Buah dan Bunga Kersen Tidak Hanya Memesona, Tapi Juga Bermanfaat


Beberapa waktu yang lalu setelah pulang jalan pagi, ketika berjalan dibawah pohon Kersen yang tumbuh merimbun di bahu jalan, di depan rumah tetangga, tangan saya iseng memetik bunga kersen yang mungil dan berwarna putih itu sebanyak tiga buah.

Bunga dari pohon Kersen itu terlihat biasa saja. Akan tetapi, setelah sampai rumah, saya kembali iseng menjadikan si bunga sebagai objek foto-foto.

Tadaaa, hasil fotonya membuat saya terkesima oleh penampakan bunga mungil sederhana tersebut *ini bersifat subyektif 😳 *.

Ternyata, bunga mungil pohon kersen kalau dilihat lewat matarana kamera ponsel memiliki pesona tersendiri.

Jadi belajar dari kesederhanaan bunga Kersen, ternyata yang awalnya terlihat biasa-biasa saja, jika dilihat dan diperhatikan dengan lebih detail, pasti akan ditemukan sebuah kelebihan.

Maka terbersitlah dipikiran untuk menuliskan tanaman Kersen ini di blog.

Pohon Kersen Seringnya Hanya Dimanfaatkan Sebagai Tanaman Peneduh, Buah Matangnya Lebih Banyak Dibiarkan Terjatuh Berserakan

Tidak semua dari kita memperhatikan pohon Kersen ini. Bahkan mungkin ada yang belum mengenal pohon ini sama sekali.

Saya sendiri mengenal pohon Kersen ini sudah dari lama, karena di kampung ada beberapa orang yang mempunyai pohon ini dihalaman rumahnya.

Pohon Kersen ini kalau di daerah asal saya lebih dikenal dengan sebutan pohon atau buah Seri.

Pohonnya sangat rindang dengan cabang melebar sehingga dibawahnya seperti dipayungi secara alami. Biasanya terdapat bangku-bangku kayu untuk duduk santai sembari ngobrol.

Kersen Pohon

Pohon Kersen di depan sebuah Masjid.

Dari hasil pengamatan saya dulu itu, pohon yang tak pernah berhenti berbuah ini hanya sebatas dimanfaatkan kerindangan dahannya sebagai peneduh. Kalau sudah terlalu besar dan dirasa mengganggu, pohonnya akan diganti dengan anakan baru, selanjutnya pohon besarnya ditebang, dijadikan kayu bakar.

Sedangkan buahnya yang sudah matang dan berwarna merah kurang dimanfaatkan, lebih sering dibiarkan jatuh berserakan atau di konsumsi burung liar dan kelelawar.

Entah karena rasanya yang manis dengan tekstur di dalam buahnya hampir mirip seperti takokak (terung pipit) hingga kurang begitu diminati, atau karena buah kecil-kecilnya itu terlalu menyebar disetiap dahan, akibatnya perlu waktu lebih untuk memetiknya.

Makany buah matang pohon Kersen tidak pernah di petik secara khusus, kecuali oleh mereka yang sedang bersantai dibawahnya lagi pada kehausan kemudian mengambil secukupnya. Itupun hanya yang teraih tangan atau dipetik oleh anak-anak yang ingin mengasah kemampuan memanjatnya πŸ˜† .

Pohon Kersen Termasuk Tanaman Pionir

Setelah merantau ke Pulau Jawa, di daerah Jakarta, di beberapa pemukiman yang padat penduduknya, saya juga sering melihat pohon Kersen ini tumbuh. Rata-rata dibawah pokoknya yang rindah itu seringnya terdapat kios, gardu ronda atau pangkalan ojek. Kerindangan dahannya nyaman dijadikan tempat berteduh 😳

Apakah pohon-pohon Kersen itu ditanam?

Sepertinya tidak.

Berkaca dari cara penyebaran pohon Kersen yang lewat beberapa jenis burung dan kelelawar yang mengkonsumsinya. Bijinya tak tercerna oleh sistem pencernaan mereka sehingga keluar lagi bersama kotorannya.

Pohon kersen tak perlu media tanam khusus untuk tumbuh.

Pohon ini bisa tumbuh diretakan dinding, pagar/rumah atau tembok pembatas, di got saluran air, di talang air yang berdebu dan ditumbuhi lumut. Dimana saja burung bisa membuang kotorannya, disitulah pohon kersen bisa hidup.

Itulah alasan pohon Kersen disebut juga sebagai tanaman pionir. Dan bisa juga menyebar dihunian manusia yang padat penduduk.

