Kisah Tanggal Tuaku Saat Masih Jomblo, Jadi Seorang Emak & Solusinya


Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Kisah tanggal tuaku, sepertinya ini bukan hanya aku yang pernah mengalaminya, yang sedang membaca tulisan ini mungkin punya ceritanya sendiri. Tak perlu menyangkal, hidup itu kan selalu seperti musim yang berputar, kadang mengalami musim panen, lain waktu mengalami masa-masa paceklik.

Walaupun keuangan sudah direncanakan dengan sebaik-baiknya, namanya manusia, hanya bisa berencana, ditengah jalan, ada saja hal-hal diluar dugaan yang diluar batas antisipasi anggaran biaya tak terduga yang sudah disisihkan sebelumnya.

Dulu, saat masih jomblo, kisah tanggal tuaku lebih disebabkan karena kurang bisanya mengendalikan ‘lapar mata’. Saat masih jadi anak sekolah, begitu terima kiriman uang bulanan, langsung ngeceng ke Pasar Raya *jaman mall belum mewabah*, muter-muter memuaskan mata, tanpa sadar membeli sesuatu yang tidak direncanakan. Nyampai kost, baru ngeh, kalau benda yang dibeli itu bukan kebutuhan, hanya keinginan. Sesal kemudian tiada berguna.

Mulailah menghitung uang yang tersisa dan hari yang akan dilewati sampai akhir bulan. Agar cukup, yang seharusnya makan siang dan malam di warung langganan, digantilah dengan menu mie instan, dengan kuah yang banyak, sebagai solusinya. Mau minta kiriman ke orangtua lagi, malu. Duh, nasib! Lha, ngapain nyalahin nasib?

Gegara menjalani tanggal tua seperti itu, tekanan darahku jadi drop, ga bisa bangun dari tempat tidur. Ujung-ujungnya, mengganggu kesibukan orangtua dikampung, salah satu dari mereka harus meninggalkan pekerjaanya, datang ke kostku di kota, kemudian membawa ke dokter untuk berobat.

Apa yang paling menyedihkan dari kisahku ini? Dokter mengatakan kalau aku itu kurang gizi. Gimana ga membuat ibuku geleng-geleng kepala dan berkaca-kaca 😥 . Anak disekolahin, dikasih uang bulanan lebih dari cukup, masih saja kekurangan dan mengalami tanggal tua? Heran.

Kisah Tanggal Tuaku & Solusinya

Apakah aku kapok setelah mengalami kisah tanggal tua yang seperti diatas?

Ketika udah kerja, udah punya gaji bulanan sendiri, yang lebih dari cukup kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, malah seharusnya ada sisa buat ditabung. Aku tetap aja pernah mengalami kisah tanggal tua. Penyebabnya, hal yang sama, suka berkeliaran di mall dan tak bisa menahan lapar mata.

Niatnya hanya nyari buku, tapi tergoda ngelihat apa yang ditawarkan di gerai lain. Padahal, aku sudah jadi member matahari mall dari awal-awal kerja, suka lupa memanfaatkan diskon yang mereka tawarkan. Akhirnya mengalami kisah tanggal tua lagi deh.

Solusi kali ini, aku pilih yang agak gaya dikit, mulai rajin puasa sunat, tapi nge-mallnya ga berkurang, karena tempat kost ku selalu dekat dengan mall atau pusat perbelanjaan. Cukup jalan kaki, udah bisa ngadem di toko buku, kemudian muter nyari mbak-mbak SPG yang sedang promosiin barang dengan mencontohkan pengolahan makanan, pengunjung diminta nyicipin hasilnya. Lumayanlah buat ngeganjal perut dan mengurangi jatah porsi makan. Eits, kadang juga ada promo minuman, es krim dsbnya. Ada yang pernah nyobain solusi tanggal tua kayak gini? *pada bilang “sorry, ga level” pastinya 😆 *.

Bagaimana setelah menjadi seorang Emak? Apa punya kisah tanggal tua juga? Tentu saja pernah, namanya juga hidup, ada masa diatas, ada saatnya berada di titik terendah dalam kehidupan. Wajar aja.

Setelah berkeluarga, kebutuhan pokok dasar, seperti beras, listrik, air minum, uang sekolah anak, asuransi dan internet, dipenuhi diawal bulan setelah gajian. Walau sekarang sudah jadi ibu rumah tangga sepenuhnya, aku tetap gajian dari kegiatan ngeblog dan kegiatan lain di rumah. Keinginan sebagai seorang wanita dan ibu, tidak boleh berkurang, hanya perlu disiasati, tapi tidak dengan menggunakan kartu kredit.

