4 Makanan & Camilan Khas Jawa Tengah, Cocok Untuk Semua Lidah


Makanan dan Camilan Khas Jawa TengahMakanan & camilan yang merupakan khas Jawa Tengah dan boleh dibilang langsung cocok untuk semua lidah yang pernah mencicipinya. Tentunya ini berdasarkan cecapan subjektif lidah Sumatera di rumah saya πŸ™‚ .

Tak dapat dipungkiri, bahwa lidah Minang yang terbiasa dengan masakannya yang kaya bumbu, dan umumnya hanya menggunakan tambahan garam untuk penguat rasa, tanpa gula. Akan sangat lumayan lama penyesuaiannya dengan masakan Jawa. Apalagi makanan dan camilan Jawa Tengah yang dominan manis. Belum lagi rasa pedas yang berasal dari rawit.

Bahan utama masakannya boleh saja sama, akan tetapi rasa setelah pengolahan sangatlah berbeda.

Misalnya saja sayur nangka.

Masakan Jawa Tengeh yang terkenal diolahnya menjadi sayur gudeg yang berasa manis. Makanan tradisional yang khas.

Sementara, masakan Minang diolahnya menjadi sayur berkuah santan dengan atau tambahan cacahan daging, bernama “gulai cubadak” alias gulai nangka. Salah satu makanan yang selalu tersaji pada acara pesta/ baralek.

Lidah masyarakat dari kedua daerah tersebut akan merasa asing ketika mencicipi sayur nangka daerah lain untuk pertama kalinya.

Saya aja yang sudah lumayan bangkotan berada di Pulau Jawa, dan teman hidup juga orang Jateng, hingga saat ini tidak semua gudeg bisa ketelan tanpa harus menggidikkan bahu :mrgreen: .

Begitu juga sebaliknya, keluarga teman hidup saya lumayan sering pada bergumam, ‘masak kok kayak mau bikin jamu bahan-bahannya’ 😳 .

Itu tanda beragamnya jenis kuliner tradisional Nusantara.

Etapi, ada jenis makanan dan camilan dari daerah Jawa Tengah yang langsung cocok dengan lidah Minang YSalma. Malah jadi langsung ketagihan.

1. Tongseng

Sejenis gulai, dengan bahan utama daging kambing. Akan tetapi ada juga yang menggunakan daging sapi, kerbau, dan daging ayam.

Tongseng Salah Satu Makanan Khas Solo

Ciri khas lain dari gulai satu ini adalah campuran irisan sayur kol dan tomat.

Sementara bumbu yang digunakan adalah bumbu standar oseng-oseng seperti bawang putih, garam, lada, kecap, dan taburan bawang goreng.

Pertama nyoba, lidah saya langsung merasa akur dengan rasanya. Tidak bikin blenek.

Diantara berbagai varian tongseng yang ada, saya lebih menyukai tongseng daging sapi.

2. Lenjongan

Sejenis jajanan pasar yang terdiri dari beberapa kue basah, seperti ketan hitam, getuk lindri, tiwul, serta cenil warna wari. Kadang juga ada klepon. Lenjongan disajikan dengan sepincuk daun pisang serta diberi toping parutan kelapa setengah tua dan taburan gula pasir atau siraman gula merah.

Taburan gula pada parutan kelapa tergantung selera.

Lenjongan Camilan Tradisional Jawa

Kue tradisional satu ini jika dibuat sesuai dengan cita rasa aslinya, akan membuat lidah selalu kangen untuk mencicipinya.

3. Babat Gongso

Jenis makanan dari olahan babat (‘daleman’ atau perut hewan), melalui proses ungkep dan tumis (gongso).

Namanya bahan dasarnya perut hewan, yang merupakan tempat penampungan makanan serta ampasnya. Jika kurang pintar mengolahnya, bisa ga kemakan hasil masakannya karena berbau amis yang menyengat.

Kalau di daerah Minang, biasanya babat ini diolah menjadi gulai. Sedangkan olahan babat Jawa Tengah digongso tanpa menggunakan santan.

Pertama kali nyoba. Sebelum mencicipinya, hanya mendengar proses memasaknya yang hanya ditumis, saya sempat membayangkan bakal bergidik memakan masakan ini.

Tapi ternyata enggak. Rasanya enak. Malah menurut saya ini adalah salah satu olahan babat yang boleh juga menurut lidah orang awak 😳 .

4. Brambang Asem

Makanan ini sekilas mirip dengan pecal karena bahan dasarnya adalah rebusan sayuran hijau yang diberi bumbu.

Sayuran utama yang digunakan adalah daun ubi jalar. Rebusan sayur ini kemudian disiram atau dicocol dengan sambal.

Sambalnya tidak menggunakan kacang tanah seperti bumbu pecel. Melainkan terdiri dari ulekan rawit, terasi, gula jawa, brambang bakar (bawang merah) dan tentu saja asam jawa (asem).

Brambang Asem Makanan Khas Jawa Tengah

Bahan bumbu siram yang digunakan ini, selain sebagai pembeda cita rasa dengan pecel, sekaligus juga mewakili nama makanannya, brambang asem.

Rasa makanan satu ini sangat segar.

***
Lidah YSalma berkenalan pertama kali dengan keempat jenis makanan khas Jawa Tengah di atas, tentunya di daerah Solo. Kepala saya langsung mengingat namanya. Siapa tau bisa menemukannya di daerah lain, tentunya di tempat makan yang dikelola oleh orang Solo 😳 .

Jenis makanan dan camilan nomer satu hingga tiga, masih banyak ditemukan di warung makan di daerah Jawa Barat. Akan tetapi, yang brambang asem saya belum menemukannya.

Jika mengunjungi suatu daerah, untuk mengagumi keindahan alam serta mencari tahu tentang budayanya, akan lebih lengkap jika dilakukan sembari memanjakan lidah dan mengenyangkan perut dengan makanan khas ataupun camilan jajanan tradisionalnya.

Kalau menurut temans, makanan khas Jawa Tengah apakah yang jadi rekomendasinya dan bisa masuk untuk semua lidah yang mencobanya pertama kali.

Iklan

15 comments

  1. Cenil dan lopis, mendoan khas banyumas, sroto sokaraja (soto dgn bumbu kacang) bisa dicoba kalau mampir Purwokerto πŸ˜„

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.