Pengalaman (Cara) Roya Rumah Sendiri


Pengalaman (Cara) Roya Rumah Sendiri saya lakukan hari ini. Sementara dapat surat roya dari bank, sudah lebih dari satu tahun yang lalu. Kok bisa nunggu satu tahun lebih, baru di roya? Ada cerita ga enaknya :mrgreen: .

***
Bagi yang belum tau, maksud roya disini adalah pencoretan hak pertanggungan sebuah bangunan dan tanah yang dilakukan olehΒ  Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pengalaman Roya Rumah SendiriKalau kita membeli atau mendapatkan sebuah rumah dengan bantuan KPR bank, sebenarnya kita menjadikan rumah yang mau dibeli sebagai agunan, dalam bentuk sertifikat ke pihak bank, diketahui notaris.

Kemudian bank membayar lunas ke pengembang, kita nyicil ke bank. Hasilnya, sertifikat rumah selain mencantumkan nama kita, juga ada tulisan dan cap pertanggungan bank tempat kita ngambil KPR.

Kalau cicilan ngadat diluar batas kesepakatan dengan bank, makanya bank berhak menyita dan melelang rumah tersebut. Kalau cicilan KPR lunas atau hutang rumah lunas sebelum waktunya. Kita akan menerima dokumen dari bank. *sesuai yang kita serahkan saat akad kredit *. Diantaranya :

  • Bukti lunas berupa kwitansi
  • IMB
  • Sertifikat Rumah
  • Surat pengantar Roya ke BPN perihal pencabutan hak pertanggungan
  • Sertifikat Pertanggungan.

Bagaimana kalau kita tidak melakukan Roya?

Sertifikat rumah kita masih dianggap dalam pertanggungan bank oleh Badan Pertahanan Nasional alias rumah itu masih sebagai jaminan hutang KPR πŸ˜› .

Seharusnya kalau sudah punya waktu mengurus ke BPN setempat, langsung aja di Roya. Wong, ternyata mengurusnya mudah dan murah kok. Bisa dilakukan sendiri.

***
Saat membeli rumah di tahun 2003 melalui KPR, pertengahan tahun 2006 bisa melunasi KPR-nya. Saat mau roya, saya datang ke kantor BPN setempat, belum mempelajari situasi kantor BPN, saya ada keperluan mendadak. Kebetulan ada calo yang menawarkan diri. Saya ‘tergoda’ untuk menerima bantuan yang ditawarkannya *tak kira waktu itu, bakal ruwet mengurus roya ini*. Biaya yang diminta lumayan besar.

Eh, ternyata itu cara yang salah dan anggapan yang keliru!

Membeli rumah yang sekarang, sempat menggunakan KPR sekitar satu tahun, karena rumah pertama belum terjual. KPR udah lunas dari 1.5 tahun lalu, saya maju mundur untuk meroyanya. Perkiraan saya *sambil ngedumel* udah urusannya bakal ribet, lama, mana perlu biaya lumayan besar, hiks *gini hari, masih adakah yang gratis ?*

***
Hari ini bertekad mengurus roya sendiri! Berangkat dari rumah sekitar 10.30 WIB, nyampe kantor BPN sekitar 11.30 WIB. Nanya ke satpam,”bagian roya dimana?”. Dikasih tau cara roya dengan lugas ❀ :

  • Ke Koperasi BPN membeli map roya (harganya @10 rb), di dalamnya ada formulir permohonan yang harus kita isi dengan data kita. Kemudian melampirkan perlengkapan roya : (asli) Surat Pengantar Roya dari bank, Sertifikat Pertanggungan, Sertikat Kepemilikan dan (fotocopy) KTP.
  • Ke Bagian Roya, menyerahkan map roya dan perlengkapannya. *Kalau datang pagi harus ambil nomer antrian, secara saingan sama yang mengurus sertifikat rumah dari kantor notaris*. Kantor BPN kalau hari kerja, jadi destinasi mereka yang bekerja di kantor notaris *Ya, Iyalah, kan kerjaannya πŸ˜€ .
  • Menunggu di panggil *Menyerahkan dokumen 11.45 WIB, ga berapa lama, jam istirahat BPN dari pukul 12.00WIB – 13.00WIB.
  • Dipanggil ke loket roya pukul 14.15 WIB.
  • Diserahkan kertas untuk bayar ke kasir.
  • Bayar ke kasir sebesar Rp 50 ribu. Tunggu dipanggil lagi untuk nerima kwitansi *sekitar 5 menit*.
  • Balik ke loket roya untuk menyerahkan kwitansi.
  • Menerima bukti tanda terima dan pembayaran roya.
  • Menyimpan bukti tersebut untuk nanti digunakan mengambil sertifikat, dikasih tau maksimal 2 minggu, sertifikat yang diroya sudah selesai *di papan pengumuman, proses roya 5 hari aja πŸ™‚ *.

Selesai sekitar pukul 14.20WIB. Ternyata proses roya hanya memakan waktu 1.5 jam dan biaya Rp 60 ribu rupiah/bidang. Kalau lewat calo, bisa di mintaian 10X lipatnya.

Bagi yang punya waktu mending urus sendiri, apalagi kalau semua perlengkapan roya sudah lengkap.

Sekarang semua bagian pelayanan publik sudah benar-benar berbenah. Mudah-mudahan ke depannya semakin baik lagi ya.

Pengalaman orang lain bisa dijadikan rujukan πŸ™‚ .

Iklan