[Catatan Belajar di Majelis Ilmu] : Mempersiapkan Diri Menyambut Datangnya Ramadhan


Tulisan ini merupakan satu catatan belajar di Majelis Ilmu dengan tema Mempersiapkan Diri Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan. Pembicaranya masih Ustazah Siti Khatijah.

Sekali lagi, tujuan menuliskannya di blog ini, hanya sebagai pengingat bagi emak-emak yang sudah tidak bisa lagi berbohong dengan usianya ini 😳

Anggap saja sebagai pengulang pelajaran, tema sebelumnya yang pernah dituliskan yaitu, [Catatan Belajar di Majelis Ilmu] : Menjadikan Hidup Bermakna. Bagi yang sudah banyak ilmunya, silahkan menambahkan di kolom komentar yaa.

Sekarang ini sudah berada di bulan Sya’ban, bulan dimana catatan amal manusia selama satu tahun diberikan Malaikat kepada Allah. Tanggl berapanya, hanya Allah Yang Maha Tahu.

Sayangnya, menurut salah satu hadist, kebanyakan manusia lalai ketika diantara bulan Rajab dan Ramadhan tersebut, yaitunya bulan Sya’ban. Mereka sudah puas dengan apa yang telah dilakukan di bulan Rajab yang merupakan salah satu dari empat bulam Haram (bulan yang dianggap suci), kemudian hanya menunggu datangnya Ramadhan (bulan penuh kemuliaan dan keutamaan).

Padahal, bulan Sya’ban adalah bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan yang merupakan tamu Agung bagi seluruh umat Muslim. Untuk itu, di bulan Sya’ban ini, umat muslim sebaiknya memperbanyak puasa. Tentunya puasa sunat yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah, seperti puasa sunat Senin & Kamis, puasa tengah bulan Hijriyah 13, 14 dan 15 setiap bulannya. Dan mulai tekun dengan shalat malam.

Dengan sudah terbiasanya badan, pikiran, dalam menjalankan ibadah pada bulan Sya’ban, maka keutamaan bulan suci Ramadhan insyaAllah akan tercapai.

Begitu banyak keutamaan yang terjadi pada bulan suci Ramadhan. Diantaranya sebagai bulan pengampunan, Allah juga memberikan limpahan rahmat-Nya, bukan hanya untuk seorang Muslim, akan tetapi bagi seluruh umat manusia.

Contohnya, pada bulan Ramadhan, walau sudah diberitau untuk memperbanyak ibadah, tapi tetap aja kebutuhan hidup dan nantinya persiapan menyambut 1 Syawal jadi meningkat, semua akan berimbas pada semua sektor ekonomi. Hati manusia juga menjadi lebih peka pada bulan ini, keinginan untuk saling berbagi jadi meningkat pesat.

Majelis Ilmu Mempersiapkan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Untuk mendapatkan taman yang cantik, tukang taman harus tau cara menata dan merawatnya. Untuk mendapatkan semua keutamaan ibadah Ramadhan, seorang muslim harus mempersiapkan diri dan mempelajari ilmunya.

Sementara dari sisi ibadah pada bulan Ramadhan, bagi mereka yang melakukannya dengan niat karena Allah, juga akan dibalas ganjaran yang setimpal:

Pada perkara Mubah:
Nafas orang berpuasa dianggap sebagai wanginya surga. Tapi bukan berarti kita yang berpuasa tidak menjaga kebersihan mulut dan jenis makanan yang dimakan yaa 😳
Tidurnya orang berpuasa di bulan Ramadhan juga dianggap sebuah ibadah. Bukan berarti, yang berpuasa boleh tidur-tiduran sepanjang hari, mengabaikan kewajiban dan aktifitas lainnya sebagai manusia.

Perkara Wajib
Shalat sendiri di bulan biasa, hanya diganjar 1 x, tapi pada bulan Ramadhan akan diganjar 70 x lipat. Yang berjama’ah pada bulan biasa, diganjar 27 kebaikan, maka di bulan suci Ramadhan dikalikan 70 x kebaikan.

Perkara Sunat
Ibadah shalat sunat pahalanya sama dengan shalat wajib pada bulan biasa. Kegiatan infaq setara dengan mereka yang melakukan zakat, sedangkan mereka yang melakukan ibadah umrah pada bulan Ramadhan, kebaikan yang didapatnya sama dengan kebiakan ibadah Haji.

Semua keutamaan itu bisa di dapatkan seorang muslim, tentunya dia memasuki bulan puasa dengan persiapan penuh, baik mental, fisik, maupun ilmu. Ibadah juga harus dijalankan dengan iman dan sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh itu indikatornya ada hasilnya, ada perubahan ke arah kebaikan.

Sehingga, Ramadhan sebagai bulan pengampunan akan di dapat, semua dosa yang telah lalu, insyaAllah akan diampuni. Tujuan dari puasa menjadi orang yang taqwa juga akan tercapai.

Kita juga harus tau, bahwa 10 hari pertama Ramadhan adalah hari penuh rahmat. 10 hari kedua hari-hari penuh ampunan dan 10 hari terakhir merupakan hari-hari kesempatan akan dibebaskan dari azab api neraka.

Tapi, sayangnya, selama ini, seperti yang sering kita lakukan, di sepuluh hari terakhir itu, kita justru disibukkan oleh persiapan seremoni. Sibuk dengan persiapan kue lebaran, sibuk dari satu mall ke mall lain untuk mencari perlengkapan lebaran. Kadang, karena kecapaian mempersiapkan hal-hal yang tak penting itu, kita membatalkan puasa dengan alasan musafir. Apa puasa kita itu hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja? πŸ˜₯ .

Ilmu dalam menyambut Ramadhan yang harus diketahui seorang muslim, diantaranya:

Ilmu tentang hukum puasa.
Dengan tau hukum puasa, kita tidak akan jadi orang yang lalai dan membuat-buat alasan. Hukum puasa ada dalam QS: Al- Baqarah 183. Puasa itu hukumnya wajib bagi orang beriman, laki-laki dan perempuan. Orang yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan, sekalipun puasanya diganti pada bulan lainnya, tetap tidak akan diterima.

Mereka yang diharamkan menjalankan ibadah puasa
Wanita haid dan nifas, diharamkan berpuasa, sampai haid dan nifasnya selesai. Ibadah puasa yang batal pada bulan Ramadhan itu di qodha pada hari lain di luar Ramadhan.

Mereka yang diberikan kelonggaran (mubah atau diperbolehkan berbuka jika tidak kuat) dalam menjalankan puasa, tapi wajib Qodha, yaitu orang yang sakit dan musafir, ibu yang sedang hamil yang khawatir dengan kehamilannya atau khawatir dengan kesehatan si bayi dan juga ibu yang sedang menyusui.

Mereka yang diberi kelonggaran tidak berpuasa, tetapi diwajibkan membayar fidiyah, diantaranya orang tua yang sudah sepuh.

Belum lagi tentang ilmu kewajiban zakat fitrah yang juga harus dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Kita harus tau, syarar wajib zakat fitah, siapa yang berhak menerimanya, berapa jumlahnya, kapan waktu pembayarannya. Dan banyak ilmu lainnya.

Semunya harus kita cari tau dan pahami, sehingga iman pada bulan Ramadhan juga akan berlanjut pada bulan-bulan selanjutnya. Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya juga akan tercapai. Mari sama-sama mempersiapkan diri, baik ilmu, mental dan fisik, bukan hanya sekedar sanggup menahan lapar dan dahaga.

Iklan