Terpesona Tatapan Mohit Raina


Terpesona Tatapan Mohit Raina sedang aku alami belakangan ini. Bah! Emak-emak ga ingat umur, masih tergoda brondong muda dan ganteng? Nyebut mak, nyebut! :mrgreen: .

Suara-suara prihatin seperti dengungan lebah sayup-sayup terdengar di telinga. Tapi, emak sepertinya tak begitu peduli. Prinsip yang dianutnya, lebih baik rasa terpesona *walau agak lebay* itu dituliskan jadi ide postingan, daripada dipendam di hati, ntar jadi penyakit. Mikir yang enggak-enggak, kelamaan ditahan, eh keluar-keluar jadi jerawat, dipencet-pencet malah makin infeksi *apaan sih, hiperbola deh* πŸ˜› .

Terpukau Gara-Gara Nonton Serial Tellywood?

Alkisah, pada suatu hari si Junior penasaran sama serial Mahabrata dan Mahadewa yang diputar ANTV. Minta ijinlah dia mau nonton sama emaknya.

Sudah barang tentu emaknya tak memberi ijin, secara itu tontonan sudah lewat dari jam tidur anak-anak. Kalau serial ditayangkan waktu malam seperti itu, sudah dapat dipastikan itu tontonan bukan peruntukan anak usia 10 tahun *lebih tepatnya, emaknya males nerangin kalau ditanya-tanya sama si Junior*.

Karena ga dapat ijin, si anak merengut. Rasa penasarannya tidak terealisasikan. Sepertinya dia sebelumnya sudah mendapat sinopsis tuh serial dari teman-temannya di sekolah. Hmmm.

Ternyata, semakin dilarang tanpa penjelasan yang memadai, semakin penasaran dia. *Namanya juga anak-anak, emak-emak aja banyak yang lebay*.

Pada suatu waktu, emak kurang enak badan.
Setelah menunaikan semua kewajiban, emak berangkat tidur lebih awal.

Walau sudah dipesan untuk tidur sesuai jam, ga taunya si Junior sama bapaknya asyik nonton ke dua serial tersebut, dengan alasan besok sekolahnya libur. Bapaknya sih setuju-setuju aja ditemenin nonton. Anak laki ini. Tidur malam dong dia.

Secara sebelumnya nih anak sudah beberapa kali juga tidur telat waktu karena ada keperluan. Ujung-ujungnya, setelah begadang nonton itu diaΒ  meriang.

Emak tentu saja mencak-mencak.
Ia meminta ma’af.
Untung meringanya tidak berlanjut. Setelah istirahat cukup, badannya berangsung membaik.

Esok harinya, setelah menemani junior tidur sampai terlelap, emak mantengin TV. Penasaran dengan serial yang membuat anaknya hingga bela-belain begadang sampai mengabaikan pesan emaknya.

Mulai menonton serial Mahabarata dan dilanjutkan Mahadewa lah emak malam itu, ditemani teman hidupnya.

Sebelumnya, emak memang lumayan sering juga nonton film India yang diputar di televisi karena dulu suka baca biografinya Mahatma Gandhi. Tau jugalah dengan bintang Bollywood yang mendunia seperti Amitabh Bachchan, Shahrukh Khan *yang diingat aktor semua. Kalau untuk aktris cewek, biasanya yang ingat para cowok yang nonton film Bollywood ye* πŸ˜› .

Sukanya emak sama film India, ya hanya sampai di situ aja, ga cerita-cerita pada dunia.

Dua serial yang membuat penasaran itu, tak satupun pemainnya yang emak kenal. Beuh, beda generasi sepertinya 😳 .

Tapi, begitu melihat pemeran Dewa Siwa di serial Mahadewa itu, emak terpana sama tatapan si ganteng nan tampan itu. Tercekat, jantungnya seakan ingin berhenti berdegup *Dih, hiperbol si emak kumat, huhuks*.

175889-mohit-raina.jpgFoto Mohit Raina boleh pinjam dari Indiaforum.

Mata emak terpesona akan keelokan pahatan maha karya yang ada pada aktor tersebut.

Duh aktor India satu ini penampakannya bisa bikin jatuh cinta yang nonton aja.
Serasa pengen balik muda lagi πŸ˜† .
Terpesonanya emak-emak mengalahkan histeria cewek-cewek belia kepada idolanya, unfriend di medsos sama sahabat gara-gara ini, juga bakal dijabani kayaknya *enggaklah ya, itu mah emak-emak di luar sana* πŸ˜› .

Rasa penasaran emak membuat jari jemarinya menari untuk googling, mengetikkan “pemeran Dewa Siwa di Mahadewa” *segitunya?*. Begini nih kalau waktu muda kurang pelampiasan *apaan seh*. Sebenarnya, browsing itu untuk mencaritahu seberapa ‘pantas’ seorang aktor secara personal bisa diidolakan diluar kemampuan aktingnya. Jangan sampai menjadi penggemar buta πŸ™‚ .

Ternyata, pahatan maha karya-Nya yang mendekati sempurna *versi emak* itu bernama Mohit Raina (kelahiran 14 Agustus 1982). Dan banyak mak emak diluaran yang juga terkesima oleh si aktor karena karakter yang diperankannya itu. Katanya peluakable banget tuh body *aya-aya wae*.

“Aku terpesona sesaat, yang indah-indah memang untuk dikagumi kok 😳 “. *kalau ada yang terpesona juga dengan tatapannya dan mau tau keseruan baca komen-komen fans-nya, silahkan browsing aja ya πŸ˜† .

