Nginap di Bogor? Jangan Lewatkan Petualangan Singkat ke 2 Lokasi Anti Mainstream Ini!


Serasa Bidadari Curug Country_YSalma
Beberapa waktu lalu, saya sempat jadi tour guide adik yang datang dari Sumatera. Dia sedang melakukan perjalanan meeting bisnis di Bogor. Sebagai kakak yang sudah menjadi warga Bogor coret selama enam tahun terakhir, saya tentu berusaha memaksimalkan waktunya yang tak leluasa itu. Pagi jalan, sore sudah kembali lagi ke penginapan.

Tentunya, tanpa melupakan hal yang paling utama, yaitu mampir sebentar ke pondok saya tinggal ❤ . Sebisa mungkin menerapkan peribahasa, sambil menyelam minum air dalam berkegiatan.

Kerjaan lancar, silaturrahim terjalin, petualangan singkat ke 2 lokasi anti mainstream di sekitar Bogor juga sukses terlaksana.

Kemana Kita 😉 ?

1. Curug Country / Curug Jodoh / Pesona Tanjungrasa

Itu adalah nama dari satu curug. Curug ini berlokasi di desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Curug yang disebut-sebut sebagai miniaturnya air terjun Niagara ( Niagara Falls).

Curug Country Bogor_YSalma

Seru kan, cukup dengan dua setengah jam perjalananan lancar dari Bogor kota, sudah bisa menyaksikan keindahan alam yang masih alami.

Kenapa Memilih Curug Country Sebagai Lokasi Anti Mainstream di Bogor?

Bogor kota dan Bogor kabupaten menyimpan banyak destinasi wisata alam, yang sudah sangat umum di kenal masyarakat luas. Sebut saja wisata yang berada di sepanjang jalan raya Puncak.

Padahal, banyak lokasi wisata alam lain yang ada di wilayah kabupaten Bogor bagian Timur. Tapi, masih agak asing terdengar. Contohnya seperti green canyon mini di curug Ciomas.

Nah, curug Country ini juga salah satu curug keren yang lokasinya lumayan dekat dari tempat tinggal saya.

Curug Jodoh Pesona Tanjungrasa_YSalma

Berdasarkan info yang saya dapat, aksesnya mudah, track-nya tidak terlalu rumit. Masih ramah dengan emak-emak berjiwa sedikit petualang 😛 .

Alasan yang tak kalah pentingnya adalah, saya belum pernah ke curug ini sebelumnya 😆 .

Artinya, saya menjadi pemandu dengan rasa penasaran petualangan yang masih tetap terjaga *pemandu nekat namanya ini* :mrgreen: . Enggak dong, kan sebelumnya sudah mencari info selengkap mungkin.

Menuju Lokasi Curug Country

Kami jalan dari hotel tempat adik saya menginap, sekitar pukul 7, setelah sarapan. Masuk pintu tol Baranangsiang, melintasi tol Jagorawi, dan keluar pintu tol Cibubur. Satu setengah jam perjalanan, sampailah di tempat saya tinggal. Kami turun dan tak lupa membayar ongkos pada supirnya 😳 .

Nginap di Bogor_YSalma

Sekitar pukul 10, saya mengajak adik jalan menuju curug Country dengan menggunakan sepeda motor. Tentunya dengan dipandu oleh Google map.

Kami melintasi jalan raya Transyogi Cileungsi – Jonggol. Dari Jonggol ambil arah Cariu. Pada pertigaan pasar Cariu, ambil yang arah kanan, Cariu – Cianjur. Kurang dari 9 km akan terdapat plang kecil di pinggir jalan, bertuliskan Pesona Tanjungrasa dengan arah tanda panah menuju jalan kecil di seberang kanan.

Karena saya jalannya bukan di hari libur, jalanan sangat lancar. Hanya bertemu satu dua truk pengangkut tanah, atau batu yang datang dari sekitar Cariu.

Kami pun berbelok ke arah kanan, menuju jalan yang tidak terlalu lebar itu, tapi cukup lega untuk kendaraan roda empat. Langsung disambut oleh jalan menanjak, dengan rumah penduduk di kiri kanan, serta beberapa villa. Jalanan secara keseluruhan cukup mulus.

