Video Menuntaskan Kenangan Bermain Ombak di Pantai Sago


Kenangan yang tertinggal di memori kepala dan membuat diri tidak bisa move on, menurut saya untuk memperbaikinya harus diinput dengan data kondisi terbaru.

Apakah itu menyangkut kenangan dengan seseorang, dengan tempat, atau apapun. Jangan biarkan kenangan itu mencengkram hingga bertahun-tahun. Diri seperti selalu terseret ke masa lalu. Padahal seharusnya kenangan tersebut sudah lama harus disudahi.

Tujuannya, agar kaki terus melanjutkan langkah dengan ringan dan kepala menyimpan kenangan baru yang ditemui. Jadi kenangan indahnya tetap up-date di memori kepala.

Ombak pantai Sago yang deburannya kencang

Video Kenangan Terbaru Bermain Ombak di Pantai Sago Pessel

Dalam rangka menuntaskan kenangan dan rasa penasaran yang masih bersemayam di kepala dan hati, mumpung lagi pulang ke kampung halaman emaknya, maka pada Ahad, 25 Desember 2022, saya dan keluarga besar kembali mengunjungi pantai Sago, yang deburan ombaknya terdengar kencang.

Pantai yang berlokasi di desa Sago Kabupaten Pesisir Selatan dikunjungi lagi, karena nak Bujang kangen bermain ombak di sana.

Saat terakhir berkunjung pada Juli 2016 lalu, kenangan bermain ombak dan pasir rupanya masih terpatri kuat dalam ingatan nak Bujang.

Dalam kenangan nak Bujang ombak di pantai Sago sangat tinggi, tapi sangat seru bermain dengannya. Artinya, ombaknya masih ramah anak, bukan hanya ramah peselancar.

Waktu berkunjung kemarin, saat sampai dan melihat kondisi pantainya, langsung keluar gumaman dari mulut nak Bujang, “Ombaknya ternyata gak setinggi yang ku kira. Nampaknya tidak seperti yang dalam ingatan. Sekarang pasir di bibir pantainya juga tidak tebal. Malah bibir pantainya seperti tergerus, mengalami abrasi. Akar dari pohon pinus yang terdapat di pinggir sepanjang pantai terlihat jelas. Untung sekarang bibir pantainya bersih dari sampah”.

Saya merespon dengan berbisik, “Waktu kita berkunjung sebelumnya, tinggimu masih kurang dari 150 cm. Sekarang tinggimu sudah 177cm, ya ombaknya terlihat gak begitu tinggi. Tapi deburannya masih lumayan keras kan”.

Nak Bujang tersenyum tipis sambil mengangguk-angguk mengiyakan.

Ombak pantai Sago Pesisir Selatan terbaru

Kenangan Nampak Indah karena Keterbatasan Menemuinya

Kenangan ombak pantai Sago begitu membekas di memori nak Bujang karena di tempat tinggal sekarang, di perantauan di kabupaten Bogor, agak butuh effort untuk bermain sepuasnya di pantai.

Pantai terdekat yang bisa disambangi adalah daerah Ancol. Tapi ke sana harus melalui macet berjam-jam yang bikin lelah fisik dan hati. Sesampainya di sana, seringnya pantai sudah penuh oleh pengunjung lain. Bahasa perumpamaan untuk suasana pantainya ‘pantai udah kayak cendol manusia’. Kurang seru.

Kalau ke pantai di daerah Anyer, juga butuh waktu lumayan, berjibaku dengan macet untuk menyembanginya.

Jadi, wisata alam yang mudah disambangi di Kabupaten Bogor adalah beragam jenis curug atau air terjun.

Sementara kalau di kampung nenek, di daerah Pesisir Selatan sana, hanya perlu beberapa menit untuk menemui beberapa lokasi pantai yang bagus. Ya untuk bermain air, main ombak, main pasir, atau hanya sekedar duduk untuk memandang horizon nun jauh di sana.

Selain itu, karena di perantauan tiada perjalanan tanpa ditemani macet, maka perjalanan selama berada di kampung halaman nenek, mau hanya melihat hamparan sawah, pegunungan, yang langitnya selalu terlihat biru kalau tidak hujan, merupakan pemandangan menakjubkan bagi nak Bujang.

