Senduduk/Keduduk, Tanaman Liar Dengan Bunga Ungu Kemerahan Menawan Yang Bermanfaat


Tanaman Senduduk merupakan tanaman yang sudah akrab dengan kehidupan saya sedari kecil di tanah Sumatera sana. Tanaman ini buah matangnya bisa dimakan, daun mudanya bisa dijadikan sayur dan obat luka untuk menghentikan pendarahan, serta menghilangkan pembengkakan karena memar.

Dalam pikiran saya, semua orang tentunya mengenal tanaman liar satu ini. Ternyata, tidak.

Bunga Senduduk mekar
Bunga Senduduk yang sedang mekar.

Hal ini saya ketahui ketika saya memposting buah matang dari tanaman ini di Instagram beberapa waktu lalu. Teman-teman yang suka nyemak (suka moto bunga rumput liar di semak) juga tidak kenal dengan tanaman ini. Sudah ada niat untuk menjadikannya bahan tulisan di blog, tapi, ketika itu penyakit malasnya lagi kumatΒ  :mrgreen: .

Hmmm, kamu termasuk yang familiar atau yang belum mengenal tanaman ini jugakah?

Mari kita berakrab-akrab dengan tanaman liar yang mempunyai bunga menawan mata ini πŸ™‚ .

Sama seperti saya yang berasal dari Sumatera, teman IG yang dari Pulau Borneo juga mengenal baik tanaman ini. Bahkan, mereka juga akrab dengan tanaman yang sekerabat dengan Senduduk ini, kalau dikampung saya dikenal dengan nama Karamuntiang (Kemunting) *tanaman satu ini, sudah sangat lama saya tidak melihatnya πŸ˜₯ *.

Senduduk akrab dengan warga Borneo mungkin dikarenakan tanaman ini juga tumbuh baik di daerah Kalimantan sana.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Senduduk/Keduduk atau Kaduduak, Kasiduduak merupakan sebutan untuk satu sejenis tanaman liar dalam bahasa Melayu.

Menurut Wikipedia, tanaman ini juga biasa disebut Senggani, Harendong (Sunda), Kluruk (Jawa), Kemanden (Madura) dan Yeh Mu Tan (China).

Tanaman ini masuk dalam golongan famili Melastomataceae. Merupakan tanaman perdu dengan tinggi dari 0,5m hingga mencapai 4m.

Biasa dijumpai di semak, di lapangan yang penuh ilalang, pinggiran pematang sawah, pinggiran irigasi, pinggiran sungai, ataupun lereng gunung yang terpapar cukup cahaya matahari.

Mempunyai warna bunga ungu kemerahan yang menawan dan ada juga yang berwarna putih.

Daunnya bertangkai, daun tunggal yang berbentuk lonjong dengan ujung lancip serta permukaannya ditumbuhi rambut pendek yang jarang, sehingga kalau diraba akan terasa kasar.

Buahnya berwarna coklat kemerahan ketika masih muda dan berbentuk lonceng terbalik. Apabila sudah matang akan merekah dan dagingnya berwarna kehitaman dengan butiran biji berwarna krem. Berair dan terasa manis bercampur sepat.
Mulut akan berwarna ungu kehitanama setelah memakan buahnya.

Manfaat Tanaman Senduduk

Sewaktu kecil, masa dimana saya dan teman-teman sangat bergembira menikmati acara berenang di kali irigasi (banda : Minang) dan sungai. Nah, pokok tanaman senduduk ini banyak ditemui dipinggir banda atau sungai tempat saya bermain itu. Kami sering memanfaatkannya.

Camilan Sehat Yang Mudah di Dapat

Karena banyak terdapat dipinggir banda sepanjang lokasi berenang dan bermain, buah matang Senduduk adalah camilan sebelum dan sesudah berenang.

Yang namanya buah, tentunya mengandung air dan serat. Jika dikonsumsi sewajarnya akan bermanfaat. Setidaknya bisa mengganjal perut yang lapar πŸ˜† .

Buah Senduduk Matang
Buah Senduduk matang ini yang meninggalkan warna ungu kehitaman di mulut .

Memakan buah ini bukan hanya untuk camilan, tapi juga buat seseruan bersama teman. Beradu cepat mana mulutnya yang terlihat paling ungu kehitaman.

Kami pun tak mempedulikan warna mulut yang berwarna ungu kehitaman itu.

