Instrumen Investasi Populer dan Menguntungkan untuk Pemula


Hari ini, Selasa, 30 Agustus 2022 saya sedang duduk menunggu panggilan nomor antrian untuk membayar PBB. Telinga saya tiba-tiba menguping pembicaraan dua orang bapak-bapak yang duduk di depan saya. Mereka membahas bisnis yang dilakukan secara personal serta memutar uang yang dimiliki dengan membeli rumah untuk kemudian dijual kembali. Investasi properti yang sangat menguntungkan dan sudah populer dari dulu, khususnya untuk pemula.

Instrumen investasi populer yang mengungtungkan

Investasi dari Usia Muda!

Bapak-bapak yang saya ‘curi dengar’ pembicaraannya karena mereka ngobrolnya kencang, padahal jarak saya duduk lumayan jauh, sekitar 2.5 meter di depan mereka. Telinga saya auto kepo mendengar topik menarik, wkwkwk

Awalnya mereka membahas besaran Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dibayarkan. Bapak yang lebih muda antusias bercerita kalau dia membeli rumah dari hasil pesangon waktu kerja di pabrik. Sekarang dia menjalankan bisnis membuat tahu sendiri.

Bapak yang lebih berumur tak kalah semangatnya membahas rincian bayaran PBB rumah-rumah yang sempat dibelinya, lokasinya tersebar di berbagai tempat. Saat ini dia sedang ngantri membayar PBB untuk rumah yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kantor pembayaran PBB.

Beberapa tahun lalu dia membelinya murah, saat perumahannya masih tahap awal pengembangan. Dia beli yang tipe kecil secara cash. Sekarang rumahnya disewakan, setahun 12-15 juta. Secara hitungan matematis, uang yang dikeluarkan untuk membeli rumah sudah lama balik hanya dari hasil mengontrakkan rumah tersebut. Sementara itu kondisi rumah juga terawat. Boleh dibilang dia tinggal menikmati hasilnya saja.

Si Bapak juga bercerita kalau sebelumnya dia juga sempat membeli rumah di perumahan baru yang akan dibangun jadi kota mandiri. Dia beli hanya untuk investasi, tidak berniat untuk ditempati. Setelah beberapa tahun, rumahnya dia jual lagi. Untungnya juga sangat lumayan. Padahal kawasan perumahannya belum sampai 50% terbangun.

Bapak yang usianya muda terkagum-kagum, dia nyelutuk, “berarti bisnis bapak boleh dibilang beli jual rumah ya.”

Bapak yang lebih berumur tertawa sambil menurunkan maskernya, dia semakin semangat berbagi pengalaman tentang investasi rumah yang mendatangkan keuntungan finansial untuknya.

Si Bapak baru ngeh jika caranya memutar uang yang dimilikinya dengan membelikan rumah, disebut bisnis setelah mendengar respon dari Bapak yang lebih muda.

“Hobi saya membeli rumah dan kemudian menjualnya setelah beberapa tahun, bisa disebut sebuah bisnis ya. Saya sebenarnya dari muda memang sudah senang beli rumah di perumahan yang baru dibangun. Dulu awal mulai beli di daerah Karawang, setelah beberapa tahun saya jual, untungnya lumayan. Beli lagi di daerah Cikarang Baru, saya jual lagi. Pernah juga di daerah Tangerang. Saya jadi senang melakukannya karena untungnya itu”

Si Bapak nampak mengingat-ingat kegiatan beli dan jual rumah yang sudah dilakukannya, “Saya beli rumah yang tipe kecil, yang termasuk rumah subsidi. Sebenarnya gak boleh ya, karena peruntukan rumah subsidi kan untuk keluarga yang kurang mampu, sementara saya termasuk kategori mampu. Tapi sama developer malah disodor-sodorin, mungkin karena saya membelinya cash kali ya.”

Si Bapak mempunyai rasa agak kurang enak karena membeli rumah bersubsidi, yang tujuannya bukan untuk ditempati, tapi murni investasi atau mendapatkan keuntungan beberapa tahun kemudian. Untung dia beli hanya satu rumah di satu perumahan. Gimane ceritanye mereka yang punya duit banyak ye? Apalagi kalau mikirnya untuk investasi seperti si Bapak. Yang benar-benar membutuhkan rumah subsidi bisa gak kebagian ya? *otak emak mulai julid 😛 *.

Saya yang menguping pembicaraan kedua bapaks tentang bisnis dan investasi yang mereka lakukan dari usia muda, jadi membathin sendiri, ‘Doh, salut sama dua bapaks ini. Gw waktu muda uang hanya habis untuk hilir mudik keluar masuk mall. Gak punya tabungan, boro-boro investasi, tapi ego tinggi banget. Waktu muda ada di lingkup geng yang berpikir mending ngontrak atau kost daripada beli rumah yang subsidi’.

