Duka


Empat hari menjelang Ramadhan kuterima pemberitahuan kalau kau akan melaksanakan pernikahanmu. Waktu dan situasi saat itu tidak memungkinkan kami untuk hadir di akad nikahmu. Hanya do’a dan ucapan selamat, semoga menjadi keluarga Samara yang bisa disampaikan. Kau yang biasanya tak pernah lupa untuk update status facebookmu. Dengan semua kegiatan dan suasana hatimu, keceriaan dan kesedihan dunia remajamu selalu terpapar disana.

Pengalamanmu terbang jadi bagian sebuah maskapai penerbangan nasional tak lupa kau ocehkan disana, kadang membuat senyum simpul membacanya.

Tetapi semenjak status barumu menjadi seorang istri, celotehanmu drastis berkurang, mungkin lagi sibuk honeymoon pikirku. Ternyata kau juga lagi sibuk mempersiapkan pesta pernikahan yang belum sempat digelar.

Selasa pagi aku membaca invite pesta itu,,, dan masih sibuk bertanya ke suami. Apakah dia bisa menemaniku untuk hadir di hari bahagiamu. Dia jawab iAllah kalau ga ada halangan… Siangnya sekitar jam 2, badanku sedikit tidak enak, kepala agak-agak senat-senut, mungkin kebanyakan didepan laptop juga,,, hpku berbunyi memberitahukan ada sebuah sms masuk.

Sebuah berita yang bertolak belakang dengan invite tadi pagi yang baru kubaca. Pesta yang hanya tinggal hitungan hari.. Aku tidak percaya, telpon balik si pemberi khabar, dan dia membenarkan.

Selanjutnya banyak telphon masuk mengabarkan kabar duka dan kekagaten semuanya. Tafakur dalam diam atas semua Rencana-Nya.

Lelaki yang menikahimu dua bulan yang lalu. Suami yang kau cintai ternyata lebih dicintai-Nya. Kecelakaan itu hanya caranya untuk pulang kepangkuan-Nya. Dia selalu punya cara untuk menunjukkan cinta-Nya kepada kita. Dia tahu mana yang lebih baik untuk kita. Walau menurut kita sekarang, waktunya mengambil milik-Nya sangat-sangat tidak tepat.

Kehilangan yang sangat untuk waktu sekarang, iAllah akan diganti-Nya dengan yang lebih baik. Tetaplah tegar keponakan cantikku, jagalah amanah yang sudah dititipkan dirahimmu. Jagalah calon anakmu, sebuah kehidupan baru itu.

Hapuslah duka dan mendung diwajahmu. Dia tidak memberikan sebuah cobaan yang melampui batas kemampuan hamba-Nya, bertawakkallah. Semoga belahan jiwamu menghadap-Nya dimudahkan jalannya dan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya..

Manusia hanya bisa merencanakan dengan sebaik-baiknya, Dia Yang Maha Tahu yang memutuskan hasilnya.

Iklan