Kisah #UsiaCantik : Menerima dan Menjalani Hidup Dengan Ikhlas


#UsiaCantik : Bukan seberapa tebal make-up di wajah, tapi bagaimana kau menerima & menjalani hidupmu dengan ikhlas – YSalma.

Cantik itu bukan tanpa kekurangan dan kelemahan, atau bahasa lainnya terlahir sempurna. Tidak, karena setiap wanita merupakan pribadi unik dan istimewa, yang memiliki pesonanya masing-masing.

usia-cantik-senyuman-adalah-sahabat
Usia Cantik selfie? Hayuks aja, siapa yang keder?Β  *Hasilnya kalau terlihat kinclong. Jangan terlalu percaya. Efek kamera kali* πŸ˜†Β 

Sepertinya, saya lumayan sering menuliskan cerita tentang usia di blog ini.
Tepatnya, usia saya yang sering dikira jauh dari umur sebenarnya. *bikin senyum sumringah dan hidung kembang kempis, tapi untung tetap ingat untuk terus bernafas* 😳 .

Simak saja salah satu kisahnya dalam tulisan yang bercerita tentang seseorang yang begitu penasaran dengan usia saya, hingga ga tahan untuk tidak menanyakan,”Β Dek, Usianya Berapa?”

Kenapa orang lain sering salah menakar usia saya.
Apakah karena saya menyembunyikan umur? Pinter bersolek? Atau gaya berpakaian yang selalu mengikuti trend?

Jawabannya: Tidak!

Saya boleh terhitung jarang menggunakan make-up lengkap.

Pertama make up ketika wisuda pendidikan, kemudian wisuda kehidupan, selanjutnya kalau lagi mau datang ke acara kondangan (sekarang juga udah enggak 😳 ).

Selebihnya, saya hanya menggunakan pelembab, bedak dan lipstik tipis dalam kegiatan sehari-hari. Busana juga yang biasa aja, tak suka ribet.

Usia adalah Penanda Waktu Yang Sudah Dilewati

Usia adalah berkah. Bagi saya yang merupakan pribadi yang lebih senang jadi pengamat dan pendengar yang baik, tidak terlalu ingin tahu dengan hal-hal yang bersifat privacy orang lain.

Termasuk untuk urusan umur ini. Jika tidak ada relevansi-nya, saya memang jarang membahasnya dalam percakapan dilingkungan yang baru dikenal.

Karena, usia bukanlah menunjukkan senioritas dalam semua hal. Umur hanya lah penanda bahwa seseorang sudah lebih lama hidup di dunia dibandingkan yang lain.

Bagi saya, umur sebuah anugerah yang tidak perlu disembunyikan.

Setiap tahun, saat perpindahan usia, walau tidak punya kebiasaan merayakannya secara khusus, saya selalu mensyukurinya.

Selain karena memiliki tanggal dan bulan lahir cantik, tanggal 9 bulan 9, *menurut saya dan kedua orangtua tentunya*. Saya juga pernah berada di fase dimana mengira usia saya takkan lama di dunia ini.

Fase Marah & Kecewa Akan Hidup

Dipenghujung usia 20-an di awal tahun 2002, saya mengalami masa galau dan kecewa dalam hidup. Kesehatan saya menurun.

Efeknya, penyakit yang sudah saya ketahui dari akhir masa SMA aktivitasnya sepertinya bertambah cepat. Benjolan di payudara sudah terlihat kalau berdiri di depan kaca. Pundak jadi sering pegal, gampang sakit.

Dokter menganjurkan agar saya harus melakukan operasi pengangkatan benjolan di kedua payudara itu secepatnya.

Dari dulu saya begitu takut kalau benjolan itu sebagai kanker. Syukur hanya tumor biasa.

Kejadian ini membuat saya sangat drop.

Jejaknya hingga saat ini masih terlihat. Ada tiga bekas luka sayatan panjang yang hampir membentuk lingkaran pada masing-masing payudara.

Saya kemudian merasa sehat, dan hidup terus berjalan.

Maret 2004 saya diberitanggungjawab seorang anak laki-laki.

Saya mempunyai prioritas baru dalam hidup.

Saya mulai berpikir bahwa saya harus hidup lebih lama dan selalu sehat, serta bugar.

Baru punya anak saat usia sudah diatas 30 tahun, membuat saya bertekad, bahwa saat anaknya nanti remaja, saya masih sangat bisa sebagai teman bercerita dan berkegiatan. Selain sebagi ibu tentunya.

Agustus 2005, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan, dan jadi ibu rumah tangga.

Penyesuaian Rutinitas Tak Semudah Saat Merencanakannya

Setelah 9 tahun menjalani rutinitas sebagai wanita pekerja. Penyesuain menjadi ibu rumah rumahan tidak semudah membalik telapak tangan.

