Daun Ruku-ruku, Salah Satu Rahasia Masakan Ikan Khas Padang


Daun ruku-ruku merupakan salah satu bumbu yang digunakan dalam olahan ikan berkuah pada masakan khas Padang. Daun ruku-ruku yang berpadu dengan daun kunyit, asam kandis, dan bumbu pelengkap lainnya, membuat gulai ikan dengan bumbu Padang semakin kaya oleh cita rasa. Acar makan bakalan jadi ‘nambuah ciek’ hahaha.

daun ruku-ruku muda
pucuk duan ruku-ruku

Hasil masakan ikan bumbu Padang yang kaya rempah, seolah menggunakan salah satu bumbu rahasia, padahal hanya menggunakan bahan-bahan dapur pada umumnya.

Fungsi dari daun ruku-ruku dalam olahan ikan yang berkuah adalah untuk meneteralisir bau amis ikan, serta menguatkan cita rasa. Kalau olahan ikannya menggunakan santan, maka daun ruku-ruku ini akan menambah rasa segar pada masakan karena aromanya yang tajam.

Kalau yang berasal dari suku Minang seperti saya, ketika awal-awal merantau dan harus memasak ikan, sempat agak kekelimpungan karena berasa hasil masakan ada yang kurang, sebab tidak menggunakan daun ruku-ruku. Tapi lama kelamaan lidahnya jadi terbiasa, hahaha.

Dulu, selain tanaman kunyit, tanaman ruku-ruku ini juga selalu ada di halaman sempit rumah saya. Untuk berjaga-jaga kalau kedua orangtua berkunjung dan harus masak ikan dengan bumbu lengkap. Soalnya nggak ada yang jual.

Selain itu, walau ada beberapa tetangga yang dari suku Minang, jarang yang punya tanaman ruku-ruku. Sebab, walau pohonnya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 100 cm, tapi satu pohon punya banyak ranting, jadi lumayan perlu tempat untuk menanamnya.

Makanya pada jarang yang mau nanam, sehingga nggak ada tempat untuk minta daun ruku-ruku kalau diperlukan. Mana untuk bumbu masakan hanya perlu sedikit, tapi berpengaruh pada rasa masakan secara kesuluruhan, tentunya bagi lidah yang sudah terbiasa 🙂 . Demi memuaskan cita rasa akan masakan asli daerah, maka bela-belain menanamnya.

Tapi, di tempat tinggal sekarang ada beberapa tetangga yang punya tanaman ruku-ruku. Yang punya tidak semuanya berasal dari suku Minangkabau, tapi mereka pencinta masakan Padang. Toss 🙂 .

Mengenal Daun Ruku-ruku atau Holy Basil

tanaman ruku-ruku rimbun
rimbunan tanaman ruku-ruku

Daun ruku-ruku atau nama kerennya holy basil merupakan tanaman yang masih berkerabat dengan kemangi dan selasih. Ketiganya ada dalam keluarga basil. Daunnya pada mirip, wangi daunnya juga mirip, hanya kepekatan rasa langunya yang sedikit berbeda.

Kalau menurut saya, daun ruku-ruku wangi dan rasa sepatnya ada di tengah jika disandingkan antara kemangi dan selasih. ( Selasih yang lebih sering diidentikkan dengan basil).

Daun kemangi seringnya dilalap. Karena rasanya tidak begitu sepat.

Sedangkan daun ruku-ruku penggunaannya lebih sering sebagai bumbu gulai ikan, juga asam padeh (asam pedas), dan pangek ikan dalam masakan Padang. Ada juga yang menjadikannya lalap, tapi rasa daunnya lebih pahit dibandingkan dengan kemangi.

Kalau selasih, lebih sering dimanfaatkan buah matangnya sebagai campuran minuman. Daunnya biasanya untuk penguat rasa pada olahan pasta.

Oiya, daun ruku-ruku (holy basil) bukan hanya sebatas penyedap masakan, tapi tumbuhan yang diperkirakan berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Asia Tenggara ini juga dipercaya mempunyai potensi khasiat kesehatan.

Hal ini karena terdapat beberapa kandungan baik dalam ruku-ruku atau holy basil ini, di antaranya klorofil, vitamin A, C, zat bezi, kalsium, dan juga zinc.

Yang tak kalah pentingnya, Bunga dari tanaman ruku-ruku ini juga cantik, kuntum kecil bersusun-susun dalam satu tangkai yang tegak. Kelopak bunganya berwarna putih dengan pinggiran keunguan. Pada bagian tengah tampak seperti benang warna putih dengan bagian ujung berwarna kuning cerah. Imut dan tentu saja wangi ❤ .

bunga ruku-ruku cantik
bunga mungil ruku-ruku

Jika bunga-bunga itu sudah menjadi buah, maka warnya menjadi cokelat gelap, kering, rontok dan tumbuh jadi tanaman baru. Jadi, perkembangbiakan dan tumbuhnya tanaman ruku-ruku ini termasuk mudah.

