Tas Rajut, Pilihan Cocok Bagi Kamu Pengapresiasi Kreativitas


Hasil kreativitas rajutan tangan berupa tas saat ini sedang digemari lagi dengan berbagai model dan dibuat dari beraneka ragam bahan benang serta warna.

Saya termasuk salah satu yang terpesona dengan tas rajut ini, dan sempat punya keinginan untuk memilikinya barang satu dua buah.

Tas Rajut Cantik Berbagai Bentuk

Berbagai model tas rajut. Credit to @winazcrafts

Tapi, diluar dugaan, saat saya lagi tertarik-tariknya akan tas rajut beberapa tahun silam itu, ternyata harga satu tas rajut yang di booming-kan lagi oleh sebuah merek tertentu, diluar perkiraan.

Saya sangat terperangah dengan harga sebuah tas rajut. Padahal, model yang saya taksir saat itu adalah model tas rajut yang paling sederhana.

Langsung nelan ludah, dan harus menutup mata terhadap tas rajut agar tak patah hati :mrgreen: .

Nilai dari sebuah kreativitas memang sangat sepadan harganya.

Tas Rajut Ransel

Keinginan mempunyai tas rajut ternyata tak mudah padam begitu saja. Mungkin karena cinta lama akan produk rajut yang kembali bersinar atau bahasa lainnya, menemukan cinta yang sempat hilang tapi belum bisa dimiliki lagi *tshaahh*

Saya pun sempat berpikir untuk kembali mencoba menjajal ketrampilan tangan sendiri untuk belajar merajut. Secara, dulu saya sudah sempat belajar dasar-dasar merajut. Walau itu sudah sangat lama sekali, kalau diingatkan kembali mungkin tangan akan cepat familiar kembali.

Tapi, rasa malas, untuk memulai kembali sebuah kegiatan yang sudah lama ditinggalkan, mengalahkan semua hasrat terpendam itu.

Saya malah memilih melupakan keinginan untuk memiliki sebuah tas rajut ataupun belajar merajut kembali.

Tuhan Mendengar Keinginan (Tas Rajut) Yang Terlupakan Itu

Mungkin memang benar adanya bahwa saat seseorang mempunyai sebuah keinginan yang kuat. Kemudian menyadari bahwa dia tidak bisa merealisasikannya, selanjutkan mengikhlaskan keinginan tersebut dan melupakannya. Ternyata, Tuhan Yang Maha Mendengar, bisa mempunyai banyak cara untuk menjawab keinginan lama tersebut.

Pelajaran moralnya, berhati-hatilah dengan sebuah keinginan. Khususnya atas keinginan yang muncul dalam sebuah rasa marah, agar kau tak menyesal saat kau menerimanya nanti diwaktu yang tidak diharapkan.

Hidup itu perlu diusahakan. Bukan hanya berhenti disebuah harap, dan dengan mudahnya menyalahkan Tuhan ketika satu keinginan tak kesampaian.

Seperti cerita yang saya alami dengan tas rajut ini  😳 .

 

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, setelah saya melupakan keinginan akan sebuah tas rajut, adek saya menelpon untuk bertukar kabar seperti biasa.

Si Adek bercerita kalau saat itu dia lagi belajar ngerajut membuat sebuah tas secara otodidak dengan melihat video tutorial yang bertebaran di internet.

Saya pun bercerita bahwa saya dulu sempat mempunyai keinginan yang sama, tapi terabaikan oleh rasa malas. Karena sekarang dia sudah belajar, bolehlah kapan-kapan saya dibuatkan sebuah tas rajut *ngarep*.

Adek saya ngelesh, kalau rajutannya masih kurang rapih, ntar kurang masuk standar kerapihan saya. Lagi pula, dia melakukan kegiatan merajut itu disela kesibukan kerja kantoran, ngurus rumah dan anak-anak. Akan perlu waktu lama untuk menyelesaikan sebuah tas.

Belum lagi, dia tidak berniat mempunyai sebuah tas rajut, hanya melanjutkan hobi lamanya menjarum dan menuntaskan rasa penasaran atas sebuah pola tas.

Sehingga, kalau dia sudah menemukan cara dan melihat hasil dari polanya, ya sudah, tasnya diselesaikan kapan-kapan aja. Ga ada target.

Dia lebih suka merajut pernak-pernik yang bisa dipakai sama anak perempuannya, seperti gelang, hiasan kepala, kotak pensil, ataupun yang bisa digunakan harian seperti tempat tissu dsbnya.

Baginya, merajut hanyalah sebuah bentuk refreshing.

Dia malah menyarankan saya untuk belajar merajut, secara saya adalah emak-emak pengangguran dan dulu pun punya kesukaan membuat prakarya dari berbagai bahan.

Saya tetap ga kehilangan akal dengan ngelesh kalau saya ingin melihat hasil tas rajutannya. Dia boleh mengirim kapan saja, sesempatnya aja *kakak pemalas yang suka maksa :peace: *

Bulan berganti, tas rajut tak jua saya terima πŸ˜† .

IMG-20180214-WA0032-02

Bagian dalam salah satu tas rajut.

