Kekasih Dalam Selimut Malam


HujanKekasih Dalam Selimut Malam selalu membuat tidur nyenyak, tapi jiwa tetap terjaga dalam semangat pencarian sebagai hamba. Udara dingin, bunyi deras hujan dan suara petir yang menggelagar, tak menyurutkan mata untuk menunaikan haknya, terpejam barang sejenak.

Dalam gemuruh petir kekuatan alam diperlihatkan
Dalam rindu pada Kekasih, Shalawat disenandungkan
Dalam keterbatasan hamba, sajadah panjang di bentangkan
Dalam sujud, ampunan di panjatkan.

Aku bangkit menuju tempat pembaringanmu, kudapati wajah polos terlelap dengan sesungging senyum dalam penggembaraan mimpi. Aku berjinjit dan mengatur nafas, agar kau tak terjaga dari buaian mimpi indahmu. Ingin selalu memberikan pelukan hangat dalam rasa nyaman diantara gemuruh petir menyapa jagat raya. Ku daratkan kecupan lembut di keningmu, selamat tidur dalam selimut malammu duhai kekasih, pangeran kecilku. Kau adalah malaikat penyemangat bunda.

Aku beranjak ke pintu kamar lainnya. Disana tergolek wajah tua tergerus usia kehidupan, pulas dalam dimensi mimpi berharap perjumpaan dengan Kekasih-Nya. Gurat-gurat kejayaan masih menghiasi garis senyum di ujung mata itu. Ingin kurengkuh dia dalam pelukan dan kubisikkan, bahwa keberadaan dan semangatnya sangat berarti bagiku. Kubenarkan selimutnya yang melorot jatuh, selamat malam dan selamat tidur bunda tercinta.

Ku beranjak ke peraduan, mengurai rambut, menarik selimut malam, membenamkan badan dalam kehangatan kasur. Memejamkan mata dalam harap sebuah karunia, memimpikan perjumpaan dengan Kekasih. Kekasih dalam selimut malam kehidupan.

Iklan