Masuk Musim Pancaroba: Waspada Flu dan Demam


Sekarang sudah masuk Musim Pancaroba. Perubahan cuaca berubah sangat ekstrim Waspada Flu dan Demam pada anak. Mana sebentar lagi (awal Desember) anak sekolah pada Ulangan Semester Ganjil (UAS). Tubuh yang sebelumnya terbiasa dengan udara panas, perlu penyesuaian saat memasuki musim penghujan ini. Orang dewasa yang daya tahan tubuhnya sedang turun bisa juga langsung terserang flu, demam dan juga batuk. Apalagi anak-anak.

Waspadai Musim Pancaroba Terhadap Anak

Kemaren sempat agak merepet ke junior, badannya panas dengan sedikit agak batuk *emak gemes, harusnya badannya ga perlu panas, kalau dia nurut kata emaknya*.

Selasa sore, pulang sekolah, kepala dan bajunya basah oleh hujan. Saya memintanya untuk mandi, mengguyur seluruh tubuhnya dengan air angat kemudian ganti baju. Dia hanya melepas baju atasannya aja. Singlet dan lainnya tetap, dengan alasan,’ntar aja’. Langsung main game. Secara emak *sok sibuk* juga dengan kegiatannya, emak bisanya merepet, tapi ga memaksa.

Malamnya, posisi tidurnya langsung dengan badan meringkuk *emak sedikit membathin, ini anak, badannya kurang beres nih*. Tapi ga dibangunin untuk minum madu*biasanya, dibangunin, untuk minum madu campur air hangat*.

Benar kejadian, paginya, bangun, mengeluh kepalanya pusing dan saya raba badannya hangat. Ga sekolah dong kemaren. Tapi ga bisa main game, ga bisa nonton tv, ga enak buat ngapa-ngapain. Wong tidur aja juga ga nyaman.

Secara tau penyebab demamnya, menggunakan pakaian yang sudah basah oleh keringat bercampur air hujan, langsung main hanya pemicunya. Sebelumnya, malam minggu begadang. Hari Minggu berenang sampai capek, ga istirahat siang. Panas lah badannya Rabu pagi.

Maka tindakan yang saya lakukan adalah hampir sama dengan yang ditulisan sebelumnya: cara mengatasi anak demam *monggo dibaca juga*.

  • Meminumkan air putih.
  • Meminumkan kapsul minyak zaitun dan habatussaudah @1 kapsul.
  • Memberi sarapan kesukaannya *pagi itu minta nasi goreng*, secukupnya. Tidak sampai kekenyangan.
  • Istirahat, dia tertidur lagi.
  • Dua jam setelahnya (sekitar pkl 8,30WIB), kasih minuman agar-agar hangat *masaknya hanya dikasih sedikit gula dan garam*. Bisa diganti minuman kayak wedang jahe gitu. Kalau udah beku, dia ga mau.
  • Sekitar pukul 11 WIB, dikasih air jeruk *perasan dari 2 buah jeruk manis*.
  • Suhu badannya bertambah naik. Kompres dengan air angat suam-suam kuku dibagian kening, leher dan ketiak.
  • Tawarin makan siang, anaknya ga mau. Tawarin apel yang di blender, dia mau. Blender 2 buah apel manalagi, dengan sedikit gula, garam dan air mineral dingin, saring, minumkan.
  • Istirahat, tertidur lagi. Sore sekitar pukul 3 sudah tidak mengeluh pusing lagi.
    Setelah magrib, suhu badannya kembali normal. Makan seperti biasa.
  • Pagi tadi sekitar pukul 4 sudah bangun. Subuh, suruh jalan sebentar di depan.
  • Mempersiapkan keperluan sekolah.
  • Berangkat ke sekolah seperti biasa.

Sebenarnya untuk kasus anak demam yang disebabkan kecapek-an, pengaruh iklim pancaroba atau gejala flu, kalau ditangani dengan baik, suhu badan anak yang sempat naik akan turun kurang dari 24 jam. Kalau mau batuk, tinggal batuknya. Jika mau pilek, pileknya akan keluar. Tinggal daya tahan tubuh si anak ditingkatkan dengan istirahat dan asupan makanan.

Masuk musim pancaroba ga perlu takut di hantui penyakit seperti demam, batuk, pilek dan gejala flu. Siap dengan imun tubuh yang baik aja. Seorang ibu adalah dokter pertama bagi anak dan keluarganya.

Iklan