Puisi Untuk Sebuah Pesona

Mohit Raina,
Kau punya sepasang mata indah,

tatapanmu, tajam,
menikamΒ  sebuah kesombongan,
bernama kecantikan
melelehkan hati para pengembara mimpi

menghujam,, dalam,
menggetarkan sel darah merah
menghangatkan nurani,
membunyikan dawai-dawai relung hati nan sunyi

membuat terpana,,
merayapi ruang kosong di kedalaman goa jiwa nan kesepian
membawa pikiran berkelana, menembus ruang maya
mengembara liar di alam tanpa batas pikiran bernama pesona.

Bogor, 08072014, *Saat Hujan Membasuh Bumi
*untaian kata saat iseng,
kalau boleh disebut puisi,”terpesona tatapan”

Kesimpulan:

Ssttt,,, emak ini bukan tipikal yang terpesona yang bakal bertahan lama, dan ngikutin semua info tentang doi. Enggak. Emak hanya terpesona pada aktor atau aktris itu sebatas karakter atau peran yang dimainkan, hanya sampai di situ saja.

Di luar peran itu, secara personal, kalau si aktor punya jiwa sosial yang patut diteladani oleh penggemarnya, maka semakin respek.

Jika si aktor atau si aktris tidak seemejing peran-perannya. Emak biasa aja. Itu kehidupan pribadi mereka. Mending mengurus kehidupan kita sendiri daripada ngurusin kehidupan seleb πŸ˜‰ .

***
Catatan:

Saat melihat atau mendengar sekelabat aja film India, kita, dunia, akan langsung tau kalau itu film India. Secara, disetiap filmnya selalu membawa unsur kebudayaan mereka, ya kain sarinya, ya musiknya. Khas India tergambar jelas di film atau serial.

Dilain pihak, kita punya beragam kekayaan budaya daerah yang luar biasa, tetapi jangankan terangkat ke film berskala internasional. Kadang sebagai putra daerah aja kita sudah melupakan tradisi dan kebiasan yang diwariskan orangtua dulu, tentunya yang tidak bertentangan dengan hal yang prinsip. Kita merasa ketinggalan jaman kalau tidak mengikuti trend masa kini yang bersileweran.

Bagaimana bisa tatapan pesona dan kagum bakal datang menghampiri wahai kau anak muda?

34 comments

  1. Ambo dulu cuma nonton film India koch koch hota hai, itupun karena lagi pdkt, hehe…
    Sejak itu gak pernah lagi nonton film India. Wah tatapan mata si Mohit aja bikin emak bikin puisi, πŸ™‚

    Suka

    • kito nonton film India juo cuma yang di TV Ris, ndak basangajoan bagai doh πŸ˜€
      amakko kalau mancaliak sia yang agak lambok tatapan e, langsung kalua kreatifnyo πŸ˜†

      Suka

  2. Puisinya bagus, buat suami emak ada juga kan? Atau jangan-jangan sang kekasih udah bosen sama puisi indah bikinan emak. Gak papa mak… Asal gak bosen sama sayur asem bikinan emak.

    Soal kesimpulannya, abang setuju mak. Bagaimana nono! (Bagaimana tidak!) Sinetron Indonesian kualitasnya masih mengkhawatirkan. Kayaknya dimasukin unsur budaya kita juga nggak akan terlalu menarik buat khalayak di luar negeri yang sudah biasa disuguhkan film-film yang jauh lebih berkualitas.

    Kalo boleh pinjem kalimatnya istri abang. “Sinetron Indonesia harusnya dapat perhatian pemerintah seperti yang dilakukan pemerintah korea untuk drakor-nya. Pas mau kenalin sejarahnya, tiap film bertema sejarah dapat suntikan dana segar sesuai dengan kadar pembahasan sejarah di film itu.

    Dan sekarang, saat korea pengen kenalin dunia kedokterannya, giliran film-film dengan tema kedokteran yang dapat suntikan dana investasi. Liat aja film korea sekarang, temanya sedang kedokteran semua!”

    Suka

    • jadi tersipu malu nih bang,
      kalau untuk kekasih yang itu bukan puisi bang, tapi do’a dalam setiap tarikan nafas,
      utk urusan masak memasak, apapun kekurangan, kemalasan saya sepertinya dia selalu maklum *yang penting servis memuaskan πŸ™‚
      setuju bang, tontonan tv atau sinetron kita ga tau arahnya mau kemana, tp banyak juga penontonnya,
      kalau drakor memang dibantu banget sama pemerintahnya, sehingga bisa masuk ke kepribadian anak-anak muda dimanapun mereka niat ‘invansi’. Saya punya cerita kurang menyentuh sisi kemanusian saya sebagai manusia dgn beberapa Korea, makanya kurang suka mantengin drakor, dan sedih aja melihat anak2 muda kita begitu memuja aktor aktris korea.
      Ntarlah kapan2 cerita kalau kata-kata yang akan ditulis sudah bisa dibawa ke arah becanda*tidak melibatkan emosi jiwa *duh bahasaku, diri sendiri aja bingung mengartikannya πŸ™‚ .

      Suka

  3. Sampai kelepek-kepelek tah, Mbak. hihihi. saya belum pernah nonton filmnya, hhehe. sesekali saja pernah lihat di tv, tapi nggak nonton secara khusus πŸ˜€

    Suka

    • kayaknya sih Cho hahahaha,
      saya nonton juga gegara anaknya pengen banget nih nonton film,
      kalau emak2 itu kan harus ikut ‘nonton’ apa yang di tonton anaknya*baru ijin keluar.

      Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.