Bebenah Rumah Maya


Rumah Maya alias blog benar-benar hampir sama kondisinya dengan rumah dunia nyata. Jika ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama oleh pemiliknya, sudah dapat dipastikan banyak ‘penghuni’ lain yang ikut menempati. Debu, bangkai serangga dan jaring laba-laba merupakan penghuni yang sering ditemui di rumah kosong.

Saat mulai aktif nge-blog lagi, setelah hiatus panjang. Saya juga sempat bebenah ‘bersih-bersih’ postingan lama yang sangat banyak broken link-nya.

Setelah merasa postingannya ‘aman’ dan sehat dari jaring-jaring yang tak seharusnya, mulai menulis santai dan kegiatan blog seperti biasanya. Blogwalking ke blog yang telah meninggalkan jejak komen, dan menyempatkan mampir ke blog yang ingin dikunjungi.

Saya tidak bisa BW ke banyak blog, selain memang waktunya di sela-sela waktu luang sebagai IRT, juga RAM notebook yang sepertinya sudah ‘capek’ untuk diajak berpikir cepat *adakah yang ingin jadi donatur untuk laptop baru buat ysalma? :hug: *.

Jempolnya dong temans ;)

Jempolnya dong temans 😉

Beberapa waktu lalu, saya sempat baca-baca tentang performa blog *halah, hati-hati Mak, ntar puyeng sendiri 😛 * yang banyak menurun di bulan Oktober kemaren.

Saya sendiri merasa blog ini ‘terinfeksi’ wabah tersebut. Mana ini blog belum pulih 100% ke performa awalnya sebelum berubah menjadi TLD. Hanya saja saya ga ngeh, apa yang menyebabkan blog ini ikutan meriang.

Main ke forum dan baca-baca disitu, sebelum notebook nge-hank, tuing, “blog ini dulu kena suspend kan juga gara-gara link di kolom komentar yang dianggap ‘bermasalah’ oleh wp”. Sekarang blog ini ikutan ‘meriang’ setelah dilakukan peninjauan kesehatannya oleh mbah google 😥 .

Jadilah kemaren-kemaren saya memutuskan puasa posting dan BW dulu *ga keuber soale*. Sempat sih menyuguhkan kue lopis kepada sobat blogger yang sempat singgah. Terima kasih ya, ngobrolnya ga ditemani tuan rumah, tapi tetap di perhatikan dari jauh ko ❤ .

Bebenah, ngecek jaring laba-laba maya yang ditinggalkan pemiliknya.

Ternyata, di tahun pertama nge-blog, saya berbalas komen itu rata-rata sama blogger cowok unyu-unyu semua *dasar emak-emak lupa umur* 😆 . Blogger cewek hanya satu-dua dan itupun jarang-jarang. Walau sebenarnya saya BW ke semua jenis kelamin narablog. Blogger cewek lebih susah diraih hatinya oleh emak-emak ini *halah*. Mau memasuki tahun kedua, baru ada blogger cewek yang mampir 😉 .

Efeknya apa sama blog? Secara blogger cowok unyu-unyu itu adalah anak muda dengan tingkat kreativitas dan keinginan mencoba-coba yang sangat tinggi. Kebanyakan tergiur merubah blog ke TLD gratisan dot co dot apalah dulu itu namanya. Kemudian semua TLD itu dibabat habis oleh si mbah google 😦 .

Akibatnya, semua jejak komen yang ditinggalkan di rumah-rumah maya yang mereka kunjungi jadi broken link.

Termasuk jejak komen di blog ini, misalnya dari 30 komen yang ada di setiap postingan, hanya dua link yang hidup, sisanya berstatus 404. Mata pegal, tulang punggung dan jari serasa mau rontok membersihkan si 404 ini 😥 . Tak apalah, itu bagian dari perjalanan membangun rumah maya. Mudah-mudahan di awal tahun 2015 nanti, blog sudah membaik dan pulih kembali.

*** Blogger ga BW atau berbalas komen itu, pasti ada alasannya, tetap positif thinking ya 🙂 .

Iklan