Tanaman Dengan Berbagai Nama (Sebutan)

Kersen adalah sebutan dalam bahasa Indonesi. Sedangkan di daerah Jawa lebih dikenal dengan nama Talok, di Jakarta disebut Ceri. Sedang nama latinnya Muntingia Calabura L.

Menurut Wikipedia, di Filipina dikenal dengan “Manzanitas“, di Malaysia “Kerukup Siam”, Inggris menyebutnya “Singapore cherry“. Orang Belanda menyebutnya “Japanse kers” alias “Ceri Jepang” yang kemudian diserap menjadi “Kersen” dalam bahasa Indonesia.

Gambaran Umum Pohon Kersen

Termasuk tanaman perdu dengan tinggi bisa mencapai 12m. Akan tetapi tinggi pada umumnya rata-rata 3-6m saja. Merupakan tanaman hijau abadi atau termasuk pohon yang tidak pernah mengenal musim daun rontok. Itu juga salah satu alasan kenapa pohon Kersen sering dibiarkan tumbuh sebagai pohon peneduh, walau tidak pernah ditanam secara khusus.

Cabang dan rantingnya tumbuh mendatar yang membentuk naungan rindang. Ranting dan daunnya berambut halus hingga akan terasa kesat.

Bunga putihnya yang mungil akan menyembul dari balik daun saat mekar, akan tetapi setelah menjadi buah malah menggantung serta tersembunyi dibawah daun. Satu tangkai bunga akan menjadi satu buah Kersen.

Buahnya berbentuk bulat kecil. Saat muda berwarna hijau dan akan berwarna merah cerah kalau sudah matang. Rasanya manis dan mengandung air.

Manfaat Lain Tanaman Kersen

Dari dulu saya berpikir kalau tanaman Kersen hanyalah sebatas tanaman rindang yang cocok buat peneduh. Buah kecilnya tidak mempunyai manfaat apa-apa selain jadi buah kesukaan burung dan manusia yang menyukainya.

Kersen Talok Buah

Buah Kersen / Talok/Ceri yang sudah matang dan jatuh (dikumpulin buat difoto) :mrgreen:

Saya baru tahu manfaat lain dari buah Kersen setelah sempat numpang tinggal di daerah Jawa Tengah sekitar beberapa tahun lalu. Ada beberapa warga disana yang saya lihat rajin memetik dan mengkonsumsi buah Kersen atau Talok ini.

Mereka memberitahu bahwa buah Kersen bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Saya pun melongo. Kemana saja saya selama ini, hingga menganggap Kersen hanyalah makanan burung liar :mrgreen:

Manfaat Kersen bagi Kesehatan

  • Pereda Asam Urat

Buah Kersen yang mengandung kadar air tinggi dipercaya bisa melarutkan purin (senyawa penyebab asam urat yang menimbulkan nyeri sendi).

  • Anti Oksidan Alami

Buah Kersen juga mengandung vitamin C. Mengkonsumsi buah ini secara rutin tentu saja bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi serangan flu dan pilek. Bahkan menangkal sel-sel kanker.

  • Antibiotik Alami

Buah Kersen juga dipercaya sebagai antibiotik alami. Daunnya bisa juga diambil manfaatnya dengan cara direbus, kemudian diminum.

  • Memperlancar Aliran Darah

Mengkonsumsi buah Kersen secara rutin dan secukupnya, dipercaya bisa memperlancar aliran darah. Jika aliran darah dalam tubuh lancar, sakit kepala akan reda, begitupun dengan gejala darah tinggi dan jantung.

  • Pereda Masalah Pencernaan

Buah Keresn selain kaya air, tentunya juga kaya serat, sehingga dapat memperlancar BAB dan mengatasi sembelit.
Bunga putihnya yang imut itu jika direbus, kemudian airnya diminum juga dipercaya bisa meredakan gejala perut kembung.

  • Mengurangi Kadar Gula Bagi Penderita Diabetes

Walau berbuah manis, air rebusan daun Kersen justru dipercaya mampu menurunkan kadar gula darah.

Wallahu A’lam.

Yang pasti, tanaman yang tumbuh di sekitar, di sukai hewan, tentunya mempunyai manfaat juga bagi manusia. Tinggal mencari tahu lewat ilmu pengetahuan dan penelitian.

Contohnya saja tanaman Srikaya yang juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

Hidup sehat, berpikir positif, selalu syukur adalah sebagian dari obat kehidupan ❀ .

Iklan