[Resep] Olahan Lauk: Pindang Patin Tomat Hijau, Segar Sedap


Saya sebagai anak Sumatera bagian Barat yang kebetulan daerahnya tidak begitu jauh dari pesisir pantai dan diapit dua aliran sungai. Tentu saja hari-harinya terbiasa dengan olahan lauk dari ikan laut segar atau ikan air tawar. Tapi, saya kurang familiar dengan olahan ikan yang dikenal dengan sebutan ‘dipindang’.

Di daerah saya dibesarkan itu, ikan laut segar ataupun ikan air tawar seringnya diolah dengan cara digoreng, digulai (dengan santan), dibumbu kuning, dipangek (ikan ungkep, bumbu yang digunakan diencerkan dengan air tanpa santan), atau dibakar.

Ada juga ikan yang diolah seperti sup, akan tetapi ikan yang digunakan adalah ikan yang sudah dibumbui dan tetap digoreng terlebih dulu.

Setelah saya merantau, baru deh saya mengenal olahan ikan dengan cara dipindang. Ternyata ikan yang dimasak dengan cara seperti ini rasanya segar dan membuatnya pun mudah. 

Sebagai penyuka ikan tentu saja saya sangat menyukainya 😳 .

Pindang patin tomat hijau endes

Pindang Ikan, Khas Palembang Juaranya

Menurut KBBI, kata pindang memiliki arti, “ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar tahan lama”.

Pengertian secara awam (sederhana) kata pindang ini adalah olahan ikan yang direbus :mrgreen: .

Olahan pindang yang terkenal dan diakui oleh hampir semua lidah yang pernah mencicipinya tentu saja pindang patin khas Palembang.

Tentang Ikan Patin

Tidak semua olahan ikan patin itu bakal terasa sedap jika dimakan. Sebab kalau keliru sedikit mengolahnya, olahan ikan patin akan terasa masih berbau lumpur. Apalagi bagi lidah yang terbiasa dengan rasa ikan laut segar, pasti bisa langsung merasakannya.

Hal itu karena ikan patin yang populer di Indonesia adalah genus Pengasius. Merupakan jenis ikan air tawar yang dibudidayakan.

Oleh sebab itu, saat membeli ikan patin, pilih ikan patin yang masih segar dan dibudidayakan tanpa menggunakan antibiotik berlebihan. Sehingga tidak ada bahan kimia berbahaya pada dagingnya.

Tips mudah untuk mengetahui ciri ikan segar diantaranya dapat dilihat dari kondisi ikan secara keseluruhan. Misalnya mata ikan masih tampak bening, tidak memerah dan tidak berlendir. Insang ikan berwarna merah cerah, bukan merah gelap. Daging ikan saat ditekan terasa kenyal, dan tentunya bau ikan segar yang sangat khas.

Menurut wikipedia, sebutan ikan patin ini ditujukan pada sekelompok ikan berkumis (Siluriformes).

Dengan kata lain, ikan patin ini sejenis ikan lele dengan tekstur daging lembut dan rasa yang tidak terlalu hambar.

Ikan patin ini harganya sangat terjangkau dan juga memiliki kandungan gizi tinggi yang tentu saja dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.

Akan tetapi, tidak semua orang mau mengonsumsinya dengan alasan ribet mengolahnya dan hasilnya tetap masih bau tanah. Dan bisa jadi pada mengira kalau si ikan mirip lele ini ga begitu bergizi.

Manfaat mengonsumsi ikan patin secara umum:

Berdasarkan informasi yang saya baca, menurut peneliti, daging ikan patin mengandung lemak tak jenuh mencapai 50% dari total kandungan gizi yang dipunyainya.

Seperti yang diketahui, lemak tak jenuh ini manfaatnya dalam tubuh dapat mengurangi lemak jenuh. Lemak jenuh sendiri merupakan lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Oleh sebab itu, mengonsumsi ikan patin dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular, yaitu penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.

Seperti ikan yang lain, ikan patin juga kaya akan protein, yang tentunya sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta menambah massa otot.

Sedangkan kandungan fosfor dan kalsium dalam daging ikan patin sangat diperlukan untuk kesehatan tulang.

Ikan patin juga salah satu jenis ikan yang dapat direkomendasikan untuk menu ibu hamil dan makanan pendamping ASI (MPASI). Alasannya karena ikan patin juga mengandung DHA (Docosahexaeonic acid, asam lemak omega 3 yang penting untuk perkembangan organ tubuh bayi).

