Dibalik Kabut Misteri Kehidupan


Kabut Misteri, Akankah 'Pengeran/Bidadari Kahyangan' ikut turun?

Kabut Misteri, Akankah ‘Pengeran/Bidadari Kahyangan’ ikut turun?

Dibalik Kabut Misteri Kehidupan saat mulai menyelimuti kaki bukit dimana suhu bumi perlahan menurun.

Mempersiapkan diri secantik dan sewangi mungkin dengan wudhu. Bertelanjang kaki, ku turun kejalan setapak. Meninggalkan riuhnya ‘rumah kehidupan‘. Menyambutmu dengan suka cita, dalam pelukan penuh kehangatan.

Aura misteri perlahan ikut merayapi emosi pertemuan kita. Suara burung malam terdengar sayup. Tubuhku menggigil dalam dingin, tapi jiwaku membara, penuh gejolak kemesraan saat rindu bisa dituntaskan dalam sebuah penyerahan.

Airmata perlahan meleleh membasahi pipi, saat menyadari ‘kesucian‘ yang tak lagi terjaga dengan baik. Cahaya bulan yang menyembul, kerlip bintang di langit menambah kesyahduan penyatuan ini.

Kabut misteri kehidupan perlahan beranjak meninggalkan, bersamaan dengan sinar matahari yang mulai menerangi bumi. Sayup di kejauhan, suara ayam jantan berkokok. Menandakan geliat denyut kehidupan sudah dimulai.

Hati berdesir, akankah ada sebuah kesempatan lagi. Sebuah pertemuan dan penyatuan jiwa tanpa syarat bisa dilakukan dalam syahdu?

Aku selalu merindukan saat kabut mulai menyelimuti kehidupan bumi, dengan kandungan masing-masing misteri di dalamnya.

Apakah kau juga merindukannya πŸ˜• .

Iklan