Bahagia Itu Sederhana : Melihat Apa Yang Ditunggu & Harapkan


Bahagia itu sederhana, melihat apa yang ditunggu & harapkan muncul, maka senyum pun menyeruak disudut bibir menghias wajah penuh penantian. * Emak-emak mulai lebay*.

Siapa bilang pernyataan bahagia seperti itu sederhana, memang seperti itu keinginan bahagia semua orang.

Eits,, sabar dulu, biar ga kecewa jangan tunggu dan harapkan sesuatu yang diluar kemampuan diri. Realistis itu harus.

Bahagia Kita Yang Tentukan

Jangan harap anaknya akan rajin membuka kitab suci, jika orangtuanya selalu memplototin monitor dan gadget *Mak, anak-anakmu butuh contoh bukan omong doang :p *

Jangan berharap orang akan menganggapmu orang yang penuh prasangka baik jika kau selalu penuh kecurigaan untuk semua kebaikan yang datang padamu.

Jangan berharap sebuah ketulusan jika kau melakukan semuanya dengan hitung-hitungan untung rugi.

Jangan berharap cinta jika hatimu sendiri tak pernah tersentuh oleh kegetiran orang-orang disekitarmu.

Jangan berharap orang akan memahami mu, jika kau tak pernah membuka diri agar orang lain tau apa yang kau pikir dan rasakan.

Jangan berharap orang menganggapmu welas asih jika lidahmu tak pernah bisa terkontrol terhadap kritikan dan nasehat yang menunjukkan kekuranganmu.

Jangan berharap,,, sesuatu,,, jika dirimu belum pantas untuk itu.

Berkaca dan intropeksi diri, jika harapan belum sesuai kenyataan maka dirimu takkan begitu kecewa. Sedih untuk sesaat wajar, tapi kemudian kau akan bisa melihat dengan jelas bahwa ada maksud dan tujuannya keinginan itu belum terwujud.

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia Itu Sederhana Jambu Berbuah

Semut pun berbahagia & bersukacita dengan buah jambu

Beberapa waktu lalu, saya memaksakan diri untuk merapikan tanaman di halaman mungil depan rumah, karena jari kaki masih sakit.

Saya mulai memotong dahan mangga yang sudah sangat rimbun.

Memotong semua dahan rambutan pot yang kering karena dua minggu ditinggalkan mudik, walau sudah ‘dititipkan’ ke orang lain untuk menyiram, ternyata perawatan yang diberikan tidak seperti pemiliknya sendiri.

Membuang sebagian rumpun pandan yang sudah melimpah ke got. Merapikan pokok jambu air yang kebanyakan daun, tapi belum sekalipun memperlihatkan bunga sejak ditanam 3 tahun lalu.

Setelah agak terang, saat memindahkan bekas potongan daun dan dahan, saya terkejut, ternyata dibagian bawah agak ke batang, si jambu sudah memiliki beberapa putik buah dan bunga. Bahkan ada yang sudah agak besar. Saya pun lebih memperhatikan buah si jambu.

Garis senyum pun tertarik di sudut bibir dan wajah pun memancarkan kebahagiaan. Katanya senyum salah satu indikator dari rasa bahagia.

Buah jambu airnya seperti yang saya harapkan. Buah jambu air yang dagingnya tebal. Akhirnya ke khawatiran saya akan pohon jambu yang takkan berbuah dan buahnya yang kecil dan seperti jambu kebanyakan pun pupus.

Simak juga : Melihat Pancaran Kebahagiaan, indahnya bisa berbagi.

Berharap Pada Makhluk Sering Berbuah Kecewa

Kok saya begitu berharap pada si jambu?

Karena itu pohon jambu kedua yang saya tanam. Sebelumnya setelah tumbuh bagus, tau-tau mati. Saya ganti dengan pohon jambu yang hanya dibeli pada tukang tanaman lewat. Saat itu yang jual sih bilang kalau itu bibit jambu bagus. Saya ga begitu berharap banyak, yang penting hidup buat hijau-hijau.

Nah, setelah si jambu tumbuh rimbun, mulai lah saya berharap bahwa omongan si penjual waktu itu benar adanya. Mulai timbul perasaan khawatir jika si jambu nanti akan berbuah seperti jambu yang cocoknya buat bahan rujak.

Sifat manusia saya yang suka berharap pun mulai kumat.

Kok bisa ya, saya berharap si jambu akan mempunyai buah dengan kriteria yang saya inginkan, padahal saya membeli bibitnya asal aja.

Seandainya si jambu tak berbuah seperti keinginan, saya pastinya dengan mudahnya menyalahkan si penjual bibit yang telah berbohong.

Lha, bukannya saya yang ga serius memilih bibit yang akan saya tanam dan besarkan dengan membelinya ke tempat yang bisa dipercaya? *Mikir!*.

Setelah ke khawatiran akan buah si jambu terjawab. Ternyata buah si jambu perdana tak bisa besar, karena dikerumuni oleh semut hitam yang banyak, yang sepertinya ingin menikmati jambu terlebih dulu :mrgreen: .

Selamat berbahagia dengan apa yang ada disekelilingmu sahabat ❤ ❤ ❤ .

Iklan