Sebenarnya, dari belokan itu hanya sekitar 6 menit lagi yang diperlukan untuk sampai ke curug Country. Lokasinya berada di sebelah kiri jalan.

Akan tetapi, karena saya bingung membaca belokan ke kiri yang menuju curug, sempat salah belok. Saya mengambil jalan menurun yang lumayan hancur. Ternyata itu kavlingan tanah orang 😳 .

Ketika mutar arah lagi, pertigaannya malah terlewatkkan.
Hadeh!
Padahal, sudah menoleh ke arah jalan tersebut, tapi karena kondisi jalannya agak kurang meyakinkan juga, seperti jalan masuk ke area perkebunan gitu. Saya jadi agak ragu.

Akhirnya, kami memutuskan untuk singgah ke warung yang tak jauh dari pertigaan.

Sambil ngemil, saya bertanya tentang lokasi pasti dari curug Country pada pemilik warung.

Nama Curug Yang Berganti – Ganti & Lokasinya di Belakang Area Rubun

Begitu tahu tujuan kami, Pak Slamet si pemilik warung malah semangat bercerita tentang curug Country.

Pesona Tanjungrasa Bogor_YSalma
Pertigaan yang barusan kami lewati memang arah yang benar menuju curug. Kondisi saat ini, curug dalam pembenahan, akan tetapi masih bisa dikunjungi.

Curug ini sebenarnya berada di kawasan belakang sebuah rubun (rumah kebun / rumah perkebunan) milik pengembang PT. Pesona Tanjungrasa.

Pak Slamet dulunya bekerja sebagai tenaga keamanan saat pembangunan rubun tersebut. Ketika terjadi krisis, proyek yang katanya masih dikomandai oleh salah seorang kerabat keluarga Cendana, tidak lagi melanjutkan pengembangan lebih jauh. Akan tetapi, semua kavling dari rubun tersebut sudah terjual semua.

Bahkan, tanah – tanah kosong sepanjang jalan di kiri kanan, dan depan warung pak Slamet, sudah dimiliki oleh orang kota semua.

Makanya, awal curug itu dikenalkan kepada umum dengan nama Pesona Tanjungrasa. Kemudian, manajemen pengembang rubun berganti. Nama curugnya berubah menjadi “curug Country”.

Undakan Curug Country Bogor_YSalma
Setelah banyak remaja – remaja dari sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi, pada ramai datang berkunjung dan berbasah-basah di curug, pulangnya mereka seperti dimudahkan untuk urusan jodoh. Akhirnya, curug pun dikenal dengan nama “curug Jodoh”.

Sekarang ini, curug kembali diperkenalkan dengan nama awalnya, “Pesona Tanjungrasa”.

Saya bertanya, apakah curugnya masih dikelola oleh pihak manajemen rubun.

Pak Slamet mengatakan bahwa rubun sudah serah terima pada masing-masing pemilik. Sehingga, curug Pesona Tanjungrasa sudah dikelola oleh desa dan penduduk setempat.

Saat ini, sedang dilakukan pembenahan dengan membangun jalan lain yang tidak terlalu curam. Semua itu diharapkan agar bisa mengembalikan pamor curug. Karena, dengan kondisi sekarang, akan semakin kalah bersaing dengan tempat pemandian berfasilitas, berbentuk waterboom, yang baru buka, yang tanda penunjuk arahnya bertebaran di sepanjang jalan menuju curug.

Tenang pak Slamet, selama dikelola secara profesional, dalam artian pengunjung nyaman. Wisata alam yang tidak begitu banyak campur tangan manusia, akan selalu ada yang mencarinya. Apalagi kalau aksesnya lumayan bagus.

Saya juga memastikan ke pak Slamet, apakah curug itu alami atau buatan pengelola rubun?

Pak Slamet menjamin bahwa curug Country itu buatan alam. Dulu, waktu airnya banyak, curug sangat indah.