Biasanya berangkat sebelum matahari benar-benar terbit, dan pulang saat mentari sudah ke peraduan.

Sekarang di rumah aja, diusia yang sangat produktif.

Biasa punya penghasilan sendiri dan sedikit boros, sekarang harus bisa mengatur kebutuhan dan prioritas dengan baik.

Saya mulai mencari-cari kegiatan yang bisa dilakukan dari rumah. Berbagai hal pernah dicoba, dagang pakaian, menjual makanan olahan produksi keluarga suami, ikut MLM. Semuanya akhirnya berhenti.

*lha, prestasimu mana hai perempuan?* Jawabnya, “belum ketemu passion-nyaΒ  aja” πŸ™‚ *ngelesh*. Alasan sebenarnya, lebih fokus pada anak dulu aja. Tapi malah keterusan :mrgreen: .

Diakhir 2008, ketika melakukan medical check-up, ternyata, payudara saya masih menyimpan benjolan-benjolan lain.

Dokter yang berbeda ini menyarankan untuk operasi lagi secepatnya. Dia heran, kenapa payudara saya menyimpan banyak benjolan. Tidak!

Gile! Ketakutan saya kembali terulang.

Awal usia cantik (35 tahun) yang seharusnya menikmati hidup sebagai wanita, saya malah mendengar vonis harus operasi lagi.

Mana sebelumnya saya sempat trauma juga dengan proses melahirkan, yang berujung operasi caesar juga.

Cerita saya berusaha cepat kembali aktif pasca melahirkan, ada ditulisan : Cara Cepat Pulih Setelah Operasi Caesar.

Saya tidak siap untuk operasi lagi.

Dari informasi yang saya dapat dari dokter lain dan berbagai referensi, menyatakan bahwa benjolan di payudara yang saya alami, tidak akan selesai dengan sayatan pisau operasi. Jika benjolan itu benjolan biasa, akan menghilang sejalan dengan pertambahan usia.

Akhirnya, saya memilih menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat.
Walau kalau terlalu capek, saya sangat mudah kena penyakit remeh temeh bagi orang lain. Orang lain hidungnya mampet, akan biasa saja. Kalau saya yang mengalaminya, bakal wasalam hari-harinya.

Selain potensi penyakit yang sudah ada itu, ditambah satu kekeliruan yang mengubah jalan hidup selamanya. Saya jadi menyimpan begitu banyak kemarahan dalam diri.

Saya merasa, setelah kegiatan mengurus anak dan suami, waktu saya terbuang sia-sia.

Saya seperti kehilangan semangat.

Untuk meredakan kegundahan saya, dan tetap terhubung dengan dunia luar tanpa harus terlalu capek, teman hidup mengusulkan saya untuk menggunakan internet di rumah.

Tujuannya, dengan terjalin lagi silaturrahim dengan teman-teman lama, atau menemukan kegiatan baru, saya jadi terus berpikiran positif.

Saya akhirnya sadar, bukan bibit penyakit yang ada, yang akan mematikan, atau menghancurkan saya secara pribadi.

Tetapi, kemarahan terpendam yang justru bisa memperparah kondisi kesehatan dan mental. Apalagi jika tidak beraktivitas.

Alhamdulillahnya, saya masih diberi rasa takut jika sampai membuat kecewa kedua orangtua. Sehingga, tidak lari dari komitmen hidup yang sudah dipilih.

Saya juga bukan tipikal yang bisa mengeluhkan apa yang rasakan pada oranglain, bahkan kepada kedua orangtua sekalipun.

Saya berprinsip, yang pantas dibagi itu cerita bahagia. Kisah sedih dan gundah, cukup saya dan Tuhan aja yang tahu.

Efek baiknya, penampakan luar saya selalu terlihat baik-baik saja, tanpa beban apapun. *lo, aja yang lebay kali?* . Hish, kamu takkan kuat jika mendengar seutuhnya apa saja yang sudah saya alami dalam hidup.

usia-cantik-menerima-dan-menjalani-dengan-ikhlas

Usia Cantik Mulai Menerima & Menjalani Hidup Dengan Ikhlas

Sebelumnya, saya ga begitu akrab dengan sebutan usia cantik. Yang sering saya dengar adalah, kehidupan seorang anak manusia itu diumpamakan dimulai pada usia 40 tahun.

Sebelum usia cantik, walau saya sudah dua kali masuk ruang operasi, ringkih, ditambah juga memendan rasa marah dan kecewa, tidak ada perubahan yang terlalu menyolok secara fisik.

Itu semua karena saya sudah bertekad untuk selalu terlihat bugar dalam mendampingi anak.

