Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa Agar Tetap Percaya Diri


Cara mengatasi bau mulut saat puasa bukan hanya untuk tetap tampil percaya diri selama menjalankan aktivitas harian, tapi juga tidak mengganggu orang-orang yang berinteraksi dengan kita saat menjalankan ibadah tersebut. Apalagi aktivitas yang dijalankan itu ditengah keberagaman keyakinan.

Menjalankan ibadah puasa bukan alasan pembenaran mempunyai bau mulut yang di luar batas kewajaran penciuman.

Apalagi puasa bukan hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja, yang mana kalau selama bulan suci ini lingkungan sekitar memang terkesan lebih bertoleransi karena semua ikut terpengaruh oleh suasananya.

Tapi, puasa juga sering dilaksanakan di luar bulan suci Ramadhan, misalnya pada hari biasa dengan melaksanakan puasa sunnah Senin Kamis, puasa nazar, puasa daud, dan puasa sunnah lainnya yang dilaksanakan secara pribadi.

Makanya sangat penting menyiasati aroma mulut jangan sampai ‘mencemari’ penciuman orang lain.

cara mengatasi bau mulut saat puasa secara mudah

Bijak Memaknai Hadits Bau Mulut Orang Berpuasa

Sebagai muslim kita jangan sampai salah paham dalam memaknai hadits “Sungguh, bau mulut orang berpuasa jauh lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak misik (kasturi)”- (HR. Bukhari).

Dengan adanya hadits tersebut, bukan berarti kita yang berpuasa membiarkan bau mulut tanpa upaya untuk menyamarkannya dengan alasan kuatir nantinya akan berkurang keharumannya di sisi Allah.

Kita tidak boleh lupa bahwa ibadah puasa merupakan salah satu ibadah personal. Urusannya langsung antara individu dengan Sang Khalik.

Bukankah sebaiknya ibadah yang sangat personal itu, cukup kita yang melakukannya saja yang mengetahuinya, orang lain tidak perlu tahu.

Apalagi orang lain mengetahuinya dari aroma mulut yang menyengat. Dan bukan alasan juga untuk meminta pemakluman akan hal itu tanpa ikhtiar menyamarkannya.

Dari riwayat juga diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga cukup sering bersiwak dalam kondisi berpuasa.

Itu artinya kita yang berpuasa juga boleh menggosok gigi atau memakai siwak untuk menyiasati bau mulut saat berpuasa. Tentunya membersihkan mulut itu dilakukan pada waktu yang dianjurkan.

Alasan lain agar berusaha menyamarkan bau mulut adalah bau mulut orang berpuasa bukan sepenuhnya berasal dari rongga mulut, tapi juga dari lambung yang kosong.

Selain itu, bau mulut di luar efek pelaksanaan puasa, juga sebagai indikator tentang adanya masalah pada gusi, lambung, hingga penyakit ginjal. Betapa pentingnya untuk lebih mempedulikan bau mulut, bukan hanya saat berpuasa.

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut dikenal dengan istilah halitosis (berbau tidak sedap). Dan lebih sering timbul saat menjalankan ibadah puasa.

Bau mulut saat berpuasa itu merupakan proses normal. Atau dengan kata lain itu merupakan proses fisiologis alami.

Bau kurang sedap dari mulut saat berpuasa itu karena perut kosong, sekresi saliva (pengeluaran zat dari kelenjer air liur) berkurang, sementara asam lambung meningkat dan menguap keluar melalui rongga mulut.

Produksi air liur berkurang karena tidak ada makanan dan minuman yang masuk selama waktu berpuasa.

Seperti diketahui air liur berfungsi untuk membersihkan sisa makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut.

Karena produksinya berkurang pada waktu berpuasa, maka bakteri di rongga mulut pun berkembang biak dengan cepat.

Bakteri tersebut memicu proses fermentasi anaerobik (fermentasi tanpa memerlukan oksigen) partikel makanan di dalam mulut dan menghasilkan senyawa belerang, gas yang menimbulkan bau tidak sedap pemicu bau mulut.

Bau mulut saat berpuasa itu akan diperparah jika kesehatan menurun, perokok, dan kebiasaan memekan makanan berbau tajam.

Cara Cepat Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

Karena bau mulut orang berpuasa disebabkan oleh faktor fisiologis, maka bau mulut akan menghilang saat mengonsumsi makanan dan minuman pada waktu berbuka.

Makanya yang perlu diberikan perhatian adalah lebih menjaga kesehatan area mulut.