Sementara bagi sepupunya alias keponakan saya, yang tinggal di daerah Kepulauan Riau, pantai merupakan pemandangan harian biasa. Sementara untuk melihat keindahan air terjun, baru butuh usaha ekstra bagi mereka untuk menikmatinya.

Makanya, kalau pulang kampung, nak Bujang selalu antusias mengunjungi pantai. Sementara sepupunya pada B aja.

Begitupun dengan mengunjungi air terjun Bayang Sani yang ada di kampung nenek, sepupu pada antusias untuk berenang di sana. Nak Bujang responnya biasa aja.

Selain karena sudah sering berkunjung setiap pulang kampung, juga karena sering menemui curug yang penampakannya lebih beragam, yang ada di perantauan.

Oleh sebab itu, saat menyambangi pantai Sago pada Desember 2022 kemarin itu, sesampainya di pantai, para sepupu nampak kurang antusias.

Nak Bujang merasa gak enak hati, dia berbisik ke emaknya, “kalau pada gak mau ke pantai Sago, kan harusnya bilang di awal. Kesannya hanya buat nganterin aku main ombak. Tak kira semuanya pada suka main ke pantai. Kan juga udah pada nyiapin baju ganti? Gak seru ah”.

Hish, anak ini. Masih agak kurang fleksibel kalau rencana awal agak sedikit melenceng dengan pelaksanaannya.

Nak Bujang jadi setengah hati. Sementara dua orang sepupu termuda sudah bermain ombak, karena sudah diimingi bakal ditraktir makanan kesukaan oleh Bunda dan Ayahnya, syaratnya tentu setelah bermain ombak πŸ™‚ .

Karena respon yang didapat tidak seperti yang diprediksi, nak Bujang perlu sedikit dorongan dari Emaknya, baru akhirnya turun menyapa ombak pantai Sago yang deburannya membuat pikiran selalu terjaga, ‘Ini pantai loh’ ❀ .

Sudah sampai di pantai yang dari perantauan ingin disambangi, masa batal bermain ombak? Sayang atuh.

Silahkan tuntaskan semua rasa penasarannya terhadap ombak pantai Sago yang selama ini masih tertanam kuat diingatan.

Karena, masih banyak pantai-pantai cantik dengan pemandangan nan elok yang dapat disambangi, yang ada di sepanjang jalur lintas Pesisir Selatan dari arah Padang kota hingga perbatasan Bengkulu sana. Apalagi via jalan baru, jalur Padang – pantai Mandeh. Banyak pantai cantik yang seperti memanggil untuk dihampiri.

Setelah bermain dengan ombak di pantai Sago, rasa penasaran nak Bujang sudah tertuntaskan.

Berikut video serunya ombak di pantai Sago Pesisir Selatan Sumatera Barat

InsyaAllah kalau ada kesempatan pulang kampung berikutnya, mari kita bermain ombak di pantai-pantai lainnya.

Sayangnya, pada tanggal 27 Desember, saat mengunjungi panorama Mandeh, kita-kita belum juga diberi kesempatan untuk singgah ke gugusan pulau-pulau cantiknya.

Selain Nenek yang tidak memungkinkan nantinya untuk dibiarkan menunggu di atas kapal. Padahal tujuan pulang kampung kali ini adalah bersenang-senang, jalan-jalan di seputaran kampung bersama Nenek. Nenek adalah bintang utamanya pulang kampung kali ini, anak, mantu dan cucu-cucu adalah tim pengembira. Kebetulan, nak Bujang juga badannya anget, menunjukkan gejala mau demam.

Nak Bujang meriang, badannya bereaksi terhadap perubahan cuaca yang lumayan ekstrim di kampung, dari yang udara panas pada siang hari, tetiba sangat dingin pada malam hari. Apalagi hari hujan.

Belum lagi airnya jadi terasa tambah dingin. Pokok e dingin banget. Enaknya ngelingkar aja di bawah selimut, hehe.

Setelah diminumkan air hangat campur madu, kemudian istirahat, demam nak Bujang gak berlanjut. Gantian badan emaknya yang meriang. Emak dan anak badannya gak kuat dengan dinginnya cuaca di kampung.

