Yang Ngaku Pecinta Kopi, Sudah Nyicipin Kopi Situjuah Payakumbuh?


Saya sempat jadi pecandu kopi sewaktu duduk dibangku SMA. Secangkir kopi merupakan teman setia melewati detik saat membolak-balik buku pelajaran sambil diiringi suara penyiar radio FM favorit *hidupmu jadul amat? Emang 😛 *

Masa kecil saya juga sempat dihiasi dengan berpindah dari satu pokok kopi ke pokok kopi berikutnya untuk memetiki biji-biji kopi yang sudah merah ranum, berebut dengan semut. Lahan keluarga yang sempat berisi beberapa pokok kopi, cengkeh, pala dan pohon karet, sekarang lebih dominan diisi semak belukar *ya iyalah, ga ada regenerasi 😦 *

kopi-situjuah-pecinta-ngopi-sudah-pernah-nyicip

Karena banyak yang tahu kalau saya begitu bersahabat dengan kopi, maka pada suka bawain kopi sebagai oleh-oleh, mulai dari kopi Gayo Aceh, Kopi Bengkulu dan kopi Lampung. Malam tak pernah terasa begitu panjang bersama secangkir kopi 😳

Saat saya remaja itu, para pecinta kopi menjadikan kopi sahabat terbaik di saat begadang mengerjakan tugas atau teman ngobrol para lelaki di warung-warung.

Gaya minum kopi saat itu belum seperti sekarang ini, kopi sudah menjadi simbol pergaulan bagi mereka yang punya cita rasa.

Karena pola makan yang kurang benar, kecanduan saya akan kopi harus dikurangi secara perlahan. Akhirnya aroma kopi pun sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa penasaran :mrgreen: .

Kopi Situjuah Payakumbuh Punya Cita Rasa Khas Yang Patut Diperhitungkan

Sebenarnya saya sudah beberapa waktu lalu di WA teman yang keluarganya memiliki ladang (perkebunan) kopi di Payakumbuh Sumatera Barat.

Baru Minggu, 13 November kemaren saya berkesempatan mengunjunginya. Ditengah hujan deras yang menurut berita hingga merendam tol Cikampek km 38, saya sampai dikediaman si sahabat di daerah Cikarang Baru.

Si sahabat menyuguhkan secangkir kopi hasil ladang keluarganya. Di tengah cuaca dingin, ditemani secangkir kopi dengan aroma yang menggugah, tidak terlalu tajam tapi khas.

Walau saya sudah akrab dengan kopi dan pohonnya dari dulu, saya tidak pernah melihat proses pengeringan kopi selain dijemur dibawah matahari langsung. Karena penduduk dikampung, dulu menjual kopi dalam keadaan basah atau setelah dipetik. Nanti para pengepul baru menjemurnya. Setelah itu dijual ke pedagang berikutnya. Kalau mau minum kopi, penduduk malah membeli kopi keluaran pabrik.

Saat ini, proses pengolahan kopi sudah sedemikian canggihnya. Jika punya modal, yang punya ladang, bisa mengeluarkan produk kopi sendiri. Apalagi bagi mereka yang pecinta kopi. Klop sudah, kopi dari bibit terbaik, proses terjaga dan penyajian yang pas di setiap mulut penikmatnya.

kopi-situjuah-punya-cita-rasa-khas

Di tempat sahabat itu lah baru pertama kali saya nyicip biji kopi yang sudah disangrai dan siap dihaluskan.

Kopi yang sudah kering itu rasanya gurih dan berakhir dengan agak sedikit pahit, tapi rasanya ingin ngunyah lagi, kayaknya biji kopi bakal asyik juga dijadikan camilan *emang kacang?*

Cerita pun mengalir bersama secangkir kopi.

Kopi yang disuguhkan sahabat itu sekarang termasuk komuditas andalan Situjuah Payakumbuh, dari jenis kopi Arabica. Kopi yang ditanam di lahan milik warga di kaki Gunung Sago di Nagari Situjuah Banda Dalam Limo Puluah Koto yang dikelola oleh kelompok tani dan mulai dibudidayakan dari 2008 silam.