Sesampainya di rumah, melihat anak-anaknya dalam kondisi mata merah, rambut basah atau sudah setengah kering oleh panas matahari, mulut ungu kehitaman, tangan keriput karena kelamaan dalam air, orangtua sudah tentunya menyambutnya dengan ceraamah panjang dan intonasi tinggi alias pada kena marah.

Mereka marah karena menyayangi anak-anaknya ❀ .

Sebab, ketika kami keasyikan bermain dan merasa lapar setelah berenang, bukannya pulang untuk makan, tapi malah mangunyah buah tanaman liar bernama kasiduduak. Kata mereka, hal itu bisa menyebabkan perut kami bakal sakit. Dulu, anjuran makan buah itu setelah makan. *Kalau sekarang, buah malah dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum makan*.

Itu mungkin yang menyebabkan kami boleh dibilang tidak pernah sakit perut karena makan buah tanaman liar yang disediakan alam.

Simak juga tulisan tentang tanaman liar lain yang juga membuat bahagia dimasa kecil dalam catatan buah dan bunga kersen yang memesona sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.

Agar kami tak sembarangan mengunyah buah Senduduk ini lagi ketika perut kosong, orang tua pun menakuti kami dengan mengatakan bahwa mulut kami yang berwarna ungu kehitaman itu mirip dengan mulut harimau yang habis makan anak kerbau *padahl, kerbau kan warna darahnya tetap aja merah ya? πŸ˜† *.

Apakah omongan orangtua itu mempan untuk membuat kami berhenti memakannya? Tentu tidak 😳 .

Pokok Tanaman Senduduk
Penampakan tanaman senduduk *daunnya bolong-bolong oleh serangga*.

Obat Luka dan Memar Yang Manjur Menghentikan Pendarahan

Namanya anak-anak dengan permainan favorit berenang di sungai yang berbatu. Dengkul, tulang kering, luka atau memar kena batu saat terjun atau menyelam melawan arus di sungai, tentulah hal yang biasa.

Kami semua bisa menjadi perawat bagi diri sendiri pada waktu itu. Tentunya ini dari hasil mengamati para tetua πŸ™‚ .

Nah, daun muda dari senduduk ini yang kami jadikan obat penutup luka atau memar akibat benturan batu yang agak tajam tersebut.

Caranya?

Kalau lagi rajin, kami mengulek daunnya diatas batu sungai hingga halus, kemudian mengoleskan ke tempat luka.

Kalau pengen cepat, kami langsung mengunyah daun muda (pucuk) senduduk ini hingga lumat, kemudian baru dioleskan ke tempat yang luka. Anak sekarang pasti bilang kalau ini merupakan cara jorok menangani luka ya?

Etapi, luka-luka kami dulu itu selalu sembuh tuh. Tapi, saat diolesi ini tetap saja terasa sedikit perih 😳 .

Oiya, daun senduduk muda ini kalau dikunyah, rasanya agak mirip dengan rasa pucuk daun jambu biji. Sedikit asam dan sepat.

Sayur Teman Makan Nasi Yang Khas

Orangtua menakuti kami agar tak makan buah matang senduduk ini. Tapi, disaat bersamaan, ketika mereka akan membuat sayur dari pucuk senduduk ini, kamilah anak-anak yang diminta untuk mencarikannya πŸ˜‰ .

Buah Muda dan Kuncup Bunga Senduduk
Buah muda dan kuncup bunga senduduk.

Dikampung saya, daun muda senduduk ini merupakan campuran wajib olahan gulai ikan hiu.

Caranya? Daging ikan hiu yang sudah dibersihkan direbus dengan menggunakan daun senduduk muda ini terlebih dahulu. Kulit ikan hiu yang kasar dan tebal, serta bagian luarnya yang teraba berpasir akan mudah tergelupas ketika dibersihkan lagi setelah proses perebusan. Daun senduduk yang sudah direbus, juga dibersihkan dengan cara meremasnya menggunakan tangan. Selanjutnya, tinggal menyiapkan kuah santan dan bumbu khas Sumatera untuk memasak gulai ikan, seperti cabe merah keriting, kunyit, jahe, lengkuas, bawang merah, putih, serai, daun kunyit dan asam kandis. Didihkan santan dan bumbu yang sudah dihaluskan, terakhir masukkan daging ikan hiau dan daun senduduk.

