Aku, Mahabharata, Pandawa Lima dan Arjuna Mencari Cinta


Aku, Mahabharata, Pandawa Lima dan Arjuna Mencari Cinta memiliki cerita yang masih tersimpan dalam kepala saat melewati perjalanan hidup usia remaja ❤ .

Waktu kecil sampai beberapa tahun lalu, termasuk yang ‘gila’ baca. Kalau membaca sebuah buku yang menarik, bisa lupa segalanya dan ‘harus’ kelar dalam sekali baca. Kalau sudah membaca, seperti punya dunia sendiri yang asyik. Ini sempat membuat orangtua merepet, karena saya bisa begadang hanya untuk menyelesaikan sebuah buku. Efeknya mata sempat berada di minus 3,75.

Waktu SD saya menemukan buku Mahabharata di tumpukan buku milik almarhumah Umi *kakak ibu*. Saya baca dan langsung tertarik, langsung menyisihkannya untuk disimpan sendiri *dipinjam teman, kemudian tak tau rimbanya 😥 *. Dikepala anak SD ku sudah tercipta imajinasi sendiri tentang tokoh-tokoh di kisah Mahabharata yang dibaca itu.

Sepertinya mulai saat itu jadi suka membaca buku-buku sejarah kerajaan di Indonesia *tapi sekarang ceritanya banyak yang lupa 😛 *

***
Diakhir masa SMA, lagu ‘Kangen’ milik Dewa 19 booming. Mulai bertambah grup musik yang disukai selain Kla, Slank, Bon Jovi *udah tau lah ya, masa remaja ku berada di era berapa 😳 .

Setelah kerja, di awal-awal tahun 1997, Dewa 19 mengeluarkan album Pandawa Lima. Album yang melahirkan Hits “Kirana”, “Kamulah Satu-Satunya”. Album terakhir Dewa 19 dengan Ari Laso sebagai vokalis *Ari Laso dan Erwin Prasetyo, ketergantungan narkoba, akhirnya dikeluarkan*.

Aku dan Pandawa LimaAda dua rekan kerja cowok yang ternyata juga penggemar Dewa 19.
Kita di tempatkan dibagian yang tak terlibat langsung dengan proses produksi.

Ada sebuah ruangan, kedap suara, yang dipergunakan untuk tes kalibrasi alat-alat produksi, yang dijadikan ‘panggung’ oleh rekan kerja tersebut. Mereka mendendangkan semua lagu di album Pandawa Lima ini, di ruangan tersebut. Aku pendengar setia mereka :mrgreen: .

Akhirnya kami berpisah, karena aku pindah kerja ke perusahaan lain. Album Pandawa Lima, kenangan di tempat kerja pertama, membuat hari berjalan tak terasa lama.

Lagu Arjuna Mencari Cinta Milik Dewa, termasuk lagu yang menemani malam-malam setelah pulang kerja. Lagu yang sempat membuat heboh, karena dianggap melanggar hak cipta.

Lirik lagu Dewa 19 : Arjuna Mencari Cinta

sudah kudaki gunung tertinggi
hanya untuk mencari dimana dirimu
sudah kujelajahi isi bumi
hanya untuk dapat hidup bersamamu

sudah kuarungi laut samudera
hanya untuk mencari tempat berlabuhmu
tapi semakin jauh kumencari
cinta semakin aku tak mengerti

reff:
akulah arjuna yang mencari cinta
wahai wanita cintailah aku

mungkin, kutemui cinta sejati
saat aku hembuskan nafas terakhirku
mungkin cinta sejati memang tak ada
dalam cerita kehidupan ini

repeat reff

***
Pikir ku saat itu. Ternyata benar, inspirasi datang darimana aja. Seorang musisi juga bisa diilhami oleh kisah Mahabharata dan karya orang lain.

Aku suka sama karya seseorang, hanya sebatas membeli karya mereka, menikmati dengan membaca dan mendengarkan musiknya. Bukan fanatik yang berlebihan.

Begitu ada yang kena kasus, dalam hati sih bergumam, ‘sayang sih’, tapi tidak ikutan menghujat. Atau ikutan kecewa atas sikap mereka.

