Hujan Turun di Perjalanan


Hujan di PerjalananHujan Turun di Perjalanan pasti sering kita alami. Secara kita tinggal di daerah khatulistiwa, yang mengenal dua musim. Yaitu musim hujan dan musim kemarau.  Sesuatu yang biasa juga melihat hari yang awalnya panas, kemudian dalam hitungan detik berubah menjadi guyuran hujan deras.

Kemaren saya mengalami hal tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB saya keluar rumah. Hari panas terik, cuma nun jauh diujung langit sana, terlihat ada awan mendung. Pikir saya, ah itu yang mau hujan ditempat lain. Saya dengan penuh keyakinan berangkat. 5 menit perjalanan, hujan turun dengan derasnya. Saya yang tak membawa mantel hujan, dan ga mau basah kuyup oleh hujan, harus menepi mencari tempat berteduh.

Sambil memperhatikan hujan yang disertai angin, serta orang yang tetap lalu lalang dengan kendraan bermotor tetapi memakai mantel hujan. Kalau yang naik roda empat, sudah pasti ga ada halangan.

Setelah membaca do’a ketika turun hujan :

Allahumma shaiyiban nafi’an,
Ya Allah, Semoga Hujan ini bermanfaat.

Terlintas sebuah renungan hidup *sok berfilsafat hidup :mrgreen:

Dalam perjalanan hidup yang sebenarnya kita sering dihadapkan pada situasi seperti di atas. Kita merasa sudah mempersiapkan rencana hidup dengan rapi dan jelas. Umur sekian sudah harus memiliki ini itu.

Tapi tanpa di duga, ditengah jalan ada kendala yang menghampiri. Ada musibah yang datang memporak porandakan semangat hidup.
Disaat seperti itu, kalau kita tidak mempunyai ‘mantel hidup’ yang kuat sebelumnya. Kita akan larut dalam kesedihan menghadapi kegagalan itu.

Tetapi jika sebelumnya kita sudah mempersiapkan diri untuk bertemu sukses. Siap juga bertemu dengan sukses yang tertunda, siap bertemu sukses yang seakan selalu menjauh ketika di dekati. Bahkan mempersiapkan diri bertemu dengan sukses yang langsung lari menjauh.

Kita tidak akan kehilangan arah untuk tetap berada dijalan yang sudah diyakini kebenarannya. Walau harus berhenti sejenak untuk mengatur nafas, mengevaluasi apa yang sudah dan belum dilakukan. Untuk kembali memulai sebuah langkah baru dalam mewujudkan mimpi itu.

Hujan turun di tengah perjalanan tak menjadi halangan untuk tetap sampai ke tujuan. Hujan turun selalu membawa manfaat kepada bumi 🙂 .

Iklan

17 comments

  1. aku selalu siap sedia jas hujan dan plastik di dalam jok motor aku mba, jadi sudah siap sedia apalagi tas kerja aku model ranseal jadi kalau hujan ada penutupnya aman :mrgreen:

  2. sedia payung sebelum hujan 😀
    renungannya top banget ya mba..
    apalagi skrg lagi pancaroba. siang panas membara, menjelang sore ujan deres pake banget…
    sehat2 selalu mbaaa…

  3. Saya kira ini hanya tulisan biasa 😀
    ternyata jauh dari dugaan saya .., saya sangat setuju dengan yang mbak salma katakan
    “Dalam perjalanan hidup yang sebenarnya kita sering dihadapkan pada situasi seperti di atas. Kita merasa sudah mempersiapkan rencana hidup dengan rapi dan jelas. Umur sekian sudah harus memiliki ini itu ”
    ditunggu kata – kata motivasinya lagi…… 😀

  4. Iya Mak Y, konon kesuksesan itu saat kesiapan bertemu dengan kesempatan, kalo ga mempersiapkan diri, berapa kali pun ada kesempatan ya ga akan sukses *sok berfilosofi jg* hihihihi

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.