Cerita Mistis Curug Country

Pak Slamet juga bercerita bahwa percaya tidak percaya, banyak kejadian mistis yang sudah ia lihat selama curug ini dibuka untuk umum.

Curug Country Jodoh Pesona Tanjungrasa_YSalma
Ada anak kulih, gak lulus-lulus. Suntuk. Sebelum ikut ujian kesekian kalinya lagi, refresing ke curug. Mandi-mandi sembari berucap bahwa jika lulus, dia akan datang lagi ke curug ini sembari memotong ayam. Kemudian pulang, menjalani hari, kuliah seperti biasa. Lulus.

Eh, dia lupa dengan ucapannya di curug. Ga menunggu lama, si anak kulihan mengalami gangguan jiwa. Depresi berat. Akhirnya, ibunya mencari tahu. Si anak dibawa lagi ke curug dan melaksanakan apa yang sudah diucapkan. Menurut pak Slamet, itu anak langsung sehat.
Wallahu a’lam.

Ada juga kisah lainnya, punya usaha salon, tapi sepi. Datang mandi-mandi ke curug sembari berucap, jika salonnya ramai sepulang dari curug, dia akan motong kambing di daerah curug.

Entah kebetulan atau tidak. Salonnya ramai. Ucapannya pun dilunasi.

Eh, ga berapa lama, balik lagi ke curug. Curhat sama pak Slamet, katanya dia ga kuat melayani tamu di salon yang dia punya, saking ramainya. Akhirnya, sambil mandi – mandi bilang lagi, salonnya cukup ramai biasa aja, sehingga dia juga bisa menikmati hidup. Sekarang ini, bisnisnya lancar, kehidupannya juga baik. Jika ada waktu, nyempetin main ke curug.
Hmmm.

Foto Curug Jodoh Pesona Tanjungrasa_YSalma
Ada lagi yang rutin mengunjungi curug dari negeri jiran. Kalau sudah datang, pak Slamet dibuat pusing. Soalnya, itu tamu selama di sana, setiap tengah malam selalu berbasah-basah dan ketawa-ketawa sendiri di bawah air curug. Mungkin, merasa seperti menikmati kembali masa kecil yang bermain air tanpa beban. Damai.

Belum lagi yang mengunjungi curug dengan sikap pongah. Jalan petantang petenteng. Akhirnya, malah mengelinding jatuh saat turun. Batal deh acara menikmati keindahan curugnya.

Karena ekspresi kami yang mendengar hanya mengangguk-angguk saja. Pak Slamet mengoreksi ceritanya, “ma’af nih, mba. Sebenarnya, kita bukannya ga percaya agama yang kita anut. Tapi, bagi yang percaya, itu mungkin salah satu bentuk ikhtiar.”

Saya tersenyum memaklumi, “mungkin, pak. Setelah mandi-mandi di air curug, dengan suasana alami yang tenang. Hati yang selama ini risau, jadi lebih ikhlas. Sehingga, apapun yang dilakukan, atau usahakan menjadi lebih fokus, terarah dan terencana. Yang menjual jasa, lebih memberikan pelayanan terbaik pada customer-nya.”

Pak Slamet juga sepakat dengan asumsi saya itu.

Iyalah. Jangan sampai, keindahan alam yang ada membuat kita jatuh dalam prilaku musyrik. Seharusnya, justru semakin menyadarkan diri, bahwa kita manusia hanyalah bagian kecil dari makhuk-Nya.

Saya bertanya juga ke pak Slamet, apakah cerita mistis curug berlaku juga untuk penduduk setempat. Beliau mengatakan bahwa penduduk sekitar, minumnya dari air curug. Udah ga mempan.

“Oooo”.

Track dan Jalan Saat ini ke Curug Country, Memang Perlu Perhatian Pengelola

Setelah membayar camilan dan minuman di warung pak Slamet, kami pun melanjutkan perjalanan.

Berbelok ke jalan yang aspalnya sudah mulai agak mengelupas. Bahkan, di beberapa titik ada yang tergenang air bekas hujan.

