Mengatasi Gejala Flu dan Batuk Dengan Minuman Hangat Rumahan


Atasi flu dengan minuman hangat rumahan

Gejala flu dan batuk apabila sudah menyerang tubuh, bagi sebagian orang jika sudah minum obat pereda flu dan istirahat yang cukup, badannya akan berangsur membaik. Tidak akan begitu menganggu aktivitas hariannya.

Beda dengan badan saya yang pernah beberapa kali kena sinusitis. Jika saya tertular flu, maka akan memerlukan waktu lumayan lama untuk pemulihan.

Untuk itu, saya mengatasi gejala flu dan batuk ini secara alami, dengan mengkonsumsi minuman hangat rumahan. Tujuannya agar meminimalkan efek dari rongga hidung yang mampet, jangan sampai membuat gendang telinga saya sobek lagi. (Akibat batuk pilek, gendang telinga kiri saya juga pernah sobek atau pecah).

[Ceritanya ada di tulisan: Mencari Informasi Tips Sehat].

Gejala Flu & Batuk

Saya sudah mulai merasakan gejala flu dan batuk pilek ini dari hari Sabtu, 21 Maret 2020 lalu. Saat itu hidung sudah mulai terasa agak mampet dan suara bindeng. Sebenarnya sudah bersin-bersin dari dua hari sebelumnya.

Pada siang hari itu, karena ada keperluan keluar, saya tetap memaksakan diri, sebab sore menjelang malam, hari masih suka hujan. Setelah berpanas-panas dengan motor, kemudian harus masuk ruangan ber-ac, saat menuju tempat-tempat yang harus disambangi itu, langkah kaki semakin terasa berat, badan dingin, padahal hanya sebentar berada di tempat itu.

Keluar dari sana, saya nyari makanan yang berkuah dan minum jeruk hangat.

Nyampe rumah, mandi dan tidur sebentar.
Bangun-bangun, tenggorokan berasa makin gatel dan kering, kepala terasa makin berat, agak-agak keliyengan. Tapi untung badan ga demam, hingga masih bisa menyelesaikan beberapa ‘hutang’ pekerjaan.

Minuman Hangat Rumahan Pereda Gejala Batuk Pilek

Menyadari flu dan batuk semakin serius, saya mulai kuatir. Sebab, saya kalau pilek itu ingusnya bukan meler keluar hidung, tapi seperti menyumbat gendang telinga, dan cairannya ketarik lewat rongga mulut.

Dalam kondisi seperti itu, kalau batuk juga, itu akan membuat area langit-langit dalam mulut terasa sakit, makan jadi kurang berselera.

3 hari pertama, saya sempat merasa was-was, apalagi kalau bukan karena tentang pandemi virus corona. Untung badan saya tidak demam, dan mulai hari keempat, ingus kental dan bewarna kekuningan bisa dibersitkan keluar melalui rongga hidung.

Minuman hangat untuk mengatasi efek dari gejala flu dan batuk pilek yang saya konsumsi adalah:

  1. Minum Air Putih Hangat

Saya sudah lama mengurangi minum-minuman dingin, minumnya setelah mendekati suhu ruang. Semenjak flu dan batuk, minuman wajibnya air putih hangat, mendekati panas malah (air dari termos), tapi bisa diteguk sedikit-sedikit tanpa harus ditiup.

Tenggorokan berasa enakan. Tapi hidung mampet ga berkurang.

 2. Minum Air Jeruk Nipis atau Lemon Hangat

Saya ingat untuk menambah variasi minum air hangatnya, dengan minum air jeruk nipis hangat, biar sekalian ada asupan vitamin C alaminya.

Jeruk Lemon lokal kaya vitamin C

Dulu saya termasuk yang rajin minum air jeruk nipis hangat tanpa gula, waktu pagi dan malam sebelum tidur. Karena bosan, saya berhenti. Akibatnya, dalam kondisi tubuh memerlukan, saya ga punya stok jeruk nipis dan kebetulan saat ini si jeruk nipis susah dicari.

Di rumah adanya jeruk Lemon lokal untuk memasak. Saya coba membuat air Lemon hangat.

Entah kenapa, dari dulu perut saya kurang bersahabat jika hanya minum air Lemon hangat tanpa dicampur gula dan teh. Kebetulan, pilek kali ini tenggorokan saya sepertinya sensitif banget dengan manis gula, batuk bisa ga reda-reda.

Minum dari Lemon lokal ini  saya hentikan.

3. Minum Seduhan Gula Jahe Hangat

Kebetulan di rumah juga masih ada stok beberapa bongkah gula jahe instan. Tinggal diseduh air panas, terus diminum.

Jika kondisi badan saya lagi sehat, minuman ini terasa begitu ‘pedas’ di mulut dan badan. Ini minuman kesukaan teman hidup. Saya setelah tahu rasanya, tidak pernah mencoba lagi.