Etimologi Kopi

Menurut wikipedia, kopi berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan. Ini dikarenakan pada awalnya kopi digunakan sebagai minuman berenergi. Kata qahwah mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki, kemudian menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Kata terakhir diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi kopi.

Apa Spesialnya Kopi Arabica Situjuah?

Kopi Arabica mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan kopi Robusta. Kopi ini merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik.

Kopi Arabica bisa tumbuh dikondisi tanah dan ketinggian tertentu. Tanaman kopi ini lebih rentan dan lebih perlu perlakuan khusus dibanding penanaman bibit kopi Robusta. Penyebaran dan pembudidayaannya tidak semudah kopi Robusta, makanya kopi Arabica disebut sebagai kopi kelas satu.

Tanaman kopi Arabica bisa tumbuh subur di daerah Situjuah dan berbuah seperti yang diharapkan, ini menandakan sudah terjalin secara alami hubungan tanah dan bibit kopi yang ditanam dengan sentuhan tangan dingin para petani.

Cita rasa khas pun dihasilkan dari produksi panen kopi ini.

Proses selanjutnya pasca panen tak kalah pentingnya, pemisahan biji dari kulit, pengurangan kadar air, hingga menjadi biji kopi yang siap olah menjadi bubuk kopi. Kenikmatan kopi yang sudah punya ciri khas tersebut bisa anda tentu kan sendiri kadarnya dalam setiap cangkirnya.

kopi-arabica-situjuah

Manfaat Minum Kopi

Dulu, para orangtua selalu bilang jangan minum kopi berlebihan, tidak baik untuk kesehatan, karena buat sebagian orang kefein dalam kopi dipercaya bisa membuat mereka terus terjaga, jauh dari rasa kantuk. Jika jam tidur tubuh sudah diotak-atik, tentunya akan berpengaruh pada metabolisme tubuh, yang akan diikuti oleh ketidak teraturan lainnya.

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.

Tapi, semakin kesini, referensi tentang minum kopi semakin banyak. Para peneliti malah mengatakan bahwa mengkonsumsi dua cangkir kopi dalam sehari bagus untuk menjaga dan meningkatkan konsentrasi pikiran.

Kafein dalam kopi ternyata juga mengandung anti oksidan. Yang namanya anti oksidan itu akan membantu tubuh menangkal radikal bebas si pemicu kanker, diabetes tipe 2 serta penurunan respon imun, karena senyawa aktif dalam kopi bisa meningkatkan metabolisme sebab dia bisa memecah glikogen.

Semua yang dikonsumsi secara teratur dan tidak berlebihan, serta diikuti dengan pola makan sehat dan olahraga sesuai kebutuhan, akan membawa dampak baik bagi kesehatan tubuh.

Minum secangkir kopi sudah merupakan bagian dari pergaulan dan gaya hidup saat ini. Mulai dari warung kopi pinggir jalan, hingga cafe berkelas internasional. Tapi yang perlu diingat, jangan minum kopi saat perut kosong, karena akan terasa kembung. Mungkin itu sebabnya kopi selalu perlu teman saat meminumnya *pisang goreng, sepotong kue kesukaan, dll 😀 .

Bagi teman yang ngaku pecinta kopi, tapi belum merasakan ke khasan cita rasa kopi Situjuah dan penasaran ingin mencobanya, bisa menghubungi salah satu penggiat kopi Situjuah ini:

kopi-situjuah-contact-person

Temans bisa mendapatkan kopi yang sudah digiling atau biji kopi yang sudah disangrai, atau mungkin penasaran dengan perkebunan kopi Arabica di daerah Situjuah tersebut? Bolehlah saya diajak juga jalan-jalan ditengah perkebunan kopi *ngarep 😆 *.

Selamat menikmati secangkir kopi dalam setiap seruputnya.

Iklan