Jalan Menuju Curug Country_YSalma

Jalan masuk rubun ini awalnya menurun, kemudian menanjak. Ada pertigaan kecil, belok kiri hingga bertemu gerbang batu sebuah kavling perumahan lagi.

Pada jalur ini, pohon palem yang ada di kiri kanan jalan sudah tumbuh tinggi.

Oiya, rumah – rumah yang dilewati memang berada di tengah kebun yang luas.

Dapat dilihat juga secara kasat mata bahwa rubun tersebut didominasi oleh bahan kayu terbaik.

Ruas Jalan dekat Lokasi Curug Country_YSalma

Kalau menurut cerita pak Slamet di warungnya tadi, kayu yang dipakai adalah kayu ulin. Itu artinya, yang punya rubun adalah mereka yang berduit semua. *ya iyalah, mak. Emang rubun bisa dibeli pakai daun?*

Di ujung jalan, kita akan bertemu bundaran. Pada salah satu sisi berdiri plang bertuliskan, “PT. Pesona Tanjungrasa”. Ada juga papan yang ditulis dengan cat ala kadarnya, “curug Jodoh” dengan panah ke arah kanan.

Penanda Pesona Tanjungrasa_YSalma

Ternyata, di pojokan jalan yang ke arah kanan itu, ada saung yang berfungsi sebagai pos jaga. Di tempat ini kami dihentikan, disodorkan tiket masuk @ Rp. 10,000.

Kami di arahkan agar mengikuti jalur yang ke kiri setelah melewati pos jaga ini.

Tak berapa jauh, kami sampai di area agak kosong, dekat sebuah warung, di samping pagar kavling salah satu rubun.
Hijaunya dedaunan melambai di depan mata.

Hijaunya Keindahan Alam Sekitar Curug Country_YSalma
Lokasi dekat area parkir

Kami memastikan apakah ini titik menuju curug Country dengan bertanya pada ibu penjaga warung. Si ibu mengiyakan, sembari menunjuk tangga setapak di sebelah warungnya.

Saya sempat bertanya lagi, apakah lokasi curug masih jauh. Si ibu mengatakan bahwa curug tidak jauh lagi. Ada di bawah.

Hmm,, ini hal yang tidak umum. Biasanya curug disambangi dengan jalan mendaki. Baru arah baliknya jalan menurun. Tapi, curug country ini, kita harus menuruni anak tangga agar bisa mencapainya.

Setelah menitipkan motor ke si ibu warung. Kami pun menuruni anak tangga.

Tangga Turun ke Curug Country_YSalma

Awalnya, kami melangkah dengan begitu bahagia.

Enak banget jalan ke curug ini. Undakan tangganya sudah di semen. Pemandangan hijau, walau tumbuhannya terlihat tumbuhan yang ditanam oleh pengelola rubun sebelumnya. Tapi, suasana alaminya tetap terjaga.

Baru setengah jalan. Anak tangga semen sudah tak ada. Yang ada jalan setapak tanah yang dinaungi oleh rindangnya tanaman bambu. Suara gemericik air mulai terdengar.

Ternyata lagi, setelah jalan setapak di sebelah tanaman bambu, ada jalan tanah yang lumayan tajam turunannya. Berupa undakan-undakan anak tangga juga, tapi hanya dari tanah. Terlihat licin, karena sebelumnya basah oleh air hujan.

Tangga Tanah Turun ke Curug Country

Apabila tidak menggunakan sandal yang tapaknya bisa mencengkram, bakal susah menuruni anak tangga tanah ini.

Di pinggir bagian tebing dipagari bambu. Tapi, setelah saya pegang, tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai pegangan.

Karena kami anak kampung yang dulunya lumayan terbiasa masuk hutan, akhirnya nyari-nyari akar pohon yang nongol sebagai pegangan pada sisi satunya.

Yups, kami berhasil melaluinya.

Satu belokan lagi, bertemu dengan jembatan bambu yang sepertinya baru.