Manfaat Daun Ruku-ruku (Holy Basil)

Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum) dalam masyarakat India disebut dengan tulsi. Tanaman ini sering digunakan dalam upacara keagamaan, serta untuk pengobatan tradisional. Daunnya dimanfaatkan sebagai minuman teh herbal dalam pengobatan Ayurveda.

Daun ruku-ruku dipercaya mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Mengurangi Rasa Cemas

Dalam jurnal pengobatan Ayurveda (pengobatan kuno India menggunakan bahan herbal sebagai media pengobatan), ruku-ruku atau holy basil memiliki sifat antidepresan dan anti cemas.

Hal itu bisa terjadi karena hampir semua bagian tumbuhan ruku-ruku dapat bertindak sebagai adaptogen. Sedangkan adaptogen sendiri merupakan zat yang dapat membantu tubuh untuk menyesuaikan diri dengan stres, sekaligus merangsang keseimbangan kondisi mental.

Dengan kata lain, ruku-ruku jika dikonsumsi dalam takaran yang pas, dapat membantu memperbaiki suasana hati, membuat pikiran menjadi lebih tenang serta rileks.

Karena rasanya yang lebih pahit dibandingkan dengan kemangi, maka cara tepat mengonsumsi daun ruku-ruku jika bukan sebagai bumbu masakan, adalah dengan menjadikannya minuman teh. Daunnya diseduh dengan air hangat, kemudian diminum. Cukup 1 gelas sehari dengan sejumput daun ruku-ruku. Jangan banyak-banyak.

  • Membantu Menjaga Kondisi Lambung

Karena pikiran bisa tenang, bisa mengendalikan stres setelah meminum teh ruku-ruku, maka luka lambung yang dipicu oleh stres juga dapat membaik. Ruku-ruku dapat melindungi lambung karena dapat menurunkan asam lambung.

  • Menekan kolesterol jahat (LDL)

Ruku-ruku juga dimanfaatkan untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh. Daun ruku-ruku dapat memicu perubahan molekul lemak secara signifikan, membuat kadar kolesterol jahat (LDL) menjadi lebih rendah, dan kolesterol baik (HDL) menjadi naik.

Walaupun mempunyai banyak kegunaan, memanfaatkan ruku-ruku sebaiknya hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, bukan dalam rangka mengobati penyakit tanpa pengawasan tenaga ahli.

Resep Ikan Asam Padeh (Pedas) khas Padang

Beberapa waktu lalu saya tergiur oleh hijaunya tanaman ruku-ruku yang subur di salah satu halaman rumah tetangga. Saya pun meminta sedikit daun mudanya, untuk melepas kangen makan asam padeh ikan buatan sendiri ❤ . Berikut resep olahan ikan asam pedas yang saya gunakan:

ikan asam pedas khas padang
asam padeh ikan dan bumbunya

Bahan:

  • Ikan salam segar ukuran sedang 2 ekor (bisa dipotong 5 bagian), bersihkan. Bisa menggunakan ikan janis lain, seperti ikan tongkol, ikan banjar, dsbnya. Syaratnya harus segar, biar rasanya mantap.
  • Serai, 1 batang, keprek
  • Daun kunyit, 1/2 lembar
  • Asam kandis, 3 keping
  • Daun ruku-ruku, 3 potekan tangkai bagian yang muda
  • Garam, secukupnya
  • Air, secukupnya

Bumbu Halus:

  • Cabe merah keriting 30 buah (sesuai selera)
  • Bawang merah, 5 buah
  • Bawang putih, 2 siung
  • Jahe, 1 ruas
  • Lengkuas, 1 ruas
  • Kunyit, 1/2 ruas
  • Kemiri, 2 butir
  • Ketumbar, 1/2 sdt

Cara Memasak:

  • Haluskan semua bahan bumbu halus.
  • Tuang bumbu yang sudah dihaluskan ke wajan untuk memasak yang ada tutupnya. Tambahkan air secukupnya, tambahkan garam, aduk rata.
  • Tambahkan serai geprek, daun kunyit, asam kandis, dan daun ruku-ruku.
  • Masukkan ikan. Posisi ikan terendam oleh bumbu yang sudah diberi air.
  • Tutup wajan, masak dengan api sedang.
  • Setelah mendidih, koreksi rasa, jika kurang tambahkan garam. Karena di keluarga kecil saya bukan murni lidah Minang, maka saya juga menambahkan sejumput gula pasir. Kemudian masak hingga ikan matang.
  • Lauk ikan asam padeh bumbu daun ruku-ruku siap disantap.

Temans YSalma sudah pernahkah mencoba menggunakan daun ruku-ruku dalam masakan ikan? Bagaimana cita rasa masakannya menurut seleramu sob, apakah suka?

Salam dari jejak ragam kuliner.

One comment

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.