Itulah yang namanya hidup, mereka itu juga manusia biasa. Maklumi aja. Mereka lagi diuji dan mudahan bisa melewatinya dengan baik. Setidaknya mereka sudah menunjukkan karya dan tau talentanya ada dimana. Mereka lebih mudah untuk kembali kejalan yang benar dan melanjutkan hidupnya, tanpa atau dengan hujatan.

Lha, kalau yang sekedar fans ikutan kecewa, ikutan ga jelas, ikutan mencaci dengan alasan kecewa. Yang menyuruh kalian fanatik berlebihan, ke sosok manusia lain, siapa? Kalian sendiri yang melakukannya.

***
Beberapa tahun setelah masa mudaku terlewati dengan sentuhan buku Mahabharata, Album Pandawa Lima dan Arjuna Mencari Cinta Milik Dewa 19.

Juniorku meminta ijin untuk menonton serial India yang ada di stasiun TV, seperti Maha Dewa, Mahabharata yang dia tau lewat iklan di TV, tapi belum tertarik. Dan obrolan teman-teman disekolah, memutuskannya untuk ikutan menonton juga.

Aku sebagai emak yang tau tabiat anaknya *makin dilarang, makin penasaran*, memilih melihat dulu tontonan itu sebelum mengeluarkan ijin. Akhirnya lahirlah *duh, bahasanya* postingan gaje terpesona tatapan Mohit Raina, Yang Ganteng-Ganteng di Mahabharata.

Aku sempat terkaget-kaget. Begitu kita mau mencari tau tentang sesuatu, termasuk serial India ini. Ternyata cewek-cewek, anak-anak, emak-emak, bahkan bapak-bapak pada suka sama tontonan ini. Histerianya langsung terlihat.

Aku takjub melihatnya, sampai segitunya *gimana anak gw nih ❓ * Mana bakal ada reality show, Panah Asmara Arjuna! *kepala emak sempat puyeng*.

Untung saat nonton acara Mahabharata Show live di TV, junior ku tak tertarik. Begitu juga dengan tayang perdana Panah Asmara Arjuna, dia ga tertarik sama sekali. Emaknya bersorak riang dalam hati 😀 . Ternyata dia cuma sebatas suka dengan serialnya aja, tidak kepada pemerannya secara pribadi *tos junior* 🙂 .

Serial mahabharata sepertinya lumayan bisa membuat anak-anak berimajinasi tentang persaudaraan, kesetiaan dan konsep membangun kerajaan.

Emaknya kadang nemenin nonton sekali dua kali, sepotong-sepotong untuk mengimbangi ocehan anaknya yang lumayan ajaib-ajaib. *Imajinasi emak dari buku Mahabharata yang dibaca berbilang tahun yang lalu, tak bisa digeser oleh serial ini 😀 *

Salah duanya ocehan ajaib junior seperti ini :

Emak : “Lho, bukannya barusan udah makan? kok udah makan lagi, tadi belum kenyang ya?”

Junior : “Aku kan anaknya Bima” *sambil nyengir*.
Emak : #4$#$#4

***
Jadi kalau ditanya, “gimana tanggapannya terhadap bintang-bintang Mahabharata yang datang ke Indonesia, acara-acara TVnya. Yang tak se eksklusif  ‘bintang’ pada umumnya,  yang begitu di elu-elukan oleh sebagian masyarakat”.

Biarkan aja, lagi rejekinya mereka. Kalau suka, ditonton aja. Ga suka, tinggal ganti channel TV. Ga usah ikutan berpolemik.

Aku cuma melihat selintas, ambil fotonya buat postingan *kalau ada yang nyasar ke blog, biar dapat sedikit pencerahan dari komen yang ajib-ajib*.

Yang lebay, yang terlalu berlebihan, itu urusan mereka yang udah pada gede. Mereka tau apa yang mereka lakukan. Kalau sayang, ingatin aja anak-anak disekitar kita, “menyukai sesuatu secukupnya aja” 😀 .

Iklan