Jembatan Bambu Baru di Curug Country_YSalma
Hmm, pantesan tadi di jalan, saat mengisi bahan bakar motor, dan bertanya ke ibu penjual tentang curug Country *sebelum ke warung pak Slamet*. Si ibu bilang bahwa dia mendengar, belum lama ini jembatan bambunya rubuh. Disebabkan kelebihan beban yang menyebrang. Ga tau apa sudah diperbaiki atau belum.

Melihat kondisi jembatan bambunya, berarti pengunjung yang datang, agak kurang memperhatikan kondisi jembatan yang akan dilalui. Sebab, jembatan baru ini aja, kalau menurut saya, harus dilewati bergantian.

Jika tidak ada jembatan, aliran air curug yang memisahkan dua bukit kecil, dasarnya berbatu lumayan lebar. Sangat bisa dilalui. Asalkan berhati-hati.

Curug Indah Yang Tersembunyi di Lembah. Kekurangan Air?

Dari jembatan bambu, lanjut dengan jalan setapak yang agak nanjak sedikit. Berbelok ke kiri, langsung terlihat undakan curug Country dari balik dedaunan.

Curug Country Tertutup Dedaunan_YSalmaSaat mau berbelok turun ke jalan setapak terdekat, ada laba-laba besar dengan jaringnya yang menghadang.

Kami memilih mundur. Tak mau mengganggu rumah laba-laba tersebut. Kami memilih rute turun yang agak memutar.

Rute ini ternyata melewati pondok-pondok penjual makanan. Ada satu ibu yang membuka pondoknya. Setelah ‘permisi’ untuk lewat pada si ibu, kami turun agar lebih mendekat ke curug.

Area seputar curug sudah dilantai dengan susunan batu yang diikat semen. Sayangnya sudah pada ditutupi lumut. Mungkin, karena lembab. Mana musim penghujan, dan juga berada di area yang teduh oleh dedaunan pohon yang tinggi.

Saat saya berkunjung, air curug tidak sebanyak yang terlihat di foto-foto yang sudah tayang di dunia maya. Bahkan, aliran air yang dibawah jembatan bambu, yang barusan dilewati, boleh dibilang hampir mengering.

Aliran Air Curug Country Mengering_YSalma
Bahkan, di bagian area kolam, warna airnya tampak keruh. Mungkin karena endapan tanah akibat sudah jarang kaki-kaki yang berenang mengaduknya.

Aliran air ke bagian bawah, juga sudah hampir mengering.
Di bagian agak ke bawah lagi, memang terlihat kalau pinggiran aliran curug sedang dirapikan.

Menurut ibu penjual warung dekat curug, memang sedang dilakukan penataan.

Nanti, kalau sudah jadi, jalan menuju curug dari arah bawah. Tidak lagi dari tempat kami datang. Pondok-pondok pedagang juga bakal dipindahkan lokasinya.

Jika hari biasa, seperti hari kami berkunjung ini, curug sepi. Paling hanya beberapa orang yang datang. tetapi jika Sabtu Minggu atau hari libur, lumayan banyak yang datang untuk foto-foto.

Walaupun debit airnya berkurang dari biasanya. Menurut saya curug yang berundak ini, secara keseluruhan merupakan salah satu hasil bentukan alam yang sangat luar biasa.

Lokasi Anti Mainstream di BogorKami pun berfoto-foto, bak bidadari yang sedang turun untuk mandi di lembah pebukitan yang ada curugnya *emak-emak halu* 😆 .

Saat selesai, mau balik ke tempat parkir motor, baru deh terasa track yang mendaki. Lumayan mempercepat kerja jantung. *emak-emak sok berpetualang 😛 *.

Sesampai di warung tempat parkiran, kami memutuskan untuk duduk sebentar sembari mencicipi goreng pisang buatan bu warung yang masih hangat.

Setelah membayar camilan dan uang parkir motor sebesar RP. 10,000, kami meneruskan perjalanan diiringi rintik hujan.

2. Terpesona Hijaunya Keindahan Alam Gunung Batu

Arah balik dari curug Country, setelah berada di jalan alternatif Cianjur-Cariu, saya memilih belok ke kiri di sebuah pertigaan yang ada plang penunjuk arah ke Gunung Batu. Kawasan yang beberapa waktu lalu sempat ramai diperbincangkan di dunia maya.