Karena saya mau mengikuti sebuah acara, saya perlu tas dan ingat dengan pesanan tas rajut ke si adek.

Tanpa sungkan saya menanyakan kabar tas rajut ituh 😳

Adek saya bilang kalau dia ga bisa membuatkan tas sesuai keinginan saya. Tapi saat itu dia punya stok tas rajut yang awalnya ditujukan buat teman kantornya. Tapi temannya kurang berkenan karena warnanya terlalu ngejreng. Temannya itu lebih memilih tas yang awalnya diperuntukkan untuk salah satu ponakan cowok saya.

Saya tentu tidak akan melewatkan kesempatan itu dan minta dikirimkan foto tasnya.

Respon pertama saya melihat hasil tas rajut si adek lewat foto, “manis, dan cewek kali model tas mu itu. Kurang cocok lah buat aku” *sudah lah minta, banyak komplain pula :arggh: *

Adek saya menegaskan, “mau atau enggak?!”

Saya pun memilih mengiyakan 😳 .

Ketika saya menerima kiriman tas rajut itu, tas di foto dan aslinya tentu saja sama.

Tasnya terlalu manis untuk karakter seperti saya 😳 .

Padahal, orang-orang yang melihat tas tersebut saat saya memakainya pada memuji model dan hasil rajutannya. Bahkan ada yang minjem itu tas untuk dijadikan contoh.

Selera terhadap tas rajut pun ternyata berbeda-beda.

Saya tentu saja mengabarkan respon baik terhadap tas rajut itu kepada si adek, sembari menyelipkan gambaran tas rajut yang saya inginkan *teutap usaha* πŸ˜† ❀

Si Adek tetap tidak menjanjikan akan membuatkan sebuah tas rajut, karena tau selera saya agak rada-rada.

Belum lagi dia tahu betul karakter saya, kalau sudah kurang sreg sama sebuah barang, ga bakal dipakai walau sebagus apapun menurut orang lain.

Sebaliknya, kalau sudah suka sama sebuah barang, bakal dipakai terus, walau yang ngelihat sampai kebosanan 😳 .

Beberapa waktu lalu, mungkin karena kasihan sama kakaknya ini, adek saya pun mengirimkan sebuah tas rajut dengan salah satu warna kesukaan saya, coklat dan modelnya juga sederhana.

Saya menerimanya dengan penuh suka cita dan banyak terima kasih.

Beberapa hari yang lalu, saat menelpon, entah kami membahas apa, suara latar adek saya menelpon sangat gaduh.

Si adek menjelaskan bahwa dia membawa beberapa tas kecil hasil rajutannya ke kantor, teman-temannya heboh sedang melihat itu.

Saya tentu saja jadi penyemangat hobinya yang teryata masih berlanjut itu. Siapa tau nanti bisa dijadikan hobi yang menghasilkan.

Iseng, saya mengirimkan foto tas rajut yang sebelumnya dikirim ke saya. Terlihat cantik tentunya dimata saya.

Si adek kemudian mengirim foto tas-tas yang dibawanya ke kantor. Tas rajut yang dihasilkan dari kelebihan benang menyelesaikan pesanan tas temannya. Tas rajut yang terlihat unyu-unyu.

So, bagi kamu yang penggemar tas rajut, boleh banget tas hasil rajutan si adek ini bisa jadi salah satu koleksimu. Kamu tinggal japri saya ajah dan tentunya harus inden untuk sebuah tas ya πŸ˜† .

Merajut Benang, Sebuah Kreativitas & Ketelitian

Tas Rajut Ransel Bagian Belakang

Saya yang tidak berpikir panjang dan dengan mudahnya bilang bahwa tas rajut hasil karya si adek yang pertama saya terima waktu itu kurang cocok dengan karakter saya, sepertinya saya lupa bahwa merajut itu tidak semua orang betah melakukannya. Termasuk saya di dalam yang sebagian itu.

Merajut menurut wikipedia merupakan metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut.
Merajut dimulai dari seuntai benang yang dikaitkan dengan sebuah jarum dengan sistem tusuk atas (mengaitkan benang dari arah depan) dan tusuk bawah (mengaitkan benang dari arah belakang).

Merajut dengan tangan itu perlu ketekunan, kesabaran dan ketelitian. Bukan hanya sekedar menghasilkan produk handmade yang diinginkan, tapi tentunya produk yang terlihat cantik, menarik dan berkualitas.

Ada tautan kasih sayang dan cinta dalam setiap rajutan yang mengaitkan benang-benang tersebut menjadi sebuah tas atau pernak-pernik lainnya.

Apresiasi terbaik bagi mereka yang mempunyai hobi merajut.

Kamu, termasuk yang mengapresiasi kreativitas rajutan dan produk akhirnya atau malah mempunyai hobi merajut jugakah? *bukan merajut gombalan pada setiap wanita ya*.

Hayuk saling berbagi cerita di kolom komentar πŸ™‚ .

 

***
Foto tas rajut manis yang pertama saya terima dari si adek tidak saya tampilkan. Stok fotonya ga tau kemana, dan saya lagi males memoto ulang.

Iklan