah membuktikannya.

Buah Srikaya yang sudah tua, ditandai dengan batasan segmen kulit yang sudah semakin jelas, di petik. Kemudian di siram air, sekalian kalau ada yang hitam oleh telur semut dibersihkan. Selanjutnya tinggal taroh di wadah tanpa penutup dan biarkan di suhu ruangan. Setelah 2-3 hari, buah Srikaya akan merekah dan matang sempurna. Manisnya tetap sama dengan yang matang di pohon.

Srikaya Manis, Tapi Juga Mengandung Racun

Buah Srikaya yang manis merupakan sumber energi dan zat besi, tiamin, Vitamin C, B6, B2, B3, B5, B9 serta magnesium, fosfor dan potassium.

Biji buah Srikaya mengandung annonain dan resin yang merupakan racun.

Oleh karena itu, ramuan dari buah Srikaya harus dihindari oleh ibu-ibu yang sedang hamil demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam masyarakat India bijinya sering dimanfaatkan untuk ramuan tonik rambut. Bisa juga ditumbuk langsung, kemudian dioleskan ke rambut untuk membasmi kutu.

Karena ada kandungan racun dalam bijinya, maka ekstrak bijinya juga dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Sangat mempan untuk mengendalikan serangan hama ulat Spodotera litura, Plutella xylostella dan Rayap tanah. Pestisida ekstrak biji Srikaya bekerja sebagai racun perut pada serangga tersebut.

Ramuan daunnya juga sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional India, Thailand dan Amerika untuk mengobati disentri dan infeksi saluran kemih. Bahkan di India daunnya juga digunakan untuk dioleskan ke luka dengan cara ditumbuk.

Harus diingat, pemanfaatan tanaman Srikaya untuk pengobatan tradisional, benar-benar harus dilakukan oleh ahlinya, karena ada racun di dalam kandungan bijinya. Untuk amannya, bagi kita masyarakat awam, cukup nikmati daging buahnya yang manis itu.

Iklan