Menikmati Kuliner Rumahan: Resep Tempe Mendoan


Menikmati Kuliner Rumahan: Resep Tempe Mendoan, baru saya coba praktekkan sendiri, setelah resepnya saya dapat dari saudara yang tinggal di derah Cilacap berkunjung ke rumah beberapa waktu lalu.

Dia membawa tempe mendoan mentah, bumbunya di ulek di rumah. Setelah di goreng dan diciicipi, rasanya boleh juga. Bahkan junior yang doyan dengan olahan tempe mendoan, sangat suka.

Kalau di dekat rumah yang dulu, ada penjual tempe mendoan yang rasanya maknyus dan pelanggannya banyak, waktu jadi salah satu pelanggan setia ga kepikiran untuk bertanya bumbunya ke si penjual *tapi kalaupun nanya, sepertinya ga bakal di kasih ya, rahasia usahanya 😉 * .

Pindah rumah ke salah satu desa di daerah Kabupaten Bogor, ternyata orang-orang situ ga kenal dengan tempe mendoan. Setelah tinggal satu tahun lebih di daerah tersebut, baru nemu penjual tempe mendoan mentah di satu lokasi 😦 . Kemudian ada yang menjual matang, tapi akhirnya gulung tikar, kata penjualnya, penduduk sekitar ‘aneh’ dengan gorengan tempe yang dia jual, jadi ga laku 😦 .

Akhirnya saya membumbui tempe mendoan ini dengan menggunakan resep jadi bumbu rajikan, walaupun hasil gorengan tempe mendoannya ludes juga, tapi rasanya kurang nendang.

Tempe Mendoan
Foto tempe mendoan : goreng agak garing 😛

Begitu dapat resep tempe mendoan yang pas di lidah, akhirnya kami sekeluarga bisa menikmati kuliner rumahan satu ini lagi dengan bumbu olahan sendiri 🙂

Bahan :
Tempe mendoan 8 bungkus ( 16 buah tempe mendoan mentah )
Daun Bawang 3 batang, potong kecil
Daun Seledri 2 batang, potong kecil
Tepung Terigu 200 gr
Air mineral, secukupnya
Minyak sayur untuk menggoreng

Bumbu :
Bawang Putih : 6 siung
Kemiri : 2 buah
Ketumbar : 1 sdm
Kunyit : 1/2 ruas jari
Garam : sesuai selera
Gula Pasir : sesuai selera

Cara Mengolah Tempe Mendoan :

– Haluskan semua bumbu
– Setelah halus, taroh di mangkok, tambahkan sedikit air mineral, masukkan tepung terigu, aduk rata sampai adonan tidak terlalu encer atau terlalu kental. Tambahkan daun bawang-seledri. Bisa dicicipi untuk mengetahui tingkat ke asinan yang diinginkan.
– Siapkan penggorengan, panaskan minyak sayur.
– Celupkan tempe mendoan satu persatu ke adonan, setelah terlumuri semua dan minyak panas, masukkan ke penggorengan.
– Setelah dirasa tingkat kematangan adonan yang membalut tempe cukup, angkat *ada juga yang pesan, tempenya di goreng kering*. Padahal tempe mendoan itu tempe setengah matang, gorengnya tidak sampai garing 🙄 .

Selamat menikmati kuliner rumahan buat teman minum teh sambil mengagumi sore dan hasil penganan olahan sendiri 🙂 .

Iklan

15 comments

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Ysalma….

    Wah… ternyata enak ya mbak kalau tempe itu dibuat cucur goreng tepung. Saya termasuk orang yang sangat suka makan tempe terutama yang digoreng rangup dan dicampur garam. Namun, saya tidak pernah terfikir untuk menggoreng tempe dengan bahan seperti di atas. Inilah pertama kalinya saya lihat tempe digoreng dengan tepung. Saya copas ya mbak untuk dicoba. Mudahan bisa merasai sama seperti apa yang dirasai mbak di sana.

    Terima kasih mbak atas resepinya dan mudahan diganjari Allah atas kebaikan kongsian ini. Aamiin.
    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Waalaikumsalam bunda Fatimah,
      sensasi rasa tempe yang di goreng tepung tetap menggoyang lidah,
      semoga bunda dan keluarga juga suka kalau mencobanya,
      Aamiin, terima kasih 🙂

  2. ini enaaaaaaak…aku sukaa..
    kalo pake tempe biasa, ga bisa ya mba? ini tempenya lembaran gitu kan?? agak susah sih nyari tempe mendoan yg belum jadi

  3. Betul, Mbak. Buat yang gak terbiasa dengan tempe mendoan, rasanya aneh karena kesannya tempe yang digoreng setengah matang. Aku sendiri kebetulan termasuk penggemar mendoan, sampai-sampai kalau gak ada yang jual mendoan ya beli tempe tepung di tukang gorengan pagi hari trus makannya sore ketika sudah gak renyah lagi :D. Meskipun rasanya beda tapi lumayan bisa jadi pengobat kangen.

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.