Anak dan Orangtua


Kata , Anak dan Orangtua merupakan sebuah hubungan yang sangat-sangat kuat. Yang sekarang menjadi anak, apabila tiba waktu yang tepat akan menjadi orangtua. Dan yang sekarangpun sudah menjadi orangtua, mereka juga sudah melewati masa menjadi anak.

Atau masih berstatus “anak” yang sekaligus sudah menjadi “orangtua”. Secara kakek atau nenek dari anaknya masih ada.

Sewaktu kita masih anak-anak (katanya diulang lho) memang kewajiban orangtualah untuk mendidik. Membesarkan kita dalam suasana penuh cinta dan bahagia. Diharapkan kelak menjadi pribadi yang bisa jadi pemimpin. Minimum pemimpin bagi keluarga kecilnya nanti.

Setelah melewati masa kanak-kanak dan kita sudah bisa memilih. Mengetahui mana dan apa yang terbaik untuk kita (min umur 18th kali yaa), seharusnya kita sudah bisa mengetahui apa akibat dari perbuatan yang kita pilih.

Orangtua hanya berposisi sebagai pengingat kita supaya tetap berada dijalur. Secara mereka tidak mungkin lagi mengontrol semua kegiatan kita sepenuhnya 24jam. Yang mereka bisa adalah memberikan kepercayaan kepada anak yang dikasihinya, dan selalu mendoakan supaya anaknya berada dalam lindungan-Nya.

Cuma kadang dalam proses pendewasaan diri dan penemuan jati diri kita selalu sangat-sangat sensitif. Kata-kata nasehat orangtua seakan-akan adalah nyanyian tanpa makna.

Yang mereka terlalu mengekanglah, tidak bisa mengikuti perkembangan jamanlah,Β yang otoriterlah, yang tidak pernah mengerti dunia anaklah,,,

Hmm,, mana ada orangtua yang akan mengorbankan masa depan anaknya. Orangtua akan melakukan apapun, untuk memberikan yang terbaik buat buah hatinya. Kecuali akhir-akhir ini kita sering mendengar berita. Karena faktor ekonomi, orangtua rela memberikan anaknya untuk dirawat oleh orang lain,, hiks,,, Mudahan ini cepat teratasi dan bukan menjadi pilihan untuk terlepas dari kesulitan ekonomi,, lebih baik slogan yang ini dihidupkan lagi, “mangan ora mangan sing penting ngumpul”.

Dan jikalau kita yang sudah menjadi orangtua, janganlah berpikir membesarkan anak untuk menjaga kita dihari tua nantinya. Membesarkan anak dengan kemampuan terbaik yang kita punya adalah kewajiban kita sebagai orangtua dan hak seorang anak.

Kalau seorang anak mendapatkan haknya dengan sangat luar biasa. Maka dengan senanghati dia akan melakukan kewajiban baktinya kepada orangtua. Senyuman bahagia diwajah keriput orangtuanya adalah anugrah yang tidak bisa digantikan apapun.

Hubungan indah anak dan orangtua seperti yang tuliskan sang pujangga Kahlil Gibran berikut :

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu

Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka, karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu

Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu.

engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu, menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan,

Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Mari nikmati menjadi seorang anak atapun orangtua ;).

Iklan