Berkunjung ke Masjid Agung At-Tin


Berkunjung ke Masjid Agung At-Tin yang terletak di Jalan Raya Taman Mini, Pintu 1 Taman Mini Kelurahan Pinang Ranti, Jakarta Timur. Salah satu masjid dari dua masjid megah yang ada di kawasan TMII. Untuk singgah ke masjid ini kita tak perlu masuk kawasan TMII.

Masjid ini berdekatan dengan Museum Taman Anggrek, Tamini Square, dan tentu saja Taman Mini Indonesia Indah πŸ˜› .

Masjid Agung At TinFoto Masjid Agung At-Tin terlihat dari pinggir jalan raya TMII.

Saya pribadi dan keluarga sudah beberapa kali singgah menunaikan kewajiban shalat, saat melakukan perjalanan di sekitar situ.

Terakhir berkunjung, puasa tahun 2013 lalu, saat itu mengajak ibunda untuk buka puasa dan shalat tarawih di sana. Bekal utama buka tetap dibawa dari rumah, secara bunda yang kental lidah Sumateranya kurang cocok dengan nasi dan lauk pauk beli jadi. Berangkat dari rumah setelah Ashar, macet, akhirnya berbuka dan shalat magrib di salah satu masjid di daerah Cibubur. Alhmadulillah sebelum Isya kami sampai di masjid At-Tin ini.

Ibunda sangat senang, secara ini taraweh pertama kali beliau di masjid itu. Sebelumnya hanya lihat di TV dan saat main ke TMII tidak sempat berkunjung ke masjid ini. Begitu nyampai di parkiran, disambut taman luas, hijau yang tertata rapi. Masjid ini terdiri dari dua lantai.

Lantai dasar digunakan untuk ruang serbaguna, tempat wudu (pria/wanita), ruang mushaf, ruang rapat kecil, perpustakaan, ruang audiovisual, dan ruang internet. Area lantai dasar masjid juga dikelilingi teras terbuka, sehingga pengunjung yang duduk di situ dapat dengan leluasa melihat ke arah taman. Keren dah.

Ruang utama shalat ada di lantai satu, tinggal naik melewati tangga kokoh yang tersedia. Masjid ini juga ada fasilitas lift-nya lho.

Saat tarawih di masjid ini, ibunda melihat dan merasakan pengalaman unik. Secara kalau dikampung, satu masjid, satu kebijakan untuk pelaksanaan shalat tarawihnya.

Nah, di masjid ini mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berkunjung untuk melaksanakan shalat taraweh. 8 rakaat awal dilakukan semua jamaah bersamaan. Untuk rakaat berikutnya, jamaah tinggal bergeser memilih shaf selanjutnya yang akan diikuti, witir 3 rakaat atau ikut lanjut yang 21 rakaat. Menghargai perbedaan dalam satu waktu pelaksanaan, indahnya ya πŸ˜€ .

Dari informasi yang saya baca dan lihat. Masjid ini mulai dibangun pada April 1997, selesai tahun 1999, di buka tanggal 26 November 1999, oleh Yayasan Keluarga Besar Pak Soeharto *Presiden kedua RI*. Berdiri di area tanah seluas 70.000 meter persegi. Bisa menampung dengan sekitar 9.000 jamah di dalam masjid, 1.850 jamaah di selasar.

Arsitektur masjid ini kental ornamen Jawa dan ukiran kayu jati, berbentuk anak panah. Beribadah di masjid yang tak bisa dipungkiri menyimpan kemegahan ini semakin menambah rasa syukur atas nikmat sehat hingga diberi kemudahan untuk melangkahkan kaki datang berkunjung ke sebuah masjid. Berada di luar, disuguhi taman hijau yang cantik dan terawat rapi.

Berpose di depan air mancur di halaman Masjid At Tin :)

Berpose di depan air mancur di halaman Masjid At Tin πŸ™‚

Sebelumnya, saya juga sempat berkunjung bersama junior untuk melaksanakan Shalat Idul Adha tahun 2012 lalu. Banyak penjual makanan dadakan, menggunakan mobil di sepanjang trotoar di luar area masjid. Penjual mainan anak-anak juga ada. Beli makanan dulu, trus balik lagi ke halaman masjid untuk bermain dan lari-larian πŸ™‚

Lengkap deh wisata rohani saat taraweh ataupun shalat Id ke masjid ini.

Jika teman berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah atau lagi shopping ke Tamini Square, boleh di sempatkan untuk melongok masjid ini untuk melaksanakan shalat wajib atau sekedar shalat Tahiyatul Masjid. Selamat berkunjung dan mari ramaikan masjid.

Tulisan ini di ikutsertakan dalam GA perjalananku dan masjid #HijrahMenujuIslamKaaffah’.

banner lomba perjalanan masjid

Iklan