Makanya, pulang kampung jangan pada musim penghujan, tapi pada musim durian, musim manggis, dan musim lainnya. Lah, kok ngelantur ke cerita pulang kampung? πŸ˜›

Jadi, pantai Mandeh dan keindahan viewnya cukup dilihat dari kejauhan aja. Lain waktu baru kita datangi satu persatu. Kali ini kita bercerita menuntaskan kenangan dengan ombak pantai Sago, sekaligus membuat kenangan dengan view Mandeh yang akan dituntaskan pada kesempatan berikutnya. Semoga.

Penutup

Pantai Sago sepertinya mengalami abrasi. Sayang banget. Semoga pihak pengelola dan Pemerintah Daerah menemukan jalan keluarnya. Agar pantai Sago di masa mendatang tetap menjadi salah satu objek wisata Pesisir Selatan. Tetap bisa disinggahi pengunjung yang ingin ke pantai dan mendengarkan suara ombak sekaligus bermain dan berkejaran dengan si ombak.

Salam jejak #wisata pantai Pesisir Selatan dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

Iklan

20 comments

  1. di pantai sambil menikmati semilir angin, memandang deburan ombak sambil bermain pasir jadi salah satu cara untuk healing yang recommended. hehe

    Suka

  2. Duhh.. saya belum pernah ke pantai di Sumatra, nih. Jadi pengen ke sana, Mbak. Apalagi daerah luar Jawa (selain Bali), banyak pantai yang masih asli dan belum tersentuh wisatawan. Berasa sedang di pulau milik sendiri, ya?

    Suka

  3. objek wisata ini memang masih alami, cuma kita juga gak bisa melawan alam yaa semoga aja masalah abrasi di pantai ini bisa menemukan solusinya biar orang yang berkunjung juga aman.

    Suka

  4. Main di pantai itu menyenangkan, entah dimana aja pantainya. Ombak dan air bisa menengkan pikiran. entah kenapa kalau ke pantai aku merasakannya.

    Suka

  5. Seru banget main ombak di pantai. Pantainya dikelilingi pegunungan ya, mba? Anakku juga pengin ke pantai lagi tapi belum ada waktu yang pas, apalagi setelah masuk sekolah TK.

    Suka

  6. untung masih ada video yang mengobati kangen ya. Sekarang sudah jaman digital memudahkan sekali untuk mengambil gambar dan video. Kalau dulu mesti pake video atau film foto ya. Duhhh… jadi pengen liburan dong akh

    Suka

  7. Kalau lihat pemandangan sawah dan pantai memang menakjubkan. Jadi healing sangat dari bisingnya setiap hari melihat macet hehe.
    Semoga pantai Sago ini terus terjaga kelestariannya

    Suka

  8. Kak, pesisir selatan itu daerah mana ya? Saya kayak baru denger. Maafkan, hehe. Tapi yang saya tahu kalo di Jabar, pantai selatannya bagus, kalau di bagian Utara Anyer lah yang paling bagus di banding pantai Utara lainnya. Nah pantai Sago ini aku juga baru tahu

    Suka

  9. Wah, kembali travelling ke pantai dan menikmati sapuan ombak Pantai Sago.
    Seru banget, tapi agak takut ya.. lumayan tinggi ombaknya.
    Ada anak-anak sampai berenang begitu, aman kah?

    Suka

    • Ombaknya lumayan tinggi, tapi tarikan baliknya gak begitu kuat, karena bibir pantainya landai oleh pasir.
      Tapi anak-anak tetap harus dalam pengawasan orangtua masing-masing tentunya.

      Suka

  10. mashaAllah jd kangen pantai nih, selalu menyenangkan kalau main di pantai, udaranya segar, bebas mai pasir dan jalan-jalan, jg pemandangannya selalu luar biasa

    Suka

  11. I feel you, dek. Karena memang begitulah. Kalau ada teman seperjalanan yang hanya memberikan setengah hati pada kunjungan itu bikin kitanya jadi bete. Malas juga ngapa-ngapain akhirnya. Jadi, akan sayang juga kalau nggak menikmati pantai. Padahal nggak mudah untuk datang berkunjung.

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.