Banyak manfaat baik dari ikan patin, ternyata benar kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Tak mengetahui manfaat yang dikandungnya makanya masih enggan untuk memakannya.

Resep Pindang Patin Tomat Hijau yang endes

Aslinya contekan resep yang saya dapatkan dari teman ini bahannya menggunakan nanas dan belimbing wuluh sebagai ciri khas pindang patin pada umumnya.

Berhubung ketika saya niat mempraktekkannya susah menemukan nanas, apalagi belimbing wuluh (walau saya punya batangnya tapi ga berbuah lagi semenjak dipindah tempat. Mungkin belimbing wuluh melakukan aksi mogok berbuah). Akhirnya saya memilih mengganti kedua bahan tersebut dengan tomat hijau.

Ternyata, hasil olahan pindang patin dengan campuran tomat hijau atau tomat yang masih muda itu rasanya tetap okeh, segar dan sedap.

pindang patin segar
Saya juga pernah membuat pindang patin dengan nanas dan tomat hijau.

Malahan selama bulan Ramadhan pindang patin tomat muda ini jadi menu lauk andalan. Alasannya, karena mudah memasaknya, tinggal cemplung-cemplung, jadi. Rasanya boleh diacungi jempol *menurut saya dan keluarga ya, hahaha*.

Bahan pindang patin:

  • Ikan patin, 1 ekor ukuran sedang (bisa dipotong 5 bagian).
  • Nanas ukuran kecil, 1/2 buah (Ganti dengan tomat hijau 8 buah), potong-potong.
  • Belimbing wuluh, 4 buah, (Ganti dengan tomat hijau 4 buah), potong.
  • Daun kemangi, 1 ikat, siangi. (Bisa diganti dengan daun ruku-ruku atau holy basil. Daun ruku-ruku ini wajib ada dalam masakan olahan ikan khas Padang 😉 ).
  • Tomat merah, 1 buah, potong.
  • Cabe rawit merah, 10 buah, utuh.
  • Daun bawang, 1 batang, potong-potong.
  • Jeruk nipis, 1 buah, ambil airnya.

Bumbu yang digeprek:

  • Lengkuas, 1 ruas.
  • Sereh, 1 batang.
  • Daun jeruk, 4 lembar, buang tangkai daunnya.
  • Daun salam, 4 lembar.

Bumbu yang dihaluskan:

  • Bawang merah, 8 butir.
  • Bawang putih, 5 siung.
  • Kunyit, 1 ruas.
  • Jahe, 1 ruas.
  • Cabe merah keriting, 5 buah.
  • Kemiri, 2 butir.

Bahan tambahan:

Garam, gula pasir, kaldu bubuk (jika suka), secukupnya.
Kecap manis, jika suka, sedikit.

Cara Mengolah/Memasak:

  • Ikan patin yang sudah dicuci bersih lumuri dengan air jeruk nipis. Sisihkan.
  • Rebus air dengan takaran ikan terendam dalam panci memasak. Sambil menunggu air mendidih, tumis bumbu halus dan bumbu yang digeprek hingga wangi.
  • Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan air.
  • Masukkan ikan patin. Masak sebentar.
  • Kemudian tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk serta kecap manis jika suka.
  • Tambahkan tomat hijau pengganti nanas dan belimbing wuluh, cabe rawit, dan tomat merah.
  • Koreksi rasa.
  • Jika sudah matang, tambahkan daun kemangi (daun ruku-ruku) dan daun bawang. Aduk sebentar, kemudian matikan api.

Pindang patin siap untuk disantap. Sajikan pindang patin tomat hijau bersama nasi dan makan bersama orang tercinta.

Ssstt, ada yang bilang bahwa memasak itu bukan tentang apa yang dimasak, tetapi siapa yang memasak dan yang akan memakannya. Jika berniat untuk mengambil hati seseorang (baca: lelaki pujaan hati), maka taklukkan terlebih dahulu perutnya. Jika urusan perut sudah dikuasai, maka anggukan untuk hal lain akan terucap dengan mudah.

Kalau saya, lebih memilih tinggal makan aja, hahaha.

Selamat memasak dan menikmati hasilnya ❤ .

 

Salam – Jejak rasa #ragamkuliner.

One comment

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.