Gulai ikan hiu campur senduduk ini salah satu lauk yang dikangeni oleh orangtua ketika mereka kehilangan selera makan. *Ngebayanginnya saat nulis ini, jadi laper dan pengen makan πŸ˜› *.

Daun senduduk juga bisa diolah jadi campuran Urap daun dan bunga pepaya (Anyang:Minang). Ketika sayuran direbus, campuran daun senduduk bermanfaat untuk menghilangkan rasa pahit pada daun dan bunga pepaya. Anyang atau urap daun dan bunga pepaya tidak akan terasa pahit.

Rebusan ataupun sayur daun Senduduk muda ini teksturnya terasa kesat di lidah.

Bahan Kayu Ketapel

Kayu dari cabang-cabang pohon senduduk lumayan kuat, lurus dan tidak mudah patah. Saya dan teman masa kecil sering juga memanfaatkan kayu dari cabang pohon senduduk ini untuk kayu ketapel.

Betapa serunya masa kecil saya ditemani taanaman liar senduduk πŸ™‚ .

Semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran umum tanaman bernama senduduk dengan bunga ungu kemerahan yang terlihat menawan itu.

Sehingga, kamu yang belum mengenal tanaman ini bisa langsung tahu jika suatu saat kamu menemukannya dan bisa memanfaatkannya juga πŸ™‚ .

Iklan

20 comments

  1. Di Banyumas (pegunungan) sisi tanggara, disebut senggani.

    “Dikampung saya, daun muda senduduk ini merupakan campuran wajib olahan gulai ikan hiu”
    Ini saya baru tahu, kalo daunnya bisa buat campuran masakan. Waktu kecil, saya hanya memanfaatkan buah matang utk seru seruan, jadi kaya ngemut permen jagoan neon kalo anak jaman now

  2. Senduduk ya ternyata namanya. Kalau di kalteng, kami biasa menyebutnya karamunting. Banyak banget tumbuh di sekitaran rumah saya. Dulu waktu kecil saya dan teman-teman suka berburu buahnya 😁

    • Kalau yang difoto ini namanya memang Senduduk, atau Keduduk.
      Karamunting yang satunya lagi, mereka masih sodaraan.
      Dikampung saya ada lokasi yg bernama “Karamuntiang”.

  3. Saya baru tahu tentang buah dan bunga senduduk ini, padahal perasaan dulu pernah lihat di jalan/taman kota. πŸ˜‚
    Kalau buah-buah dari tanaman liar gitu, kadang saya kurang berani memakannya bun. 😞

    • Kalau sekarang, saya memang kurang berani, Gung.
      Tapi kalau dulu waktu kecil di kampung, sepertinya gak ada rasa sangsi, kalau burung pemakan biji2an baik2 saja memakan buah tanaman, kita mah berani aja nyoba2. Kecuali untuk tanaman beracun.

  4. waktu kecil di pekanbaru sering nemu tanaman ini di dekat rumah yang emang bersebelahan dengan hutan, hny wkt itu kita nga dibiasakan makan buahnya. dan emang tidak ada teman yang makan jadi nga tau kalau buah ini bisa dimakan hehehehe.

    • Mungkin karena dipinggir hutan, maka dilarang memakan buahnya. Karena katanya di Sumatera ada yg mengatakan bahwa buah senduduk ini adalah makanan khusus untuk para ‘inyiak alias Harimau’ πŸ˜€

  5. aku pun suka banget makan buah senduduk, dan heran ok banyak teman2 yang nggak tau ya..
    pas nemu ertama kali setelah puluhan tahun aja seneng banget
    ini motonya di mana mak ?

    • Iya, ternyata banyak yg tidak tahu, Kak.
      Padahal bunganya termasuk mencolok mata ya.
      Motonya di sekitaran rumah, Kak. Tanah penduduk yg masih kosong, banyak tumbuh tanaman ini, tapi sepertinya jg tidak ada yg memanfaatkannya.

  6. Aku baru ngeh setelah lihat foto pohon secara keseluruhan dan jadi ingat tanaman ini sering dijadiin tanaman untuk mempercantik kota.
    Dikotaku juga dijadiin tanaman penghias trotoar.
    Ternyata namanya Senduduk.
    Unik ya namanya …

    • Benarkah dijadikan tanaman penghias trotoar? Saya belum pernah lihat, cantik sepertinya.
      Tapi kalau senduduk dijadikan tanaman hias di area objek wisata alam sih pernah lihat.

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.