Kelebihan & Kekurangan NgeBlog Dengan Domain Berbayar


Alamat blog dengan nama yang unik tentunya memberikan prestise tersendiri. Walaupun ngeblog atau mempunyai sebuah blog itu merupakan salah satu sarana untuk merunutkan apa yang terpikirkan, dalam bentuk tulisan secara digital.

Ngeblog perlu modal untuk bayar domain tahunan

Sebenarnya, untuk mencatatkan apa yang dianggap spesial itu, sudah sangat memadai jika menggunakan platform gratis yang tersedia. Tak perlu mengeluarkan modal untuk ini itu lagi setiap tahunnya.

Akan tetapi, yang namanya manusia selalu mempunyai keinginan untuk melakukan peningkatan. Setelah mampu mengelola rumah maya (blog) dengan domain gratis (numpang), merasa tertantang untuk memiliki domain (alamat agak khusus). Biar tampak gaya 😳 .

Memiliki Domain Berbayar Itu, Menantang Diri Agar Lebih Rajin Merawat ‘Rumah Maya’

Sudah punya alamat blog bagus, tapi tak terawat, kan sayang banget. Itu sih teorinya. Aktualnya? Masih jauh.

Kalau menurut saya, ini tentang memberi tanggungjawab pada diri. Walau pada kenyataannya itu tidak berbanding lurus dengan niat. Berdasarkan pengalaman sendiri, walau sudah menggunakan domain berbayar tetap aja berujung pengabaian blog 😥 . Dengan mengambinghitamkan kemalasan. 😥 .

Konsisten dengan sebuah komitmen itu ternyata lumayan berat.

Domain berbayar ini bisa saja dibeli di tempat numpang awal ngeBlog, atau beli di tempat penyedia layanan lain.

Kalau belinya di tempat awal numpang, hanya memperpendek alamat blog, nama rumah induk tempat numpang, tidak perlu disebutkan lagi. Kondisi secara umum masih tetap sama. Hanya berbeda pada perubahan alamat blog yang ditampilkan ke publik.

Yang awalnya ysalma[dot]wordpress.com menjadi ysalma[dot]com. *ghaya 😛 *.

Jika beli domainnya di tempat lain, perlu juga membeli tempat naroh barang yang berupa file, gambar, aplikasi, dan database. Tempat ini disebut hosting.

Setelah ada domain dan hosting, jika tidak mau memulai tulisannya dari nol, maka perlu pindah-pindah semua tulisan dari blog nama.

Untuk pindah-pindah dan perawatan ‘rumah’ (blog) selanjutnya ini perlu ketelitian dan kemampuan khusus. Ga cukup hanya klak klik. Lumayan membuat jidat berkerut. Syukur-syukur ga pusing kalau tidak mencari bantuang ahlinya.

Saya pribadi belum berani melakukannya.Makanya, hingga saat ini domain blognya masih betah menumpang di rumah WordPress 😆 .

Baca juga: Cara Mudah Membuat Blog.

Kelebihan NgeBlog Dengan Domain Berbayar

Semua yang dijabarkan di atas merupakan bagian dari kelebihan ngeblog dengan domain berbayar. Bukan hanya sekedar gaya, tapi banyak ilmu tentang membangun blog yang terasah.

  • URL (Uniform Resource Locator) alamat blog jadi lebih pendek. Contohnya blog ini.

Memberi kesan lebih profesional. Padahal belum tentu juga. Semua kembali pada blogernya 😳 .

Simak juga: Rahasia Blogger Profesional.

  • Peluang dilirik untuk diajak bekerjasama oleh beberapa ahensi atau brand lebih besar.

Ini hanya keuntungan tambahan. Bagi yang hobi menulis, ini bukan menjadi tujuan. Kalau saya, jika memang ada, tidak melenceng jauh dari idealisme pribadi, kenapa enggak? Lebih pada menantang diri untuk ‘berdamai’ dengan aturan kepenulisan orang lain *alesan* 😳 .

  • Tertantang agar lebih rajin menulis yang memberi manfaat pada yang mbaca.

Kalau saya, ini hanya berhasil menjadi pemacu diawalnya aja. Sesudahnya, giliran penyakit malas kumat, tetap aja merasa waktu kurang banyak untuk merangkai kata-kata agar menjadi artikel yang bisa dipost-kan.

Kekurangan NgeBlog Dengan Domain Berbayar Itu?

*Perlu menyisihkan budget untuk perpanjangan domain setiap tahunnya. Kalau lagi kantong kering, bikin lumayan mikir. Apalagi jika blog ga terurus.