Dulu berada di lingkungan teman-teman dengan tipikal anak muda yang lumayan idealis di jamannya. Bahasa lainnya, anak muda agak sedikit songong dan minta ditimpuk, hehehe.

Sekarang, setelah jadi emak-emak yang hanya penampakannya yang masih nampak muda, baru agak nyesel. Apalagi setelah dikomplain sama anaknya yang sudah beranjak remaja, “emak ngakunya pinter, tapi gak punya investasi selain rumah yang sekarang ditempati? Hellooow.” *Anak mulai songong nih! 😛 *

Etapi, berpegang pada prinsip-prinsip yang diyakini, termasuk dalam investasi dan menjalankan bisnis yang dipilih, pada akhirnya tetap melegakan. Apalagi kalau meyakini bahwa jika bukan rezeki, mau jungkir balik sekeras apapun mengusahakannya tetap tidak akan membawa keuntungan. Walau ikhtiar dengan maksimal tetap sebuah keharusan ye 🙂 .

Obrolan kedua Bapaks di atas berhasil membuat kepala saya kembali mengingat informasi tentang investasi yang ‘dijejalin’ oleh seorang Teman.

Bagi kamu yang masih muda dan ingin melakukan investasi sebagai investor pemula di usia muda, yuks disimak instrumen investasi yang kudu diketahui dan dapat dijadikan pilihan.

Pilihan Instrumen Investasi Populer serta Menguntungkan dari Dulu

Instrumen investasi merupakan media atau wadah yang digunakan seseorang atau pelaku usaha untuk mengoptimalkan aset (harta) yang dimiliki dalam jangka waktu tertentu

Saat ini banyak instrumen investasi yang dapat dijadikan pilihan. Sebagai investor pemula hanya perlu jeli memilih investasi yang cocok. Sebab investasi yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok bagi yang lainnya.

Hal yang juga harus dipertimbangkan ketika memutuskan memulai investasi diantaranya, tujuan investasi, profil risiko, serta jangka waktu investasi yang akan dipilih.

Jika merujuk jangka waktunya investasi dibedakan menjadi investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Salah satu ciri yang dapat dijadikan acuan untuk investasi jangka pendek diantaranya investasi memiliki sifat sangat likuid (bisa diubah menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis) dan mudah dijual kembali.

Kekurangan investasi jangka pendek adalah return (tingkat keuntungan yang didapatkan investor) yang lebih rendah.

Sedangkan investasi jangka panjang memerlukan modal yang lebih besar, juga perlu waktu lama untuk mendapatkan return. Return yang dihasilkan lebih tinggi jika dibandingkan investasi jangka pendek, tapi risikonya juga tinggi.

Yang namanya investasi, tentu tujuannya dapat menghasilkan keuntungan. Berikut beberapa instrumen investasi yang dari dulu populer dijadikan pilihan dan menguntungkan, bahkan bagi investor pemula sekalipun.

  • Emas (Logam Mulia)

Risiko investasi emas cukup rendah dan mudah diuangkan kembali. Investasi emas sudah dilakukan sejak dulu. Emas termasuk instrumen investasi paling konvensional.

Orangtua saya dulu investasi emas dalam bentuk perhiasan. Ada yang dipakai sehari-hari dan ada yang disimpan. Dari investasi emas ini Ibunda bisa membayar biaya menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada tahun 1987 silam.

Sekarang investasi emas dapat dilakukan dalam bentuk emas batangan.

Risiko investasi emas tentu saja pada penyimpanannya, sebab emas mampu membuat silau mata yang melihatnya. Untuk penyimpanan sendiri di rumah lumayan bikin deg-degan. Amannya menyewa deposit box di bank, tapi perlu biaya sewa lagi.

  • Properti

Melakukan investasi dalam bentuk properti saat ini tidak pernah rugi, karena harganya terus naik. Orang yang memerlukan rumah terus bertambah, sementara tanah untuk membangun properti masih segitu aja. Akan tetapi, untuk mendapatkan dana segar dengan cepat, investasi properti kurang cocok, sebab menjual properti memerlukan waktu. Tapi jika memiliki dana lebih, investasi properti sangat menjanjikan.

Cara aman investasi properti seperti yang dilakukan si Bapak di atas, beli rumah di perumahan secara cash. Kemudian setelah beberapa tahun jual kembali atau rumahnya disewakan jika berada di lokasi yang strategis. Eits, tapi jangan beli rumah yang bersubsidi ya? Kurang elok jika kamu mampu, kurang keren. Nurani harus tetap dijaga agar kebebasan finansial yang ingin didapatkan nanti benar-benar terasa manis.