Tapi, dalam kondisi kurang sehat karena flu dan batuk ini, minuman seduhan gula jahe ini bisa membuat mulut dan hidung agak enakan, hingga bisa tidur.

Campuran gula merah dan jahe ini bisa menghangatkan tubuh dan juga tenggorokan.

Gula jahe instan

Saat minuman ini dibutuhkan, ketika mau beli lagi, yang biasa jual mengatakan bahwa dia sudah lama ga mendapatkan pasokan minuman ini, hiks.

Biasanya saya menggodok sendiri wedang jahe ini. Rebusan dari campuran jahe, kayu manis, serai, cengkeh, dan gula merah. Rasanya jauh lebih nikmat. Tapi berhubung badan lagi kurang bersahabat, ga memungkinkan menggodok sendiri.

4. Minum Teh Hijau Aroma Melati

Sebenarnya, setelah perut saya ga bersahabat dengan air Lemon hangat, saya sudah minum teh hijau aroma melati tanpa gula.

Saat meneguk teh hijau ini, hidung yang mampet itu masih bisa mencium aroma melati. Dan itu membuat hormon endorfin di kepala keluar, perasaan menjadi lebih tenang.

Teh hijau juga kaya akan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Ketika meminum seduhan gula jahe hangat, minuman teh hijau ini sempat saya hentikan.

Teh hijau hangat aroma melati

Setelah stok gula jahe instan habis, saya kembali rutin minum teh hijau di pagi dan sore hari. Sangat menikmati waktu menyeruput teh hijau ini.

5. Minum Seduhan Daun Sirih Merah & Menggunakannya Sebagai Antiseptik

Setelah mengkonsumsi keempat minuman dalam kondisi hangat di atas. Khusus untuk air putih hangat, itu merupakan minuman rutin. Cairan hidung yang terasa bikin mampet itu sudah bisa dibersitkan melalui hidung. Ini membuat saya merasa lega, sebab beban rongga mulut sedikit berkurang.

Cairan hidung yang keluar melalui hidung itu kental kekuiningan.
Membuat saya agak cemas karena mulai tercium bau kurang sedap. Saya membayangkan ribetnya meng-hunting dokter THT seperti waktu setahun lalu. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang, antri di rumah sakit malah bisa membuat badan saya semakin nge-drop.

Kebetulan, di WAG keluarga dan WAG teman sekolah ada yang meng-share informasi, tentang memanfaatkan mengunyah daun sirih sebagai antiseptik alami untuk membersihkan rongga mulut dari virus corona. Validasi dari informasi itu saya kurang mengetahuinya.

Akan tetapi, informasi itu mengingatkan saya akan tanaman sirih merah yang saya punya. Sebab sirih sebagai antiseptik alami memang sudah dimanfaatkan lama dalam ramuan pengobatan tradisional.

Saya ga berani mengunyah daun sirih merah ini, karena rasanya lebih pahit dibandingkan sirih hijau.

Saya ingin mencoba membasuh rongga hidung yang sudah mengeluarkan cairan kuning, yang baunya mulai kurang sedap itu dengan seduhan air sirih merah.

Cara Memanfaatkan Daun Sirih Merah Untuk Redakan Flu

Saya mengambil dua lembar daun sirih merah, mencuci bersih, kemudian menyeduhnya dengan air panas dalam dua wadah yang berbeda, masing-masing berisi satu lembar daun sirih.

Uap panas dan bau sirih dari satu wadah saya hirup dalam-dalam melalui rongga hidung, kemudian menghembuskan nafas lewat rongga mulut. Saya lakukan beberapa kali tarikan nafas.

Seduhan daun sirih merah

Setelah air seduhan daun sirih merahnya suam-suam kuku, daun sirihnya saya buang, air seduhannya saya taroh di telapak tangan, saya usapkan di jidat dekat alis, hidung, dan kedua pipi (area sinus di wajah). Terasa hangat dan enak di area sinus tersebut.

Sisa air seduhan daun sirih di wadah juga saya pergunakan untuk membersihkan rongga hidung. Caranya, saya taroh di telapak tangan, hirup melalui rongga hidung, seperti membersihkan hidung ketika berwudhu, setelah itu dibersitkan keluar hidung. Saya lakukan hingga air sirihnya habis.

Setelah bersih-bersih rongga hidung selesai, wadah seduhan daun sirih yang satu lagi saya pergunakan untuk kumur-kumur dan minum.

Oiya, satu lembar daun sirih merah yang sudah tua, jika diseduh air panas, rasa pahitnya tidak terlalu terasa, bisa diminum. Tapi kalau lembarnya lebih dari itu, perlu perjuangan untuk menelannya, sangat pahit.