*Jika domain tidak diperpanjang, jejak link saat komen ke blog bloger lain akan menjadi broken link. Ini akan ngasih ‘kerjaan’ tambahan pada teman buat bebersih di blognya. Bahkan jejak balasan komen di blog sendiri pun statusnya juga broken link 😥 .

*Domain ga diperpanjang lagi, tapi lupa mengembalikan setting-an di dasbor blog menjadi blog gratisan, maka blog dengan tulisannya itu akan hilang semua. Hilang semua jejak dokumentasi 😥

*Jika membuat blog langsung dengan domain berbayar di WP, tapi lupa memperbaiki nama blog jika nanti menjadi blog gratisan, nama blog menjadi aneh.

Saya sempat punya dua blog dengan kasus seperti ini. Yang satu masih dipertahankan domain berbayarnya *walau jarang update*.

Satunya lagi sudah kembali menjadi blog gratisan dengan nama yang aneh.

Contohnya, saya membuat nama blog baru dengan domain berbayar memakai nama blogku[dot]com. Begitu tidak diperpanjang lagi, nama blognya menjadi blogkudotcom.wordpress.com. Seharusnya nama blog numpangnya cukup blogku.wordpress.com. Efek kurang teliti.

Itulah kelebihan dan kekurangan ngeblog dengan domain berbayar versi YSalma. Kalau menurut teman-teman bagaimana? Boleh dong ditambahkan dengan komenya.

Kesimpulan

Kegiatan ngeblog itu intinya menulis untuk berbagi cerita pada yang membaca. Wadahnya tinggal pilih. Mau mempunyai blog dengan domain berbayar numpang (nyewa separoh), mandiri, atau masih numpang sepenuhnya (gratis). Lakukan dengan senang hati 🙂 .

15 comments

    • Iya, Pak.
      Begitu punya ide nulis, juga harus dioret2 langsung, kalau gak bisa lupa. Begitu niat menuliskannya, bingung mau mulainya, begitu aja terus, akhirnya ga jadi2 nulis 😥 .

  1. Terima kasih infonya Mba Ysalma.
    Mba, kalau misal blog dari gratisan terus jadi berbayar, apakah akan berpengaruh pada statistik blog? Apakah nanti berubah dari nol lagi atau tidak?

    • Kalau sy yg domainnya numpang di WP langsung, statistik tetap, mba Ai.

      Kita tinggal mengklik nama blog yg akan ditampilkan, tentunya yg sudah pakai domain berbayar.

      Hanya trafik yg sempat berpengaruh.
      Etapi, trafik blog itu turun banyak faktor. Hingga kini saya belum bisa mengembalikannya ke trafik masa jayanya 😳
      Tapi itu bukan utamanya. Nghaya nama blognya aja 😀

      Hanya kalau cek2 ‘kondisi blog’, macam DA, PA, menggunakan aplikasi pihak ketiga, usia blog terhitungnya dr awal domain berbayarnya.

      Tp kalau WordPress sendiri tetap ngingatin usia blog kita dr pertama bikin.

      Kalau beli di tempat lain, menurut teman-teman lain yg pernah nyoba, jika proses migrasinya benar, hanya sementara turun, setelah itu normal kembali.

      • Mantaap, Terima kasih utk pencerahannya Mba Ysalma 🙏🙏

        Ada yg menyarankan saya utk pakai yg berbayar, katanya blog saya byk iklannya, tapi saya ga terima kue iklan, krn saya masih pakai yg tidak berbayar.

        Kalau sudah berbayar, mesti daftar ke AdSense atau AdWords ya mba?

        *sedang menimba ilmu dari yg sudah berpengalaman* 🙏

        • Kalau utk bisa masang AdS di WP yg diluar AdWords, kalau ga salah minimal harus ngambil paket Premium, mba Ai.
          Kalau sy yg hanya domain standar, hanya bisa masang WordAds milik wp.

          Tapi sekarang ‘kuenya kurang gurif’ makanya banyak teman2 bloger yg pada pindah ke self hosted. Jadi bisa masang dua-nya, ya GA, WA, dan bahkan nyewakan space sendiri.

          Kalau yg muda2, yg semangat belajar masih tinggi dan ga bakal puyeng kurang tidur beberapa hari, mending yg Self Hosted sih mba. Apalagi kalau punya teman sesama bloger yg udah seiya sekata. Lebih punya kebebasan mengatur blognya dgn ilmu baru.

  2. Bener sih, blog berbayar bisa bikin semangat nulisnya kuat.. namun semua tergantung pada penulisnya juga, hahahaha
    Kayak aku yang angin2an nulisnya, kalau sedang mood, yah nulis, kalau tidak bisa sampai sebulan lebih…
    Entah lah

Terima Kasih Untuk Jejakmu, Temans :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.