Kegiatan Pergantian Tahun Hijriyah Seorang Hamba


Kegiatan akhir tahun hijriyah seorang hamba? Gaya amat kesannya 😳 . Artikel ini merupakan sebuah catatan emak tentang diri dan anak lanangnya yang mulai remaja.

Sore hari ini, 1 Oktober 2016, tahun 1437H akan berakhir. Tapi, walaupun penduduk negeri ini mayoritas muslim, karena memang bukan sebuah kebiasaan juga untuk merayakan sesuatu secara berlebihan, maka pergantian tahun Hijriyah pun berlangsung sepi.

Bahkan sebagain besar umat muslim mungkin ada yang tidak menyadari pergantian tahun tersebut.

Kegiatan Saling Mengingatkan Lewat Pesan

Di beberapa grup WA yang saya ikuti, saya sendiri sudah membaca beberapa kiriman postingan yang mengingatkan pergantian tahun ini yang dikirim oleh anggota grup yang konsen dengan prinsip syiar, sampaikan walau hanya sebuah kata pengingat kebaikan.

Ada yang mengingatkan usia yang sudah terlewati begitu-begitu aja. Ada yang mengingatkan bahwa selama ini punya niat untuk perubahan diri, tapi masih hanya sebatas niat dan rencana saja tanpa pelaksanaan.

Bahkan sudah berapa banyak pengingat yang diberikan Sang Pemilik Waktu pada hambanya. Salah duanya dengan disapa lewat direnggutnya sedikit nikmat sehat. Tapi hambanya ini malah masik sibuk mengeluh, bukannya ber-istighfar 😥 .

Saya termasuk yang sudah melewatkan banyak hal dengan sia-sia. Diantaranya, melewatkan masa-masa emas yang mudah mengingat segala hal.

Sekarang, untuk menghapal atau mengingat hal baru yang bukan merupakan kesukaan, terasa sangat sulit *salah satu tanda usia senja sudah di depan mata 😥 *

Tapi, saya punya harapan, generasi penerus setidaknya lebih bisa memanfaatkan waktu dibandingkan emaknya ini.

kegiatan-pergantian-tahun-hijriyah-seorang-hamba

Kegiatan Pawai, Do’a Bersama Akhir & Awal Tahun

Saya dapat informasi kalau di lingkungan perumahan akan mengadakan pawai untuk anak-anak, dalam rangka menyambut pergantian tahun Hijriyah, Salah satu kegiatan Gebyar Muharam yang akan dilaksanakan malam ini setelah Isya.

Setelah Dhuhur, teman hidup yang sedang memplototin ponselnya memberitahu saya jika rumah tahfidz akan mengadakan kegiatan do’a bersama. Do’a akhir tahun dilaksanakan sore ini sekitar pukul 17.00 WIB dan do’a bersama awal tahun akan dilaksanakan setelah Magrib.

Saya pun bertanya pada anak lanang yang ikut ngaji di rumah tahfidz tentang kegiatan tersebut. Dia beralasan enggak tahu, karena ngaji terakhir dengan Ustad I, jadi ga ke rumah tahfidz. Mungkin itu acara untuk ibu-ibu dan bapak-bapak. Akhir tahun kan beberapa bulan lagi *ini anak minta dijewer 😛 *

Emaknya langsung membulatkan matanya, “kalau rumah tahfidz ngadain kegiatan, itu artinya ditujukan untuk semua anggotanya. Pawai ntar malam itu, kan kegiatan pergantian tahun Hijriyah, menyambut 1 Muharam. Sore ini, doa penutup akhir tahunnya. Kau do’a kan lah mamakmu yang badannya masih suka hangat kalau setelah magrib dan capek dikit. Kau kan ga tega melihat wajah mama mu yang pucat sudah beberapa waktu ini. Selain itu, kau kan juga banyak keinginan toh? Apa kau tak mau menjadi bagian dari kegiatan yang hanya sekali setahun ini?”

Si anak lanang hanya nyegir mendengar emaknya yang sudah berlogat Sumatera. Dia berhasil mengeluarkan ‘tanduk’ mamaknya. Dengan wajah mesem-mesem dia menjawab enteng, “tenang, Mom. Canda. Jangan terlalu serius-serius amat, ntar cepat tua 😉 “

Simak juga tulisan kegundahan si anak lanang sebelumnya, catatan sedih, akun you tube dinonaktifkan google.

Jauh sebelum Ashar, si anak lanang diminta untuk bersiap, tetap aja dia grabak-grubuk di detik-detik terakhir 😦 , tapi akhirnya jalan dan katanya gak telat kok.

Catatan buat diri: Pergantian tahun Hijriyah mungkin tidak disambut semeriah pergantian tahun Masehi. Setidaknya, sebagai seorang hamba, saya memohon agar hati saya bisa tafakur diri barang sejenak.

Melakukan Perenungan

Bertanya pada diri, kebaikan apa yang sudah ditebarkan setahun terakhir, hingga berharap begitu banyak kemudahan.

Seberapa baik saya telah menjaga lidah untuk tidak mengeluarkan ucapan yang menyakitkan telinga orang yang mendengarnya. Berapa banyak hati yang telah dibuat berpraduga.

Seberapa sigap saya menjaga tangan agar tak mengetikkan kata-kata yang seperti sengaja menyindir orang lain. Kebenaran apa yang ingin saya tunjukkan?

Mungkin, hasilnya hanya sebuah sesal untuk kesalahan yang terus berulang.

Selamat Menyambut Tahun Baru 1438 H bagi yang merayakannya ❤ ❤ ❤ .

12 comments

  1. Ya pergantian tahun baru Islam tidak seperti tahun baru masehi yang sangat ramai. Mungkin karena perayaannya berbeda kali yah. Kalau tahun baru Islam lebih pada rohani sementara tahun baru biasanya untuk merayakan sesuatu

    Disukai oleh 1 orang

    • Sepertinya begitu, Un. Yang sepi saat pergantian tahunnya, tapi kalau perayaan dalam rangka penyambutannya, dibeberapa daerah juga rame. Misal acara 1 Syuro di daerah Jawa.

      Suka

  2. terpikat dengan logat Sumatera loh Uni. Terima kasih pengingat diri juga tuk kami pembaca. mohon maaf pula tuk sering salah kata eh ketik. mari bersama lebih baik. Salam

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.