Tips Menata Dapur Minimalis Fungsional yang Ramah Budget


Dulu, area dapur merupakan ranah privasi yang harus dijaga dari pandangan tamu saat singgah sebentar. Dapur merupakan ‘aurat’ rumah yang harus di jaga marwahnya.

Tapi sekarang, area dapur yang tertata rapi menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk menyambut tamu spesial yang sudah seperti bagian dari keluarga inti. Sembari menyiapkan kudapan atau camilan teman minum kopi, Tuan Rumah tetap bisa bercengkrama atau mengobrol tanpa tamu merasa ditinggal di area ruang tamu ‘sendirian’. Praktis, hangat, dan efisien.

Cara menata dapur minimalis ramah budget
Foto: Image Bing Creator by admin ysalma blog

Oleh sebab itu, memiliki dapur yang rapi, aestetik, dan fungsional adalah impian banget, termasuk bagi saya yang merupakan Emak-emak yang agak kurang kreatif memasak 😆 .

Tapi tau sendiri dong, merombak dapur yang sudah ada itu, butuh budget atau anggaran yang lumayan besar.


Menurut info yang saya baca, ada tips atau cara yang dapat dilakukan untuk menghadirkan dapur impian di rumah, yaitu dengan memilih konsep minimalis. Sehingga, setiap kita bisa menciptakan dapur yang super efisien tanpa harus menguras kantong. Kuy mari kita catatkan tipsnya sembari berdo’a dan menabung agar bisa menghadirkan dapur impian di rumah.

Cara Menata Dapur Minimalis Estetik yang Ramah Kantong

Ternyata, kunci utama dari dapur minimalis fungsional nan aestetik ada pada clever storage alias penyimpanan cerdas dan eliminasi atau menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan.

Mari kita telaah lebih lanjut cara menata dapur minimalis yang ramah di dompet!

1. Terapkan Prinsip Pilah Barang (Decluttering)

Sebelum membeli rak baru atau mengubah posisi meja, langkah pertama yang tidak memerlukan biaya yaitu dengan merealisasikan sebuah tindakan dari ide di kepala, yaitu memilah-milah barang.

  • Singkirkan barang ganda yang dimiliki!

Misalnya nih, apakah kita di dapur benar-benar butuh 3 buah talenan atau 3 buah blender? Hal itu pasti menyesakkan dan memakan tempat kan. Simpan satu yang terbaik, sisanya bisa dikasih ke yang membutuhkan atau dijual.

  • Cek Kedaluwarsa

Terkadang, saking semangatnya nyetok bahan atau bumbu dapur, malah ada yang nggak tersentuh atau hanya terpakai sedikit. Maka buang bumbu dapur atau bahan makanan yang sudah lewat tanggal penyimpanannya.

  • Pindahkan Barang Non-Dapur

Jangan biarkan obat-obatan, struk belanja, struk tagihan hidup lainnya, atau bahkan mainan anak menumpuk di area meja dapur (countertop).

2. Maksimalkan Ruang Vertikal (Dinding)

Jika luas lantai dapur yang kita miliki terbatas, maka tengoklah ke atas. Dinding dapur adalah aset berharga yang sering diabaikan.

Dibandingkan membeli kabinet gantung yang mahal, kita bisa menggunakan alternatif berikut ini:

  • Rak Kayu Terbuka (Open Shelving)

Kita bisa membeli papan kayu murah di toko bangunan, menghaluskannya, dan memasangnya dengan siku besi. Gunakan untuk menaruh mangkuk atau cangkir yang sering dipakai.

  • Pegboard Dinding

Harga pegboard dinding sangatlah terjangkau alias modal pegboard tidak mahal, tapi fungsinya luar biasa. Kita bisa menggantung panci, wajan, saringan, hingga sutil agar meja dapur tetap bersih.

  • Gantungan Magnetik Dinding

Pasang bilah magnet di dinding untuk menempelkan pisau dapur dan gunting. Praktis, aman, dan hemat tempat.

3. Atur Isi Kabinet dengan Wadah Seragam

Dapur minimalis sangat mengutamakan visual yang bersih dan menenangkan. Visual yang bikin ‘sakit mata’ biasanya terjadi karena bungkus kemasan atau botol bahan makanan yang warnanya saling bertabrakan.

Cara menyiasatinya dengan menggunakan atau memanfaatkan:

  • Botol/Toples Kaca Bekas

Jangan buang toples bekas selai atau kopi. Cuci bersih, lepas labelnya, dan gunakan kembali untuk menyimpan gula, garam, atau merica.

  • Keranjang Plastik Murah

Beli beberapa keranjang plastik senada, pilih warna netral seperti putih atau abu-abu di toko perabotan murah. Gunakan untuk mengelompokkan stok makanan di dalam lemari berdasarkan jenisnya.

4. Gunakan Strategi Zona Kerja

Agar dapur fungsional, tata letak barang harus mendukung alur memasak. Bagi dapur menjadi 3 zona utama, yaitu:

  • Zona Basah; merupakan area mencuci dan persiapan. Barang yang disimpan di sini seperti sabun cuci piring, talenan, pisau, dan tempat sampah.
  • Zona Memasak; merupakan area kompor. Barang yang disimpan di area ini terdiri dari wajan, panci, minyak goreng, serta bumbu-bumbu utama.
  • Zona Penyimpanan; merupakan area kulkas dan rak. Bahan yang disimpan di sini adalah makanan kering, piring, dan alat makan.

Tips Hemat Zona Kerja

Taruh bumbu yang paling sering digunakan, seperti minyak sayur, garam, dan gula di dalam satu nampan kecil di dekat kompor. Saat mau membersihkan area kompor, kita tinggal mengangkat satu nampan tersebut, tanpa harus memindahkan botol satu per satu.

5. Manfaatkan Sisi Dalam Pintu Lemari

Jangan biarkan pintu lemari dapur kita ‘menganggur’. Bagian dalam pintu bisa disulap menjadi tempat penyimpanan tambahan yang tersembunyi.

Pasang gantungan tempel (adhesive hooks) ekonomis di balik pintu lemari untuk menggantung tutup panci, kain lap, atau sarung tangan oven.

Kita juga bisa menempelkan wadah plastik kecil untuk menyimpan stok spons cuci piring.

6. Jaga Permukaan Meja Dapur (Countertop) Tetap Kosong

Aturan emas dapur minimalis adalah semakin sedikit barang di atas meja, semakin luas dan bersih kesan yang ditimbulkan.

Usahakan hanya barang yang digunakan setiap hari yang boleh bertengger di atas meja, misalnya rice cooker.

Barang yang hanya digunakan seminggu sekali seperti blender atau mixer sebaiknya disimpan di dalam lemari.

Meja dapur yang kosong juga akan membuat kita lebih leluasa dan bersemangat saat memotong bahan makanan.

Kesimpulan

Ternyata untuk menata dapur minimalis yang fungsional, tidak selalu tentang membeli barang-barang baru yang estetik di media sosial. Ini hanya tentang kreativitas memanfaatkan ruang yang ada dan disiplin untuk menjaga kerapian.

Semoga dengan modal minimal dan trik di atas, dapur yang kita miliki di rumah akan terasa lebih luas dan lebih bersih. Sehingga memasak pun jadi jauh lebih menyenangkan.

Bagaimana menurutmu, Temans? Sepakat juga dengan tips menata dapur minimalis ramah budget namun tetap estetik di atas, atau ada yang perlu ditambahkan lagi? Ditunggu masukannya ya. Terima kasih.

Salam jejak #Homey dari mata, rasa dan pikiran YSalma.

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)