Plang Penunjuk Arah ke Gunung Batu Jonggol_YSalma
Jalan yang dilalui lumayan mulus, naik turun mengikuti kontur perbukitan, serta berkelok-kelok.

Pemandangan sepanjang perjalanan jauh terasa lebih adem, dibandingkan melewati jalan pada jalur utama Cariu. Udara juga terasa sangat segar.

Adik saya sampai berkomentar, “hanya berbelok jalan dikit, tapi suasananya lumayan kontras. Jalan yang ini masih sangat sepi dan adem banget.”

Tiga puluh menit perjalanan, kami sampai di pertigaan yang ada informasi arah untuk pos pendakian ke gunung Batu di desa Sukaharja, kecamatan Sukamakmur, kabupaten Bogor.

Kami mengambil belokan ke kanan, tanda panah menunjukkan pos pendakian 2. Kalau lurus, tertulis pos pendakian 1, sedangkan ke kiri untuk pos 3.

Saya ngambil yang arah kanan, hanya untuk mencari tempat pepotoan yang agak dekat Gunung Batu yang terlihat garang itu.

Gunung Batu Bogor_YSalma
Beberapa menit, saya sampai di bawah perbukitan Gunung Batu di sisi kiri jalan, dan sungai kecil di sebelah kanan jalan. Sayup-sayup terdengar suara batu-batu dinaikkan ke truk.

Kami berhenti dan berfoto sebentar.

Melihat lanjutan jalan yang akan dilalui tampak semakin menanjak, dan melewati pebukitan yang lumayan lebat. Saya memutuskan untuk berbalik arah ke pertigaan sebelumnya. Ini salah satu kelebihan kalau jalan menggunakan sepeda motor. Ga perlu ribet untuk mutar balik 😆 .

Kami akan memilih arah lurus dari pertigaan kami datang sebelumnya.

Lokasi Anti Mainstream Kabupaten Bogor_YSalma

Ternyata, ga berapa jauh dari pertigaan, ada pos 1 (utama) untuk pendakian ke Gunung Batu (2.800-an ft). Kami berhenti lagi sebentar. Hanya untuk melihat pemandangannya.

Terkenang Masa Muda

Puncak gunung batu yang ada di seberang jalan tampak mulai ditutupi kabut. Emak-emak hanya termangu menyaksikan cepatnya perubahan cuaca yang menutupi puncak gunung Batu.

Emak-emak cukup terkesima. Adik saya sampai ingat masa muda, saat pernah melakukan pendakian ke gunung Marapi (9.800-an ft) di Sumatera Barat. Gunung Batu tampak sebagai sebuah bukit.

Kabut Puncak Gunung Batu Jonggol_YSalma

Akan tetapi, emak tak punya persiapan untuk mendaki gunung. Belum lagi sudah membawa tentengan baju basah. Yang namanya mendaki perbukitan, ataupun pegunungan, track-nya sudah pasti tidak bisa dianggap enteng. Harus diniatkan dari awal untuk melakukan pendakian.

Hmmm,,, mungkin lain kali harus balik lagi.

Gunung Batu sepertinya lumayan bisa menguji adrenalin pendakian emak-emak yang bukan lagi wanita muda *emak-emak iseng* :mrgreen: .

Oiya, gunung Batu ini seringnya disebut dengan gunung Batu Jonggol. Padahal, lokasinya tidak berada di kecamatan Jonggol, tapi kecamatan Sukamakmur. Dua kecamatan yang bersebelahan.

Kabupaten Bogor Luas! Ibarat Perawan Yang Belum Bersolek

Pemandangan Hijau Kabupaten Bogor_YSalma

Selanjutnya, kami meneruskan perjalanan yang masih ditemani oleh hamparan hijau perbukitan, menuju arah Jonggol. Semakin mendekati Jonggol, semakin banyak bertemu truk-truk mengangkut tanah dan batu.

Selain itu, juga banyak ditemui plang penunjuk arah ke beberapa curug. Salah duanya, rute alternatif arah Cipanans dengan curug Ciherang dan Cipamingkis-nya.

