15 Kata Penyemangat agar Berdamai dengan Rasa Sakit Hati


Perasaan kecewa karena dikhianati orang yang dipercaya membuat diri tidak mampu berkata-kata. Gregetan, ingin nonjok, mengeluarkan sumpah serapah, tapi saking di luar perkiraan, hanya bisa terdiam.

Merasa tak pantas menunjukkan kekecewaan pada orang yang tak layak. Padahal rasa sakitnya ke ulu hati, bisa membuat terpuruk. Orang yang sudah membuat sakit hati merasa tak bersalah. Sementara kamu yang kecewa susah berdamai dan melanjutkan langkah. Bahkan sulit untuk percaya lagi pada seseorang di masa depan.

Kata penyemangat sakit hati agar tak terpuruk dan melanjutkan hidup

Penyemangat! Ungkapkan Rasa Sakit Hati Terdalam dengan Elegan

Perasaan kecewa yang dipendam, tanpa diungkapkan sebagai bentuk luapan emosi dalam batas wajar, justru tidak hanya membuat ‘sakit hati’ tapi juga dapat memicu sakit fisik. Berapa kali rugi itu ya?

Menunjukkan ekspresi sebagai manusia yang mempunyai perasaan, merupakan sesuatu yang wajar. Tidak harus mengumumkannya pada dunia dengan berkoar-koar, tapi keluarkan dengan menuliskan di tempat yang aman, sehingga tidak menambah kerisauan lain.

Sewajar menunjukkan bahagia dengan senyum dan tawa, menunjukkan kesedihan dalam sesugukkan dan deraian air mata, atau mengungkapkan perasaan terluka dengan nada bicara yang sedikit meninggi karena kecewa.

Menurut mereka yang mendalami ilmu kejiawaan, seseorang yang dapat mengungkapkan apa yang dirasakan, termasuk perasaan terluka oleh sikap orang yang dipercaya, perlahan rasa sakit hati atau kecewa akan menghilang.

Ucapan, kata ataupun kalimat yang berisi rasa sakit hati yang dirasakan, tujuannya bukan untuk mendendam, tapi sebagai penyemangat diri agar bangkit dari keterpurukan. Bukan juga menyelesaikan masalah yang ada, tapi setidaknya menjadi motivasi pada diri agar melanjutkan langkah untuk bertemu dengan seseorang yang ‘menunggu’ untuk dijumpai.

Seperti yang dikatakan oleh seorang bijak, sakit hati yang disebabkan oleh cinta maka obatnya adalah merasakan cinta dan dicintai lagi. Tak pernah berhenti untuk belajar mempercayai orang lain lagi. Sebab kita tidak pernah mengetahui sosok mana yang akan setia mendampingi hingga akhir usia.

Terkadang kita bertemu orang yang salah dalam usaha menemukan orang yang tepat. Sebuah pelajaran kehidupan yang mungkin dirasakan oleh orang lain dalam bentuk berbeda. Makanya tak perlu berkecil hati.

Berikut inspirasi kata penyemangat untuk diri sendiri yang sedang merasakan sakit hati agar bisa bangkit dan melanjutkan hidup.