Akan tetapi, sebenarnya secara emosi masih seperti harimau tidur. Tunggu ada yang membangunkan diwaktu yang tak tepat, bisa langsung kena terkam 😳 .

Untuk mengisi waktu, saya masih mencari kegiatan yang saya sukai. *masih nyari aja? Belum juga ketemu kegiatan yang pas?*.

Bagi saya, menjalankan kegiatan positif yang disukai itu semacam bentuk eksistensi diri seorang perempuan.

Dia tidak akan mudah bergosip atau sibuk membicarakan kekurangan orang lain demi menonjolkan kelebihan diri.

Pada April 2010, lewat sebuah kegiatan MLM yang ingin saya coba lagi, saya pun mengenal blog.

Sudah sangat telat.
Tapi lebih baik telat daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

Di rumah maya yang bernama blog, saya membaca berbagai kisah hidup bloger lain. Banyak yang sukses, tapi ada juga yang jatuh bangun dalam menjalani hidup.

Perlahan, saya mempertanyakan alasan kemarahan ga jelas yang saya rasakan selama ini.

Apa yang sudah terjadi, yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan, memang itulah yang sepantasnya yang saya dapatkan.

Mana mungkin Tuhan salah mengijinkan sesuatu terjadi.

Selama ini, secara materi saya tidak pernah kekurangan apapun, walau tidak berlebihan juga. Karena pintu rezeki itu sangat banyak tempat menjemputnya.

Teman hidup saya juga selalu sabar mendengar semua kerewelan saya.

Dalam kacamata teman dekat dan sahabat, hidup saya selama ini sudah sangat nyaman.

Saya jadi sadar, apa lagi yang ingin saya tuntut dari kehidupan ini, selain menjalani nya dengan ikhlas.

Apa yang ada saat ini, itu adalah hal terbaik yang dimiliki. Saya harus mensyukurinya.

Lewat blog, berbagi pengalaman hidup atau membaca perjalanan hidup orang lain, itu membantu kesadaran saya akan keberadaan diri yang tidak pernah sungguh-sungguh saya lihat sebelumnya.

Terima kasih untuk semua cerita yang kau bagi teman-teman blogger πŸ™‚ ❀ .

Bersahabat Lama Dengan L’Oreal Paris

Teman-teman pastinya tahu benar, bahwa bukan hanya penyakit fisik yang membuat penampilan terlihat kusut dan tidak sehat, tapi juga kegundahan emosi.

Wajah adalah jendela orang lain melihat kondisi kesehatan dan kejiwaan kita.

Bagaimana bisa, saya yang diawal usia 30-an sudah menyimpan kecewa dan amarah, masih sering dikira berusia dibawah usia sebenarnya? Apalagi kamu yang memang menjalani hidup happy-happy saja, harusnya jauh terlihat lebih awet dan segar.

Kulit wajah saya itu bukan termasuk sensitif, tapi juga bukan bebal. Jika menggunakan produk yang tidak sesuai, akan timbul bentol-bentol kecil seperti biang keringat.

Saya mengenal day cream dan night cream L’Oreal Paris dari salah satu sahabat di tahun 1997, setelah kami masuk dunia kerja. Ketika masih berusia muda. Saat Gong Li sudah jadi brand ambassador produk ini.

Saat saya dan sahabat sedang senang-senangnya bisa berlangganan sebuah majalah mode wanita, yang semasa kuliah hanya bisa kami pinjam sebentar-sebentar dari kakak kost yang udah kerja.

Saya ga langsung beli cream-nya sih, tapi memilih nyobain cream milik si sahabat, dengan pertimbangan, nanti kalau ga cocok kan untung bagi si sahabat *dia pasti dapat operannya πŸ˜€ *.Β  Saya ga mau rugi dong *dasar pelit*

Ternyata, pertama nyoba, kulit wajah terasa adem. Saya merasa cocok dan mulai menggunakan pelembab wajah dari L’Oreal Paris ini secara rutin.

Sempat juga saya coba-coba pindah ke produk lain, tapi akhirnya balik lagi ke merek ini.

usia-cantik-bersama-loreal-paris-revitalift-dermalift

Usia Cantik Harus Pinter Memilih Produk Yang Dibutuhkan Kulit Wajah

Usia saya sekarang sudah melewati angka 40 tahun, tidak bisa dipungkiri elastisitasnya semakin berkurang dibanding saat usia 30-an.

Tetapi, masih saja ada yang beranggapan penampakan usia saya tak beranjak dari kisaran 30-an *kalau ini namanya baru anugerah*. Songong! πŸ˜† *

Apalagi bagi teman-teman yang selalu sehat, selalu ceria, jalan hidup sesuai dengan apa yang direncanakan. Ga perlu gamang lah dalam memasuki usia 35 plus. Semua ada jalan keluarnya.