Adik saya sampai bergumam, “Gila. Ini baru sebagian kecil dari kabupaten Bogor di bagian Timur. Kenapa di tv selalu kawasan Puncak yang ramai dan padat merayap ya?”

“Itu tempat wisata yang sudah dikelola secara profesional. Sehingga umum dikunjungi. Kalo yang ke arah sini, masih termasuk lokasi yang anti mainstream. Masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Yang datang, memang niat menjelajah alam, yang masih muda, atau yang masih merasa muda 😳 “.

Sekitar pukul 16 WIB, kami sudah sampai kembali di penginapan.

Perjalanan singkat yang sangat mengesankan.

Referensi Menginap (Hotel) di Bogor

Oiya, ketika adik saya mengabarkan ada perjalanan ke daerah Bogor, dan bertanya-tanya tentang pilihan hotel. Saya menjawab sambil membuka aplikasi Pegipegi. Tentunya sembari mengingatkan, bahwa dia bukan sedang dalam rangka liburan, tapi perjalanan karena pekerjaan.

Hotel Murah dekat Stasiun Bogor Pegipegi_YSalma

Saya menyarankan untuk mencari hotel di Bogor yang dekat dengan kantor yang akan dituju. Tapi juga mempunyai akses yang mudah dan cepat ke Bandara, serta stasiun kereta api. Biar nanti bisa ngacir sebentar ke Tanah Abang untuk wisata belanja. Tentunya jika masih merasa kurang puas mengubek-ngubek Tajur 😳 .

Selain itu, juga harus sesuai budget, tapi bukan hanya sekedar asal hotel murah. Setidaknya mendapat gambaran tentang fasilitas yang disediakan. Ada fasilitas ibadahkah, kolam renang khusus wanita, atau kamar dengan view kota Bogor barangkali.

Hotel di Bogor via Pegipegi_YSalma

Yang tak boleh terlupakan, hotel harus dekat dengan mini market, juga tempat kuliner. Lumayan buat mengirit biaya makan, sekaligus bisa mencicipi kuliner khas Bogor. Adik saya menyetop omongan saya dengan mengatakan bahwa dia akan men-download sendiri aplikasi Pegipegi itu 😳

Setelah bertemu di Bogor, adik saya mengatakan bahwa okeh juga referensi yang saya berikan.

YSalma gitu lho 😆 .

Kesimpulan.

  • Wisata alam, walau agak jauh, akan tetapi, setelahnya selalu bisa mengetuk rasa syukur di sudut hati. Betapa kita hanyalah noktah kecil yang bernafas dan berfikir di permukaan bumi. Otak akan kembali fresh untuk menjalani rutinitas.
  • Melakukan perjalanan ke suatu daerah, walaupun judulnya petualangan, tetap harus direncanakan dengan baik. Agar bisa mengeksplorasi beberapa tempat yang masih satu arah. Minimalkan nyasar, untuk memaksimalkan waktu.
  • Dengan kondisi track ke curug Country saat ini, curug ini kurang cocok untuk anak-anak. Kecuali nanti kalau sudah selesai pembenahan. Okeh banget buat ngadem bareng keluarga.
  • Pilih penginapan atau hotel yang sesuai budget, lokasi strategis, dengan fasilitas yang tak mengecewakan.

Pesona Curug Country Bogor_YSalma

So, apakah Anda sudah mengetahui tentang wisata alam yang masih tersimpan, di lokasi tempat Anda tinggal?
Jangan ragu untuk melakukan petualangan singkat ala Anda dengan orang tercinta tentunya 🙂 .

Kapan kita kemana? #pegipegiyuk #eh ❤ .

 

Iklan

10 comments

  1. akses ini paling penting ya mbak kalau ke suatu tempat.
    Aku pernah ke suatu tempat, di Nusa Penida aksesnya jelek banget tapi semua terbayar dengan pemandangan yang luar biasa indah. Kita sebut ini hidden heaven, hehehe.
    BOgor emang terkenal dengan wisata alamnya ya….

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.