  1. Ini yang namanya benci, yang kurasakan saat ini. Dikhianati orang yang kuanggap belahan jiwa yang sudah ditemukan. Ternyata memilih pergi dengan yang membuat jantungnya tak karuan. Aku ingin menjalani hidup tentram, dia ingin hidup jantungan.
  2. Hai hati, saat ini kau terluka, aku memakluminya. Tapi, berjanjilah untuk tak berlarut-larut. Mari balut perlahan dengan senyum-senyum mereka yang masih memilih menetap. Tak perlu terburu-buru untuk terlihat baik-baik saja. Yang namanya terluka pasti meninggalkan bekas. Biar waktu yang memudarkannya.
  3. Dikhianati oleh satu orang bukanlah akhir dari kehidupan. Itu pembelajaran, dia sudah pasti bukan orang yang akan membuatmu tersenyum di sisa perjalananmu.
  4. Cukup menangisnya! Cukup memikirkan yang tak dapat dipercaya itu! Jernihkan pikiran, tata hatimu, tutup kenangan masa lalu itu. Mari terus buat kenangan baru yang di masa depan juga akan menjadi masa lalu yang akan ditertawakan.
  5. Jika punggung yang pergi saat ini membuatmu menangis, berjanjilah di masa depan jika kau berpapasan atau mendengar kabarnya lagi, kau akan tersenyum. Bersyukur pernah dibuat kecewa, karena jadi mengetahui makna setia.
  6. Kesedihan saat ini menjadi pengingat bahwa Tuhan sedang mempersiapkan senyum di waktu mendatang. Semangat dan optimislah!
  7. Aku masih membenci semua hal yang mengingatkan padamu. Yang bersalah itu kamu sebagai pribadi, bukan kenangannya. Aku dan Kamu tidak ditakdirkan menjadi Kita, hanya cara mengetahuinya terasa sakit. Jauh lebih baik terkuak sekarang daripada nanti. Terima kasih sudah menunjukkan sifat aslimu.
  8. Jika kekecewaan saat ini terasa begitu sakit, percayalah akan lebih membuat menyesal jika dia tetap pura-pura ada di sampingmu. Itu akan menunda lebih lama hatimu diketuk oleh pemilik yang sebenarnya. Tersenyumlah.
  9. Tidak bisa memaksa tinggal mereka yang sudah memutuskan untuk pergi. Menangislah diri, sebentar saja. Bukan untuk dikasihani, tapi melepaskan kecewa karena menghabiskan waktu percuma. Yakinlah diri, ada yang pergi pasti ada yang datang, karena begitulah kehidupan.
  10. Hei hati dan pikiran yang sedang kecewa dan terasa sakit! Jangan lupakan bahwa kata tidak hanya pengkhianatan, tapi juga ada kesetiaan. Ada pengkhianat, maka ada juga yang setia. Bersyukur aslinya terkuak sekarang kan? Smile!
  11. Dikhianati memang menyakitkan. Tapi ingat, kehilangan seseorang yang tidak dapat dipercaya itu bukan kerugian, tapi keberuntungan. Berpikir positiflah, Girls!
  12. Hidup itu saat ini untuk cerita masa depan, jangan habiskan waktumu dengan menggali kembali yang seharusnya sudah terkubur. Fokus dengan langkah masa depan saja.
  13. Mempertahankan seseorang yang mengkhianatimu bukanlah perjuangan dan bentuk kepedulian. Itu adalah pemberitahuan bahwa dia bukanlah orang yang harus dipertahankan. Buka ‘matamu’.
  14. Banyak hal yang kau sesali karena harus kehilangan orang yang sempat dipercaya, tidak mudah mengikhlaskan semuanya, itu wajar. Tapi dalam drama kehidupan nyata selalu ada episode membiarkan seseorang pergi, sekarang episodenya dia.
  15. Pengkhiatannya tidak sepenuhnya bencana, ini mengajarkan padamu bahwa kau harus mengevaluasi dirimu. Buat dirimu lebih kuat dari sosok sebelumnya.

Bukan hanya 15 kata di atas, tapi banyak kata yang dapat dituliskan sebagai bentuk penyemangat, motivasi serta inspirasi untuk diri sendiri yang bermula dari rasa sakit hati yang dirasakan, agar bangkit dan melanjutkan hidup dengan ceria.

Satu yang harus diyakinkan pada diri bahwa mengetahui seseorang yang dipercaya tidak seperti yang selama ini dianggap, merupakan isyarat pada diri. Akankah diri siap jika terus memaksa bertahan. Apa tidak lebih baik terasa sakit saat ini, tapi di masa depan tidak akan mengalami hal yang sama dari orang yang sama.

Setiap orang memang berhak diberi kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya. Tapi, apakah diri sanggup menanggung pengkhianatan berikut-berikutnya. Hati kecil jauh lebih mengetahuinya daripada suara-suara di sekitar kamu. Dengarkan suara hatimu, bye rasa sakit hati.

Sakit hati yang pernah kau rasakan seharusnya membuatmu belajar menjaga sikap dan ucapan agar tak melukai orang lain.

Selamat menata hatimu yang sempat terkoyak. Tidak bisa mulus seperti semula, tapi tetap utuh, dengan bekas luka yang membuatnya semakin kuat.

Salam dari jejak mata, rasa dan pikiran YSalma.

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.