Masuk Musim Pancaroba: Waspada Flu dan Demam


Sekarang, sudah masuk musim pancaroba. Perubahan cuaca berubah sangat ekstrim. Maka emak-emak harus waspada flu dan Ddemam pada anak. Mana anak sekolah pada Ulangan Semester Ganjil (UAS). Tubuh yang sebelum-sebelumnya sudah terbiasa dengan udara panas, perlu penyesuaian saat memasuki musim penghujan ini. Orang dewasa yang daya tahan tubuhnya sedang turun aja bisa juga langsung terserang flu, demam, dan juga batuk. Apalagi anak-anak.

Waspadai Musim Pancaroba Terhadap Anak

Kemaren, saya sempat agak merepet ke junior, badannya panas dengan sedikit agak batuk. Emak gemes sendiri karena seharusnya badan anaknya ga perlu panas, kalau dia nurut kata emak.

Selasa sore, pulang sekolah, kepala dan baju si junior basah oleh hujan. Saya memintanya untuk langsung mandi, mengguyur seluruh tubuhnya dengan air angat, kemudian ganti baju.

Dia hanya melepas baju atasannya aja. Singlet dan lainnya tetap, dengan alasan, ‘ntar aja’. Dia pun langsung main game.

Secara saya sebagai emak lagi *sok sibuk* juga dengan kegiatannya, hanya merepet sebentar, tapi ga memaksa.

Malam harinya, posisi tidur si junior langsung dengan badan meringkuk. Emak yang memperhatikan, sedikit membathin, “ini anak, badannya kurang beres sepertinya nih”.

Tapi, lagi-lagi saya tidak mengambil tindakan dengan membangunkan si junior untuk minum madu. Biasanya, saya langsung bangunin anak kalau dalam kondisi seperti itu, untuk minum madu yang dicampur air hangat.

Benar saja kejadian, pagi harinya, Junior bangun, mengeluh kepalanya pusing. Saya raba badannya hangat. Ga sekolah dong kemaren. Tapi, ga bisa main game, ga bisa nonton tv juga. Secara badan ga enak buat ngapa-ngapain. Wong tidur aja juga ga nyaman.

Karena sebagai emak saya tau penyebab demamnya, diantarnya masih menggunakan pakaian yang sudah basah oleh keringat bercampur air hujan, kemudian langsung main. Itu hanya pemicunya.

Sebelumnya, malam minggu dia juga begadang.
Hari Minggu dia berenang sampai capek, trus juga ga istirahat siang.

Maka tak heran kalau badannya Rabu pagi itu hangat.

Maka,Β tindakan yang saya lakukan adalah hampir sama dengan yang ditulisan sebelumnya: cara mengatasi anak demam *monggo dibaca juga*.

  • Meminumkan air putih.
  • Meminumkan kapsul minyak zaitun dan habatussaudah @ 1 kapsul.
  • Memberi sarapan kesukaannya *pagi itu minta nasi goreng*, secukupnya. Tidak sampai kekenyangan.
  • Istirahat, dia tertidur lagi.
  • Dua jam setelahnya (sekitar pkl 8,30 WIB), kasih minuman agar-agar hangat *masaknya hanya dikasih sedikit gula dan garam*. Bisa diganti minuman kayak wedang jahe gitu, kalau anaknya suka.
  • Sekitar pukul 11 WIB, dikasih minum air jeruk *perasan dari 2 buah jeruk manis*.
  • Suhu badannya bertambah naik. Saya kompres dengan air hangat suam-suam kuku pada bagian kening, leher dan ketiak.
  • Tawarin makan siang, anaknya ga mau. Tawarin apel yang diblender, dia mau. Blender 2 buah apel manalagi, dengan sedikit gula, garam dan air mineral dingin, saring, minumkan.
  • Istirahat, tertidur lagi. Sore sekitar pukul 3 sudah tidak mengeluh pusing.
    Setelah magrib, suhu badannya kembali normal. Makan sudah seperti biasa.
  • Paginya, sekitar pukul 4 sudah bangun. Subuh. Say suruh jalan sebentar di depan rumah.
  • Kemudian dia mempersiapkan keperluan sekolah.
  • Berangkat ke sekolah seperti biasa.

Sebenarnya, untuk kasus anak demam yang disebabkan oleh kecapek-an, pengaruh iklim pancaroba atau gejala flu, kalau ditangani dengan baik, suhu badan anak yang sempat naik, akan turun kurang dari 24 jam.

Kalau mau batuk, tinggal batuknya. Jika mau pilek, pileknya akan keluar.

Caranya, para emak perlu meningkatkan daya tahan tubuh si anak dengan istirahat dan asupan makanan.

Masuk musim pancaroba begini ga perlu takut atau dihantui penyakit seperti demam, batuk, pilek dan gejala flu.

Siap siaga dengan imun tubuh yang baik.
Seorang ibu adalah dokter pertama bagi anak dan keluarganya πŸ™‚ .

Iklan

26 comments

    • Uni boleh πŸ™‚

      Agar-agar putih powder biasa, kalau dimasak hanya air, gula dan sedikit garam, diminum saat angat *bukan didiamkan, dingin* rasanya mirip air tajin *air nasi itu*. Kalau lagi meriang, anak-anak bakal males ngunyah. Kalau itu kan tinggal kasih sedotan, seruput, beres πŸ™‚

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.