Hari dan Sore Pertama di 2017


Hari pertama di 2017 ini jatuh pada hari Minggu, yang kerja dan ga ngambil cuti, mungkin liburnya jadi ga nambah panjang oleh tanggal merah tahun baru, tapi itu bukan alasan untuk tidak bersemangat.

Sedang bagi mereka yang sedang kasmaran dengan hidupnya, tentu sudah melewati malam pergantian tahun sekaligus malam mingguan dengan berbagai kegiatan mengasyikkan, bukan kemana & melakukan apa, tapi dengan siapa momen istimewa itu dilalui.

Saya punya sedikit catatan tentang malam pergantian tahun 2016 ke 2017.

hari-dan-sore-pertama-2017

Semburat jingga itu harusnya selalu bisa melembutkan kembali hati yang sempat mengeras oleh rutinitas harian.

Karena hanya di rumah saja *undangan pesta sunatan di libur kali ini sangat banyak, belum lagi syukuran lahiran dan nikahan* dan bakar-bakar jagungnya juga sudah di hari sebelumnya, emak pun melewati malam dengan mindah-mindah channel nonton film yang diputer di tv, yang menarik menurutnya.

Anak lanang minta ijin mau begadang, bukan mau ikutan heboh diluar rumah, tapi mau ikutan live streaming bermain game dengan beberapa temannya. Sekali-sekali, bolehlah.

Pukul 24.00 WIB kurang beberapa menit, di luar rumah sudah mulai terdengar kehebohan petasan dan kembang api. Tepat di detik-detik pergantian tahun, suara petasan semakin keras. Anak lanang turun dan bilang dia mau melongok kehebohan yang terjadi diluar rumah. Saya hanya tersenyum.

Baru nyampe teras, dia sudah masuk ke dalam rumah lagi sambil mengeluh, “yaa, udara jadi bau, bikin nafas jadi sesak, Mam. Ga sepadan dengan warna-warni di langit. Mending lihat kembang api virtual aja.”

Emak manfaatin kesempatan untuk ngoceh ke anaknya, “tau kan, kembang api itu bagusnya dilihat dari jauh aja. Kalau main petasan di lingkungan tempat tinggal, jadi membuat polusi udara dan suara. Kan ga semua orang menghabiskan malam pergantian tahunnya dengan kehebohan seperti itu. Coba kalau ada yang lagi kurang sehat atau orang tua yang jantungan, kemudian kumat karena kaget. Gimana hayoo. Belum lagi kalau sampahnya dibuang sembarangan.”

Si anak lanang hanya mengangguk aja mengiyakan, secara keindahan warna-warni kembang api itu ga seindah kalau dilihat dari kejauhan. Dia lagi males mendebat emaknya 😳 .

hari-pertama-2017-dan-sore-cerah

Bumi dengan hamparan gunung di kejauhan, berpadu dengan arak-arak  awan menghias langit. Kau manusia, hanyalah titik kecil diantara keduanya.

Siang pertama di 2017 matahari terasa lebih menyengat, mungkin karena bedan masih ada pengaruh efek begadangnya.

Sore harinya, karena cuaca cerah dan udah lama ga gowes, saya memutuskan untuk keliling dengan bersepeda santai.

Ternyata, di sepanjang jalan, sangat rame muda-mudi yang bergerombol menghabiskan sore, pemuda segerombol, pun begitu dengan pemudinya, semuanya menunduk melihat ponsel ditangan mereka masing-masing :mrgreen: . Juga ada kelompok keluarga yang bercengkrama santai duduk di pinggir jalan, di area lahan yang masih tanah kosong, yang ditumbuhi dengan sedikit ilalang, sambil menikmati keindahan sinar matahari sore, langit dan awan.

Saya melihat wajah-wajah penuh semangat menikmati sore hari pertama di tahun baru.

Hmmm, bahagia itu ternyata benar-benar sederhana, dan ada disekitar.

hari-dan-sore-pertama-gowes-2017

Jika kau mau melihat kesekelilingmu, banyak hal yang bisa membuatmu bersyukur dan tersenyum karena masih diberi kesempatan untuk menyaksikan keindahan ciptaan-Nya.

Menjepret beberapa keindahan langit sore dengan kamera ponsel, kemudian melanjutkan gowes sambil senyum-senyum sendiri *untung ga ada yang memperhatikan, kalau ga, kan bisa dikira,,,,, 😆 *

Setelah magrib, masih terdengar beberapa bunyi petasan. Mungkin pada menghabiskan stok kembang api yang udah dikebeli sebelumnya 😀 .

Bagaimana dengan hari  dan sore pertamamu di tahun 2017 ini temans?

Iklan