Sumpah Pemuda, Indonesia Bisa


Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober oleh rakyat Indonesia. Puluhan tahun lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 di Kongres Pemuda Kedua PPPI (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia) membuat ikrar persatuan pemuda. Sebuah awal kelahiran Bangsa Indonesia.

Teks dari Isi Sumpah Pemuda :

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Dari dulu yang menggerakkan perjuangan untuk  melawan penjajah di Bumi Indonesia itu  adalah pemuda pelajarnya, akhirnya Indonesia bisa meraih kemerdekaan.

Pendidikan  pada generasi muda penerus sangat menentukan percepatan kemajuan bangsa. Sekarang ini untuk mendapatkan mutu pendidikan yang baik, biayanya sangat mahal. Emak-emak kok jadi mengeluh gini 😛 .

Peringatan Sumpah Pemuda, semoga jangan hanya sebuah seremoni dari tahun ketahun, tetapi tetap terjaga semangatnya. Indonesia itu satu dari Sabang sampai Merauke. Jangan terlalu mudah terprovokasi. Pemuda Indonesia Bisa !.

Selamat Memperingati dan Menghayati Makna Sumpah Pemuda.

Iklan

21 comments

  1. Miris banget pas dengar pemuda sekarang gampang banget berkelahi/tawuran. Kok ya gak sayang nyawa juga…
    Apakah karena pengaruh tontonan juga ya, Mbak..? Soale ada tuh film Jepang yang isinya tentang geng di sekolah.

    iya nih, gini hari pelajar masih tawuran, apa kata dunia ya.

  2. sumpah pemuda sudah terkikis dengan ‘sumpah pocong’ (sya analogikan dlm film)…
    dulu jaman sya msh kecil…sering sekali diputar film2 ttg perjuangan ….penuh heroik dan penuh dgn rasa haru….betapa kemerdekaan itu diraih dengan sangat mahal,,,,bagaimana dgn sekarang ? 😦

    yups, tontonan/media sangat berpengaruh besar.

  3. “Dari dulu yang menggerakkan perjuangan untuk melawan penjajah di Bumi Indonesia itu adalah pemuda pelajarnya, akhirnya Indonesia bisa meraih kemerdekaan.”

    Saya setuju, kata dosen Saya juga seperti itu. Karena pemuda tidak punya beban apa2, makanya brani. kalau bapak2 kan punya beban gajih, mikirin anak istri dll, mkanya cari aman.

    bapak-bapak dan ibuk-ibuknya sudah mempersiapkan anak-anaknya 🙂

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.