Solusi menyiasati kisah tanggal tuaku setelah jadi emak-emak yang pernah ku lakukan adalah:

Menurunkan Standar Hidup

Biasanya ditanggal muda, lauknya daging ayam atau ikan, tanggal tua diganti dengan telur. Tanggal muda kosmetiknya agak mahalan, tanggal tua diganti dengan yang biasa aja, yang penting fungsinya sama 😳 .

Mengumpulkan Koin Recehan & Uang Nyelip

Jujur aja, kalau aku termasuk rapi dalam menyimpan uang, tapi anggota keluarga lain, suami dan anak, biasanya mereka naroh uang kembalian dimana-mana. Saat tanggal tua, aku sebagai emak, mulailah kegiatan menyisir ruangan mencari uang yang nyelip dan mengumpulkan koin recehan yang kadang ada diatas kulkas, laci, bufet. Kadang bisa terkumpul lumayan. Seharusnya punya tempat khusus untuk koin dan recehan, biar saat diperlukan, tak pakai ribet, langsung jadi koin penyelamat di tanggal tua.

Mendata Piutang & Menangihnya

Aku sempat menjual perlengkapan muslim di rumah. Ada yang belum lunas membayarnya. Piutang yang sudah lama belum dibayar itu, kadang terlupakan. Saat tanggal tua, mau tak mau, ya, harus ditagih. Kadang jawabannya “sama-sama tanggal tua.” Harus putar otak lagi nyari jalan keluarnya, setidaknya mereka mau mencicilnya.

Menjadi Rajin Datang ke Acara Syukuran

Yang namanya acara syukuran, kalau diundang, ga perlu ngamplop. Biasanya, agak ogah-ogahan datang, tapi, kalau tanggal tua akan datang dengan senang hati. Lumayan kan, makan di tempat, kemudian dibungkusin lagi 😆 . Bisa tertawa bersama tetangga dan sahabat. Silaturrahim terjalin, rizki pun mengalir. Ini bisa dilakukan kalau di undang, kalau tak ada undangan, jangan coba-coba, secara makanan yang masuk ke lambung, nantinya akan menjadi sumber kehidupan kita. Gimana kalau yang punya hajat menggerutu, ga ikhlas, ga berkah, akan sia-sia.

Kisah Tanggal Tuaku Rajin Ngumpul

Kisah Tanggal Tua bagian cerita kehidupan. Senyum ketika ngumpul, harus itu ❤

Menggadaikan Barang Berharga

Ini dilakukan jika kebutuhan benar-benar mendesak saat tanggal tua, tapi tidak mau kehilangan kenangan dari benda tersebut. Gadaikan kepada orang yang dipercaya.

Menjual Barang

Solusi ini dipilih untuk barang-barang yang dimiliki lebih dari satu, seperti monitor. Atau barang yang sebenarnya tidak terpakai, tapi memiliki nilai jual dan masih disimpan dengan alasan siapa tau nanti diperlukan. Misalnya, pernah menjual mesin air ke tetangga yang memerlukannya, tapi karena tanggal tua juga, ia tak bisa membeli yang baru. Sementara kami sudah menggunakan PDAM, jadi mesin air itu pun direlakan, walau harga jauh dibawah harga pasar. Simbiosis mutualisme.

Ngutang di Warung Terdekat

Solusi ini dilakukan kalau tanggal tuanya tidak terlalu jauh dari tanggal gajian. Si pemilik warung dengan senang hati memberikan apa yang diperlukan, secara jarang ngutang. Jadi, kepercayaan dari orang lain itu tetap harus dijaga dengan baik 🙂 .

Ngambil Dana Tunai Asuransi

Kebetulan kami mengikutkan anak dengan asuransi jenis link. Asuransi yang dipersiapkan untuk masa depan anak, dengan terpaksa harus diambil dana tunainya beberapa, untuk mengantisipasi keperluan mendesak ditanggal tua tersebut.

Semakin Rajin Puasa Sunat

Sebagai muslimah, aku percaya bahwa puasa itu bukan hanya untuk menahan lapar dan haus. Tapi juga mengendalikan semua hasrat aneh-aneh duniawi. Jadi, saat tanggal tua, ini salah satu solusi yang paling ampuh. Mana saat berbuka tiba, air mineral pun nikmatnya sungguh luar biasa, apalagi kalau ditemani nasi hangat, sambal, goreng tempe plus sayuran bening. Lauk pauk lain, lewat deh 😀 .

Begitulah pengalamanku saat mengalami tanggal tua dalam hidup. Mungkin mirip dengan kisah teman-teman lain. Mengenai solusinya, bisa dicontoh juga dengan tips dari video berikut #JadilahSepertiBudi. Semoga bermanfaat.

Jika teman yang membaca ngerasa punya kisah tanggal tua yang mirip, link dari Kisah Tanggal Tuaku ini boleh banget di share lewat media sosial teman-teman semua, terima kasih 🙂 .

Iklan