Tips Menjual Rumah Sendiri


Tips menjual rumah sepertinya perlu diketahui sebelum melakukan transaksi menjual rumah. Beberapa waktu lalu sempat disibukkan dengan keharusan menjual rumah, ada rasa ‘tarik ulur’ untuk melepas properti yang kita punya.

Walaupun rumah kecil, tetapi lokasinya strategis, harga naik begitu cepat. Kalau memikirkan investasi, sayang untuk dilepas, tetapi perlu dana secepatnya untuk bayar hutang, di uber deadline ceritanya :mrgreen: . Beruntunglah teman-teman yang tak punya hutang, sehingga tak perlu melego aset yang sudah ada.

Menjual rumah ternyata tidak semudah menjual rumah-rumahan, apalagi dasar penjualannya bukan karena kelebihan aset.

Ada pengalaman yang di dapat dan sepertinya perlu di share, bisa menjadi tips menjual rumah sendiri bagi yang lain, sapa tau nantinya ada juga yang kepepet harus menjual rumah, (jangan sampai deh).

Begini cerita pengalaman menjual rumah sendiri nih.

Sebelum menentukan harga, saya bertanya dulu ke tetangga kiri kanan, nelponin rumah yang ada tulisan mau dijual. Membandingkan dengan harga rumah baru di kompleks yang mempunyai pintu gerbang utama sendiri, dengan spesifikasi yang hampir sama.

Buaahhh,, harga rumah barunya bikin mulut susah nutup, hampir empat kali lipat dari NJOP kompleks rumah saya. Padahal lokasi rumah saya, dekat dengan jalan utama, dekat tol, kekurangannya  ga punya gerbang utama sendiri :P. Belum lagi dibandingkan dengan kompleks perumahan yang satunya lagi, yang memasang iklan di TV, buahhh, makin ngelus dada deh melepas rumah mau dijual.

Setelah survey seperti diatas, kami (saya dan suami) menetapkan harga yang sesuai dengan kondisi rumah. Menurut kami sih harganya sudah cocok, ga mahal, dan yang beli masih untung, apalagi untuk tahun-tahun kedepannya, invest yang bagus.

Banyak yang nawar dan ada yang mau, sedikit dibawah harga penawaran kami,  kami kekeuh masih belum mau melepas. Apalagi tetangga, banyak yang minat, tetapi mereka maunya membayarkan cuma di harga 1,8 X NJOP, sama pula dengan nilai appraisal Bank. Duh.

Rumah belum terjual, saya dan keluarga harus bersiap pindah ke daerah lain untuk mengejar tahun ajaran baru sekolah junior.

Sepakat minta tolong agen property yang tidak perlu biaya, profesional, sudah punya link banyak, jika terjual, hanya dipotong fee 2,5% dari harga jual. Ketika saya bertanya nilai jual rumah, jawabnya, ‘tenang bu, kita akan pasarkan’. 4 bulan lewat, mereka mendapatkan calon pembeli, dibawah penawaran calon pembeli  saya, di sudahi aja kerjasamanya.

Lokasi saya sekarang jadi agak jauh dari rumah yang mau dijual. Calon pembeli yang survey langsung ke lokasi, nanya dan ngobrolnya sama tetangga. Walaupun rumah-rumah lain yang mau dijual berada pada penawaran harga yang sama. Tetangga ternyata memberi masukan ke pembeli, harga yang sesuai dengan maunya tetangga membayar. ‘Dulu kan belinya segitu, nawar harga segini, yo wajarlah’. Mereka  ga mikirin, rumah disekitaran kompleks harganya sudah selangit,, deuhhh,, sabar,sabar.

Ada telpon lagi dari agen properti yang berkantor di kompleks perumahan elite. Menawarkan, membantu menjualkan. ‘Boleh nih, usaha lebih lagi, linknya pasti lebih banyak’. Beberapa bulan. Bah, ternyata penawaran pembeli dari si agen,  jauh pula dibawah harga tawar tetangga saya 😥 .

Menjual rumah sendiri juga disertai pengalaman, ditelpon oleh calon penipu. Nelpon sekitar pukul satu siang (waktunya laper, ngantuk). Ngaku tinggal di sekitar situ, sudah lihat rumah ke lokasi, tawar menawar harga, konfirmasi istri/suami dulu. Nelpon lagi, harga cocok, minta no rekening mau mentransfer tanda jadi. Sore setelah lewat jam kantor ngasih kabar, tanda jadi sudah di transfer. ‘SMS banking saya ga ngabarin apa-apa tuh’.

Nelpon setengah memaksa untuk cek ke ATM langsung, pas di ATMnya harus sambil nelpon dia, biar dipandu ngeceknya.

Ampun dah, kok orang tega banget niat mau nipu orang yang lagi kepepet, mbok koruptor yang banyak ambil duit rakyat sana yang ditipu, saya jual rumah bukan karena kelebihan rumah, tapi karena sangat perlu dana.

Hampir satu tahun berjuang menjual rumah sendiri, akhirnya ketemu juga sama pembeli yang serius. Prosesnya lumayan cepat, empat hari setelah melihat kondisi rumah, proses jual beli selesai. Pembeli ini juga cerita, sebelumnya sudah melihat rumah lain di lokasi yang sama. Ada yang rumahnya disuka, tapi dia ga suka sama sikap pemiliknya yang memberi kesan meremehkan. Rumah ternyata memang benar jodoh-jodohan.

Dari cerita penjang diatas, tips menjual rumah sendiri biar cepat laku dapat disimpulkan :

  • Menjual rumah perlu waktu, siapkan mental sebaik-baiknya.
  • Jaga kondisi rumah dalam keadaan bersih, rapi, memberi kesan terawat.
  • Tetapkan harga jual setelah survey harga sekitar.
  • Perlu Agen properti, cari Agen properti yang serius dan menghargai rumah, bukan yang hanya biar cepat laku aja.
  • Bagi blogger, yang biasa dengan dunia maya, sebaiknya pasarkan rumahnya sendiri aja/langsung. Sangat banyak pembeli yang belum mau menggunakan jasa pihak ketiga.
  • Perlakukan semua calon pembeli sebaik mungkin.
  • Selalu waspada kepada calon penipu.

Ternyata tips menjual rumah sendiri, hampir seperti persiapan untuk mendapatkan rumah idaman ya :).

Iklan