Berikut beberapa tips agar mengurangi bau mulut saat puasa:

  1. Cukupi Kebutuhan Air Putih

Kecukupan minum air putih dapat meningkatkan produksi air liur. Saran pakar kesehatan untuk mencukupi kebutuhan akan air putih sebanyak 8 gelas perhari selama bulan puasa harus tetap dipenuhi.

Cara minum air putihnya tinggal diatur sesuai kebutuhan. Misalnya minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas pada malam hari sebelum tidur.

  1. Hindari Konsumsi Makan Berbau Menyengat

Saat sahur dan berbuka puasa hindari makanan beraroma menyengat seperti petai, jengkol, dan bawang bombai. Kalau biasanya membuat salad sayur kesukaan keluarga ada tambahan irisan bawang bombai agar lebih sedap, selama puasa jangan pakai dulu.

Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis, sebab itu juga membuat bakteri penyebab bau mulut lebih cepat berkembang. Apalagi jika rongga mulut tidak segera dinetralisir dengan air putih dan kumur-kumur.

Ketika sahur dan berbuka puasa dianjurkan mengonsumsi buah-buah segar dan sayur. Hindari juga makanan dan minuman yang dapat meningkatkan keasaman rongga mulut.

  1. Jaga Kesehatan dan Kebersihan Mulut

Mulut yang kering karena kekurangan cairan saat berpuasa, jangan sampai aromanya diperparah oleh kondisi area mulut yang kurang terawat.

Oleh karena itu, sebelum menjalankan puasa pastikan kondisi gigi dan gusi dalam keadaan sehat. Bersihkan karang gigi (minimal sekali 6 bulan). Usahakan gigi yang berlubang juga sudah ditambal.

Tetap sikat gigi secara teratur, setelah sahur dan sebelum tidur. Gunakan sikat gigi berbahan lembut dan tidak sampai melukai gusi, serta gunakan pasta gigi yang sesuai. Pasta yang dapat menambah kesegaran mulut.

Menyikat gigi rutin juga dapat menghilangkan plak gigi, mencegah sariawan, serta menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

Selain itu, jangan lupa untuk menyikat lidah setelah menyikat gigi dengan sikat khusus. Sebab jika lidah tidak ikut disikat, maka bakteri dari gigi justru pindah ke lidah dan dalam beberapa waktu akan menyebar lagi memenuhi area mulut.

Jika sikat gigi dan lidah masih dirasa kurang, dapat juga diakhiri dengan berkumur menggunakan obat kumur (mouthwash) non alkohol.

Bagi perokok, sebaiknya berhenti selama bulan puasa, sebab tembakau membuat mulut berbau tajam. Selain itu merokok juga membuat mulut bertambah kering. Sehingga bau kurang sedap semakin menyengat.

Tips tambahan agar bau mulut bisa teratasi dengan baik saat menjalankan ibadah puasa: sebelum tidur usahakan berkumur dengan air garam.

Caranya, cukup melarutkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian larutan tersebut digunakan untuk berkumur selama 30 detik. Sesudahnya air kumurnya diludahkan.

Air garam berfungsi sebagai antiseptik, dapat mengusir bakteri penyebab bau mulut.

Beberapa hari sekali bisa juga diselingi dengan berkumur menggunakan rendaman air sirih merah yang juga berfungsi sebagai antiseptik.

Mari jaga kebersihan dan kesehatan mulut selama menjalankan ibadah puasa, maka bau mulut takkan menyebabkan rasa kurang percaya diri untuk ikut menghadiri undangan bukber dengan relasi.

Ibadah puasa lancar, nafas segar, senyum pun mekar menjalani hari dari diri sendiri dan orang-orang yang ditemui.

46 comments

  1. Cukup dengan kumur-kumur pakai air garam sebelum tidur, ternyata ampuh buat mengatasi bau mulut ya. Gak harus saat berpuasa juga bisa dipraktekkan, kan mbak? AKu mau coba, soalnya gampang banget caranya.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Setuju banget dengan sarannya
    Bau mulut ga hanya mengganggu orang lain
    Juga bikin ngga pede
    Padahal untuk bergaul, kepercayaan diri amat penting

    Disukai oleh 1 orang

  3. iya yaa, jangan makan yang pedas-pedas atau bersantan saat sahur
    jejaknya masih terasa
    mending makan yang aman-aman aja ya
    biar gak bau mulut saat puasa

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ah baru ngeh saya. Air hangat dicampur garam untuk berkumur-kumur bisa jadi salah satu cara untuk mengurangi bau mulut selama puasa ya. Pasti akan terasa segar juga dimulut. Karena hal yang sama pernah saya lakukan saat gusi terasa ngilu.

    Disukai oleh 1 orang

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.