Sekarang, di #UsiaCantik *tepatnya dipenghujung 😳 *, sudah sangat-sangat lama saya putus nyambung menggunakan L’Oreal Paris. Kalau orang menikah muda, udah punya cucu kali.

Mulai dari kemasan kaca yang sayang jika dibuang, hingga kemasan berbahan plastik yang enteng dibawa kemana-mana.

Saya menggunakan produknya sesuai jenjang usia.

Untuk usia sekarang, produk yang cocok dan diperlukan kulit saya adalah rangkaian produk L’Oreal Revitalift Dermalift Night Cream, Day Cream dan Milky Cleansing Foam.

Teknologi baru Dermalift meningkatkan produksi 8 natural lifters yang merawat kekencangan kulit dari dalam, dikombinasikan dengan Pro-Retinol A, bahan anti-wrinkle yang mengoptimalkan regenarasi kulit.

Mengandung Centella Asiatica dengan 2 aksi:
1. Mencegah timbulnya kerutan dari dalam
2 Memperbaiki kerutan dari luar.

Kandungannya sesuai apa yang dibutuhkan kulit wajah usia 35 plus.

Revitalift Day Cream memiliki manfaat:
Formula Baru Dermalift yang berperforma tinggi ketika dikombinasikan dengan Pro Retinol A memiliki aksi intensif untuk merawat kekencangan kulit & anti-kerut secara efektif, dan memberikan perlindungan terhadap UVA & UVB untuk mencegah penuaan dini.

Teksturnya lembut dan ringan meresap dengan cepat ke dalam kulit.

Revitalift Night Cream manfaatnya:

Saat malam, kulit beregenerasi 2x lebih cepat, krim dengan formula innovatif yang menstimulasi 8 pengangkat alami pada kulit wajah untuk mengoptimalkan regenerasi kulit wajah.

Saat bangun tidur, kulit terasa lembab, lembut dan nyaman. Kulit terasa lebih halus dan elastis, kerut tersamarkan.

Revitalift Milky Cleansing Foam (Sabun pembersih muka khusus Anti-Aging) yang memiliki manfaat mengangkat sisa make-up, kotoran dan debu, menjadikan kulit bersih. Menyiapkan kulit untuk perawatan rutin Anti-kerut + untuk hasil yang lebih maksimal.

Ditambah bahan yang diperkaya dengan BHA dan Glycerin yang secara lembut membantu mengangkat sel kulit mati dan menjadikan kulit tampak muda.

Dengan menggunakan rangkaian produk perawatan wajah yang tepat, saya tidak pernah ragu untuk tersenyum, walau emosi sempat dilanda galau tak karuan. Karena lewat senyuman, orang lain tak pernah tahu kegundahanmu #halah, itu mah bagi yang ga mau melihat dengan jelas aja.

Selagi nutrisi kulit wajah cukup, bekas garis tarikan senyum di sudut bibir dan mata itu adalah tanda kematangan usia seorang wanita. Kecantikan perempuan tidak akan berkurang hanya karena garis tipis itu.

Satu lagi tambahan dari saya, selain menggunakan tiga perawatan dasar diatas, dari dulu, saya juga selalu menggunakan eye cream terpisah. Kulit sekitar mata jauh lebih sensitif dibanding kulit wajah lainnya.

*****

Menurut saya, merawat kecantikan kulit, salah satu bentuk syukur dan terima kasih pada Sang Pencipta terhadap amanah yang sudah dipercayakan.

Menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, dan olahraga teratur sesuai kebutuhan, juga merupakan bagian dari usaha penghargaan diri terhadap karya luar biasa yang bernama tubuh.

Setiap penyakit ada obatnya, setiap racun ada penawarnya. Dalam kegundahan jiwa ada beribu pertanyaan yang memerlukan jawaban. Diujung kesedihan ada senyum kebahagiaan. Kulit wajah berkurang elastis, jangan risau bisa dijaga dengan produk L’Oreal Paris. #ea πŸ™‚ .

Diusia sekarang, saya merasa jauh lebih cantik dari sebelumnya, karena sudah bisa menjalani hidup dengan ikhlas.

Ini kisah #UsiaCantik-ku, bagaimana dengan ceritamu atau perempuan disekitarmu temans?

β€œLomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”

Iklan

31 comments

      • Saya udah berdamai dgn diri sendiri mbak. Gara2 sakit ini saya sadar bahwa manusia memang makhluk lemah. Bisanya cuman minta kepada Tuhan saja. Tapi saya kadang juga bingung antara senang dan sedih.

        Senang karena sedikit mengenal Tuhan. Sedih karena rasanya sakit. Sekarang tibggal berusaha berserah diri secara sadar keoada takdir Tuhan. Baik yg sakit maupun yg senang.

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.