Cara Menstabilkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)


Cara Menstabilkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) perlu diketahui, apalagi bagi yang mempunyai riwayat penyakit ini. Saat-saat seperti setelah Lebaran Idul Adha ini, daging kambing dengan berbagai jenis olahan, berlimpah di meja makan.

Mana daging dari sapi atau kambing kurban itu rasanya lebih gurih dan jauh lebih lezat *mungkin karena selain usia hewan yang dikorban masih muda, dalam kondisi sehat, juga karena pengaruh suasana saling berbagi kali ya*. Alamat makan daging menjadi tak terkontrol.

Cara mencek dan berpraduga penyakit darah tinggi ini sudah menyerang seseorang kalau suka mengeluh kepala pusing, pundak berat, agak suka marah-marah. Diagnosa awam, “mungkin dia terkena hipertensi”.

Tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tak mempunyai gejala atau tanda-tanda yang jelas sampai terjadi perubahan pada pembuluh jantung. Umumnya baru di ketahui kalau ada keluhan dengan penyakit lain. Saat periksa ke dokter dan di cek tekanan darah, baru diketahui kalau mengidap hipertensi.

Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) apabila nilai tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg.

Ibu saya termasuk penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sudah cukup lama. Alhamdulillah beliau masih tetap beraktivitas seperti biasa, di usianya yang sudah 72 tahun.

Banyak-banyak bersyukur, serta puasa Senin, Kamis dan melaksanakan shalat tahajud secara rutin, termasuk salah satu yang membuatnya tetap bugar. Setelah tubuh beristirahat lebih dari 6 jam di malam hari, gerakan dan konsentrasi melaksanakan tahajud membuat peredaran darah berjalan lancar kembali.

Secara penyakit tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan silent killer. Bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi. Kalau tak tertangani dengan baik dapat merusak bagian dalam dari arteri kecil, yang dapat menyebabkan pembekuan darah.

Jika pembekuan darah sampai terjadi pada penderita hipertensi, hal ini dapat menyebabkan resiko :

  • Serangan jantung, jika terjadi pada jantung
  • Kebutaan, jika terjadi pada retina mata
  • Gagal ginjal
  • Stroke, jika pembekuan darah terjadi di otak. Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah, sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.

Beberapa faktor yang dapat memperberat hipertensi, diantaranya : riwayat keluarga atau genetik, usia, stres, obesitas, makanan dengan kadar garam tinggi, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi.

Selain usia dan faktor genetik, faktor lain pemicu hipertensi dapat dikendalikan dengan pola hidup sehat, seperti :

  • Diet rendah garam dan rendah lemak
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral, kalium dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah
  • Menghindari stres dan berolahraga sesuai kebutuhan
  • Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
  • Berhenti merokok, minum alkohol
  • Mengurangi kopi *ibu saya tetap ngopi kalau kangen πŸ™‚ *

Untuk minum obat secara rutin, hanya dilakukan beliau kalau badannya sudah agak berasa kurang enak. Secara minum obat rutin itu seperti ketergantungan. Minum obat, tensinya turun, ga minum kembali lagi. Bahkan ada obat hipertensi yang mempunyai efek samping seperti batuk. Akhirnya beliau bosan. Dan memilih rutin mengkonsumsi buah dan sayur yang baik untuk penderita hipertensi aja.

Makanan yang baik di konsumsi oleh penderita hipertensi:

  • Buah : Pisang, Apel, belimbing, semangka dan kiwi.
  • Sayur : Seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, wortel dan bawang putih.
  • Makanan yang banyak mengandung serat dari buah dan sayur.
  • Karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, roti lebih baik daripada manisan dan gula.

Diantara sayuran yang terkenal dengan manfaatnya menurunkan tekanan darah, ibu saya lebih menyukai mengkonsumsi labu siam. Lebih cocok dan terasa manfaatnya ke beliau. Caranya : satu buah labu siam dicuci bersih, diparut, disaring untuk diambil airnya, kemudian diminum rutin 2X sehari.

Rebusan daun salam juga dipercaya bisa menstabilkan tekanan darah tinggi.

Manfaat Daun Salam : Bumbu dapur & Obat

Manfaat Daun Salam : Bumbu dapur & Obat

Makanan yang sebaiknya di hindari oleh penderita hipertensi, diantaranya :

  • Daging kambing dan daging kurban lainnya yang mempunyai lemak tinggi seperti sapi *secukupunya aja, lebih baik bagikan kepada mereka yang memerlukan*
  • Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi : daleman sapi, otak, ginjal, paru-paru, minyak kelapa, gajih.
  • Sumber protein hewani yang mengandung banyak kolesterol seperti: kuning telur, dan kulit ayam.
  • Buah Durian.
  • Makanan yang diolah menggunakan garam natrium sebagai pengawet dan penyedap. Seperti :keripik dan makanan kering yang asin.
  • Makanan atau minuman kaleng, seperti: sarden, sosis, korned, soft drink.
  • Makanan yang diawetkan : dendeng, ikan asin, telur asin, pindang, asinan, selai kacang, susu full cream, mentega, margarin, keju, mayonise.

Dulu sewaktu almarhum bapak masih ada, beliau membuat daftar pantangan makanan bagi hipertensi itu, dan menempelkannya di dinding yang sering terlihat oleh ibu.

Tapi, Ibu saya masih tetap aja masih mengkonsumsi beberapa makanan yang seharusnya dihindari oleh penderita hipertensi tersebut, secara itu termasuk makanan kesukaan beliau *berbakat sedikit agak bandel juga ya πŸ˜› *.

Kata beliau, bersyukurlah masih diberi kesempatan untuk menikmati dan merasakan nikmatnya makanan. Nikmati dan makanlah sesuai kebutuhan tubuhmu. Makan dan minumlah secukupnya. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bagi pencernaan dan kesehatan.

Iklan