Catatan Tentang Seorang Anak Laki Remaja Abege di Usia Puber


Sudah lumayan lama saya tidak menuliskan cerita tentang si anak bujang yang sudah mulai beranjak abege. Banyak catatan tentang masa pubertas yang terlewatkan begitu saja karena si emak lupa. Begitu ingat, si emak merasa itu topik bahasan yang basi. Akhirnya malas menuliskan. Padahal, lumayan banyak yang bisa dijadikan pengingat bagi emak dan anak lain yang tidak atau belum mengalaminya.

Saat ini, menurut saya, anak laki yang mulai memasuki masa puber abege atau remaja, mempersiapkan mentalnya hampir sama dengan mempersiapkan anak remaja perempuan sebelum mereka sampai kemasa itu. Karena ada perubahan fisik juga yang akan mereka alami.

Saat itu terjadi, sangat penting terbangunnya komunikasi anak dengan orangtuanya.

Beruntung, si anak bujang hingga detik ini masih terbiasa bercerita semua hal pada orangtuanya.

Sehingga, saat dia mendapat ilmu baru tentang ciri-ciri perubahan fisik lelaki atau wanita yang sudah akil baliq dan apa saja yang bakal dialami, dia juga memberitahu orangtuanya dengan cara menganalisa fisik emak bapaknya. Tentunya menurut kacamata dia.

Jika ada yang masih mengganggu pikirannya, dia pun melontarkan pertanyaan mencari jawaban. Diskusi atau tanya jawab tentang mimpi basah, datang bulan dan hal-hal yang menyertainya pun dimulai.

Kami sebagai orangtua pun mengingatkan tanggungjawab dia nanti setelah memasuki usia akil baliq itu, sebagai pribadi dan makhluk sosial.

Saat itu, karena dia belum memasuki akil baliq dan sesuai materi pelajaran IPA, juga bahasan ditempat ngaji, si junior bertanya dengan enteng, sembari senyum-senyum mengatakan perubahan fisik yang akan dialami anak laki-laki dan anak perempuan yang memasuki masa puber atau usia akil baliq.

Anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, jakun akan terlihat di leher, suara berubah jadi lebih berat, tumbuhnya rambut dikemaluan, ketiak dan kumis. “Pokoknya bakal terlihat keren deh,” katanya 😳 .

“Kalau anak perempuan yang memasuki masa puber akan mengalami datang bulan alias menstruasi, pinggul, payudara akan membesar dan juga tumbuh rambut di kemaluan dan ketiak. Ternyata, maksud dari iklan di tivi ‘oh bulan datanglah’ itu ditujukan untuk wanita yang mau haid yaa, Mam.” 😳 .

Si anak lanang pun mengeluarkan suara dengan mengatakan bahwa anak perempuan enak, ada masa tidak harus puasa dan sholat ketika bulan Ramadhan. Saat emaknya mengingatkan bahwa puasa itu wajib diganti dilain waktu. Si anak lanang pun nyengir.

Bahasan kemudian berpindah pada kewajiban mandi wajib dan tata caranya.

Kalau untuk urusan mandi ini, teorinya sudah mantap, tapi pelaksanaannya masih perlu terus diingatkan. Main air bisa berlama-lama, tapi untuk mandi harian masih kucuk-kucuk asal cepat beres πŸ˜₯ .

Sekarang, usianya masih 13 tahun, tapi semua perubahan fisik yang akan dialami anak laki-laki yang sedang pubertas sudah terlihat.

Catatan Anak Usia Pubertas Yang Mulai Abege

Foto yang susah diajak serius

Perubahan Apa Saja Yang Dialami Anak Laki Pubertas?

Suara Mulai Pecah (Lebih Berat)

Emak sudah kehilangan suara imut-imut anaknya yang menenangkan jiwa. Awal-awal, sempat dikira karena batuk, karena kadang suara kanak-kanaknya masih dominan. Akhirnya menyadari bahwa si anak sudah masuk usia pubertas. Dia suka mengangetkan emaknya dengan suara besarnya ituh 😳 .

