Selamat Jalan Gesang


Satu orang lagi maestro musik Indonesia telah kembali kerumah-Nya. Legenda musik ini selalu identik dengan lagu Bengawan Solo.

Walaupun ysalma bukan orang Jawa tetapi termasuk rakyat Indonesia sudah familiar dengan Bengawan Solo dari dulu, syairnya sederhana tetapi masuk kesemua zaman. Kalau zaman sekarang memperkenalkan  atau menceritakansebuah daerah lewat internet melalui hasil jepretan kamera, Gesang 70 tahun yang lalu menceritakan dan sekaligus mempromosikan Bengawan Solo = “Sungai Besar di Solo” lewat sebuah lagu, Salute.

Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa dengan dua hulu sungai, yaitu dari daerah Pegunungan Kidul, Wonogiri, dan Ponorogo, selanjutnya bermuara di daerah Gresik, mengaliri dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Legenda itu, Gesang : Surakarta, 1 Oktober 1917 – Surakarta, 20 Mei 2010.

Syair Bengawan Solo yang Tak Lekang oleh waktu :

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi…
Perhatian insani

Musim kemarau
Tak b’rapa airmu
Dimusim hujan air..
Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu
Riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu…
Naik itu perahu

Bengawan Solo selain populer di Indonesia juga sangat populer di negeri Sakura Jepang.

Sekarang si Bengawan Solo sudah tiada, tetapi namanya dan nama Indonesia lewat Bengawan Solo akan tetap dikenang dan melegenda. Gesang dan Bengawan Solo akan tetap abadi. Selamat Jalan Gesang.

Iklan