Terapi dengan seduhan daun sirih ini saya lakukan dua kali sehari, pagi dan menjelang tidur. Rongga hidung dan mulut mulai terasa enakan.

Saat tulisan ini diposting, saya sudah 10 hari kena flu dan batuk. Sudah berangsur membaik. Cairan hidung masih ada sedikit dan sudah bening.

Saya kalau ga disertai demam, flu baru mereda setelah 14 hari (tapi belum sembuh, masih bindeng lama 😳 ) . Kalau disertai demam, sembuhnya setelah ke THT dan tetap diatas 14 hari.

Flu bagi orang lain hanya penyakit ringan karena kecapaian, bagi tubuh saya agak sedikit berbeda, hiks.

Berjemur Pagi

Kalau kena flu dan batuk seperti ini, keadaan saya waktu siang hari akan tampak baik-baik saja, apalagi kalau cuaca hangat. Tapi kalau hari sudah menjelang sore, ditambah hari hujan, badan terasa ga enak, hidung semakin mampet, tenggorokan gatal. Malam harinya dapat dipastikan saya bakal susah tidur.

Untuk itu, jika cuaca pagi hari bagus, saya akan memanfaatkannya untuk berjemur di jalan depan rumah sembari mencabut rumput, biar ga dianggap ‘aneh’ sama yang lewat 😆 . Pukul 10 lewat dikit, setelah lumayan berkeringat, setelah suhu tubuh kembali sama dengan suhu ruang, baru saya mandi. Setelah itu istirahat dengan tidur sebentar.

Setelah berjemur, badan yang dibawa istirahat terasa lebih rileks.

Kesimpulan:

Walaupun pemulihannya tetap memerlukan waktu, tapi dengan kondisi flu yang lumayan parah, kali ini tidak sampai membuat badan saya demam, karena dari awal langsung memberikan treatment seperti di atas. Walau tubuh sempat keliyengan, masih bisa sekali-sekali membuka layar ponsel tanpa kepala pusing. Akan tetapi tetap lebih banyak waktu untuk istirahat dengan rebahan dan menjauh dari gadget.

Bertahan dengan pemulihan flu seperti di atas, tetap harus memperhatikan reaksi tubuh. Saya tetap minum vitamin tambahan dan obat gosok luar untuk bagian leher, dada, dan punggung. Jika pada hari ketiga badan demam dan ga turun-turun, harus mencari bantuan medis, pergi berobat ke Puskesmas, Rumah Sakit, atau dokter terdekat.

Kalau lagi pilek, walau situasi bukan lagi pandemi corona seperti saat ini, tetap harus istirahat #DirumahAja #JagaJarak #KuatkanImunTubuh. Sebab, kita tidak tahu reaksi tubuh orang lain kalau terpapar virus flu influenza dari kita. Apalagi dalam situasi wabah virus corona sekarang ya, karantina diri di rumah aja.

Temans YSalma punya saran tambahan untuk mengurangi gejala flu dan batuk yang bisa dilakukan di rumah? Boleh kita berbagi informasi.

46 comments

  1. Wow bermanfaat banget tipsnya, kak. Aku biasa minum air hangat dan jeruk nipis hangat juga. Selain itu juga minum jamu buatan sendiri. Biasanya jahe anget, atau susu jahe anget. Tapi bukan kemasan, kak. Hehehe..

    Disukai oleh 1 orang

  2. Terima kasih resep-resepnya, Mbak Salma. Yang sirih itu belum pernah saya coba. Sepertinya lumayan nampol.

    Kalau saya, pas pilek biasanya saya konsumsi yang pedas-pedas. Mengeluarkan keringat juga bisa bantu ngurangin efek flu, mungkin karena racun-racun di tubuh ikut keluar ya. Kedok saya buat berjemur itu bakar-bakar sampah hehehe… 😀

    Suka

    • Sama-sama, kak. Ini juga catatan untuk saya pribadi, kadang giliran diperlukan, suka lupa.

      Iya, makan yang pedas dan berkuah hangat. Pokeke yang bisa membuat keringat keluar.
      Tapi kalau orang-orang makan pedes juga bikin ingus lancar keluar, saya kalau lagi flu, itu ga ngaruh banyak 😥 .
      Bakar-bakar sampahnya jangan sampai diprotes sama tetangga ya, ‘polusi udara’ 😀 .

      Disukai oleh 1 orang

  3. Saya belum coba nih Mbak kalau minuman seduhan daun sirih. Penasaran juga nih kapan-kapan harus saya coba.

    Berjemur pagi bagus juga ya Mbak. Sekarang aktivitas jalan kaki pagi saya dikurangi, karena situasi seperti begini, tapi tetap menjemur badan pagi-pagi sambil gerakan badan sedikit-sedikit. Bikin segar juga ternyata.

    Sehat selalu ya Mbak bersama keluarga.

    Salam dari Sukabumi,

    Suka

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.