Tubuhnya Semakin Tinggi Menjulang

Minggu kemaren saat jalan pagi, si anak bujang bertanya dengan menggunakan majas ironi, “kenapa mama semakin hari semakin pendek? πŸ˜† “.
Mamaknya tentu saja mendelik, “mama mah segitu-segitu aja, tubuhmu yang semakin tinggi.”
Si anak lanang pun senyum-senyum sembari mengukur-ukur tinggi badan emak dengan menggunakan tangannya.

Sekarang dengan senang hati dia juga menggumamkan kata-kata kalau tinggi itu keatas bukan kesamping. Karena dia pernah juga merasakan berbadan sedikit ‘subur’ 😳

Wajah Mulai Ditumbuhi Jerawat

Emaknya sudah mengingatkan untuk rajin membersihkan wajah. Si anak bujang dengan entengnya mengatakan kalau jerawat diwajah itu adalah proses yang dialami seorang anak remaja. Mamaknya nyantai ajalah. Kalau anak perempuan sudah mulai perlu perawatan wajah ekstra yaa.

Mulai Ingin Tampil Beda (Masih Mencari-Cari)

Dulu si anak bujang termasuk tipikal yang ikut-ikutan dalam memiliki sesuatu. Temannya banyak memakai itu, dia juga ingin. Dua hari dilupakan. Akhir-akhir ini dia mulai mencari jam tangan yang sempat dimilikinya, yang sempat rusak karena diotak-atik, ternyata talinya sudah terpisah-pisah. Dia bingung kenapa jam yang hanya dipakai beberapa kali itu bisa bernasib begitu. Mamaknya tentu saja merepet agar dia bisa menjaga barang-barang yang dimiliki. Tau salah, dia hanya diam dan mencari alternatif lain.

Mulai menggunakan pomade rambut atas keinginan sendiri. Dulu meminta pomode karena disuruh guru memakainya untuk merapikan rambutnya yang kaku, tapi tidak mau dipotong pendek. Saya sebagai emak lebih menyarankan dia untuk memotong pendek rambutnya *emaknya kurang suka ngelihat rambut yang basah dan kaku oleh minyak :p *.

Mulai Serius Menekuni Kegiatan Yang Disukai

Mungkin bermain game adalah hal yang mengkhawatirkan para emak diera sekarang ini terhadap anak-anaknya. Anak bujang saya termasuk penyuka kegiatan ini.

Saya yang kegiatannya juga lebih banyak di depan laptop, mana mungkin mempan melarang anaknya untuk menjauh dari kegiatan tersebut :mrgreen: .

Solusinya, sebagai emak saya mengarahkan dia untuk belajar hal lain dari game yang dimainkannya.

Dulu, seperti anak kebanyakan sekarang sempat ingin menjadi youtuber, tapi kemudian dia lebih asyik main game. Masih berubah-ubah. Bahkan saya sempat membuat catatan penyebab akun you tube miliknya dinonaktifkan google.

Manfaat lain dari hobi satunya ini, si anak bujang jadi lebih menghargai uang.

Dulu, waktu tahu konpensasi yang diterima emaknya dalam sebuah postingan bersponsor, dia suka ngetawain.

Sekarang, setelah mulai bisa membuat karakter dari game yang disukainya, kemudian menawarkan jasa pada teman-teman onlinenya dengan barter pulsa, dia mulai tahu bahwa tidak ada yang di dapat secara instan dan mudah. Semua perlu proses πŸ™‚

Begitulah catatan seorang emak tentang anak laki remajanya yang sedang abege.

Temans yang sudah mempunyai anak remaja yang sudah melewati masa pubertas, atau kamu yang sudah punya pengalaman melewati masa itu dalam waktu yang belum terlalu lama ini, hal penting apa lagi yang pernah kamu alami? Boleh dong kita saling berbagi informasi πŸ™‚ .

Iklan