Karena return yang didapatkan dari investasi properti memerlukan kurun waktu yang lama, maka investasi ini termasuk jenis investasi jangka panjang.

  • Deposito

Deposito merupakan produk bank yang menjadi investasi favorit pertama bagi investor pemula. Mirip tabungan tapi dengan suku bunga yang lebih tinggi dan ada waktu jatuh tempo untuk dapat mencairkannya.

Jika tabungan bisa diambil atau ditarik kapanpun diperlukan, maka deposito ada jangka waktu yang mengikatnya. Selama belum jatuh tempo, uang yang didepositokan tidak dapat diutak-atik.

  • Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh seorang investor. Dengan kata lain, saat kita membeli saham, itu artinya kita membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan yang mengeluarkannya. Semakin banyak saham yang dibeli, semakin besar persentasi kepemilikan perusahaan yang didapatkan.

Return dari investasi saham diperoleh dari pertumbuhan nilai saham dan dividen (pembagian laba). Dividen diambil dari return yang diperoleh perusahaan. Akan tetapi, ada perusahaan yang tidak membagikan dividen kepada investor-nya, karena return yang didapatkan perusahaan digunakan untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Investasi saham termasuk instrumen yang menjanjikan alias potensial, akan tetapi juga berisiko tinggi. Sebelum membeli saham kudu mempelajarinya terlebih dahulu.

  • Reksa Dana

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang bersifat kolektif, yang mana dana beberapa investor dikumpulkan dan dikelola oleh sebuah badan hukum yang sering disebut Manajer Investasi. Biasanya pihak pengelola akan menginvestasikan dana investor pada unit instrumen investasi yang ada di pasar modal.

Sebagai investor kita hanya menyerahkan dana, nanti Manajer Investasi yang akan mengelola uang tersebut agar memperoleh keuntungan.

Saya dijejali informasi reksa dana ini saat berusia 20-an oleh seorang Teman. Tapi saat itu masih keder dengan risiko yang menyertainya dibalik return tinggi yang dijanjikan.

Ada beberapa jenis reksa dana yang sering ditawarkan oleh seorang Manejer Investasi, seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran dan reksa dana index.

Reksa dana saham merupakan reksa dana yang memiliki risiko yang lumayan, sedangkan reksa dana pasar uang risiko terbilang rendah, tapi tetap ada risiko yang menyertainya.

So, sebelum menjatuhkan pilihan harus paham betul instrumen investasi yang dipilih.

Pernah dengar kasus seorang nasabah sebuah bank yang kaget ‘kehilangan uangnya’, dia bermaksud memilih investasi deposito, tapi entah karena kurang paham saat dijelaskan jenis-jenis investasi, yang ditandatanganinya justru salah satu investasi reksa dana. Apesnya investasinya merugi.

Selain instrumen investasi di atas, saat ini sejalan dengan perkembangan teknologi, banyak pilihan instrumen investasi yang menawarkan beragam kemudahan. Investasi dapat dilakukan melalui sebuah aplikasi yang didownload di ponsel pintar. Investor tinggal memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko yang dimiliki.

Ssstt, profil risiko itu maksudnya indikator atau tingkat kemampuan seorang investor dalam menoleransi suatu risiko saat melakukan investasi.

Intinya, investasi itu harus membuat diri merasa tenang, tidak hanya secara finansial tapi juga tenang secara emosi. Investasi selalu mengingat ungkapan bahwa telur tidak boleh ditaruh dalam satu keranjang.

Bagaimana Temans, sudah berapa banyak instrumen investasi yang dipunyai? Sudah merasakan keuntungan terbaik dari investasi pilihan yang mana? Boleh dong sharing untuk pembaca blog ini.

Terima Kasih.
Salam dari jejak #investasi dari mata, rasa dan pikiran admin ysalma.com. Selamat mengelola keuangan dan aset yang dimiliki agar terus bertumbuh dan membawa keberkahan.

23 comments

  1. Aku termasuk agak terlambat untuk investasi, karena mindsetnya masih menabung aja. Padahal menabung beda ama investasi. Makanya belajar dan mulai investasi sejak muda deh, biar engga rugi juga, asal investasi…

    Suka

  2. Sampe sekarang aku tetep yakin invest paling aman itu emas sih ka, gatau kenapa emang safe haven banget. Kalau properti kudu banyak wang hahaha, saham risiko tinggi, yhaa emas aja

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.