Aksiku di Earth Hour


Aksiku di Earth Hour pada hari Sabtu besok tanggal 29 Maret 2014 kembali di gugah. Aksi untuk ikut berpartisipasi memadamkan listrik, selama satu jam, dimulai pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Aksi kepedulian penghuni bumi dengan memberikan ‘jam bumi’, yang seharusnya sudah menjadi hak penuh bumi.

Aksi Earth Hour mulai di gulirkan di Australia pada tahun 2007 silam, dan sudah diikuti banyak Negara dan kota di dunia. Indonesia ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini pertama kali pada tahun 2009.

earth-hour-plusPhoto dari : Earth Hour, Tunjukkan Aksimu.

Kepedulian terhadap hak penuh bumi ini tidak hanya berhenti selama 60 menit di Sabtu terakhir Bulan Maret saja. Tetapi menjadi sebuah gaya hidup yang terus berlanjut. Berhemat menggunakan listrik, berhemat menggunakan air, berhemat menggunakan bahan bakar, menghemat penggunaan kertas dan plastik. Menjaga lingkungan hidup sekitar, tidak membabat dan membakar hutan sembarangan akan menghentikan siklus asap. Adalah bentuk partisipasi terhadap earth hour yang berkesinambungan.

Ikut berpartisipasi dalam Earth Hour di saat kita berlimpah listrik, tak kekurangan air, bahan bakar tersedia dan lingkungan yang jaman, itu hal enteng dan lumrah. Tetapi memutuskan untuk ikut bergabung bersama keluarga kecil saat listrik mati tak tahu jam, ternyata memang sangat sulit teman.

Saya merasakan langsung hal tersebut. Awal-awal Earth Hour heboh di Indonesia, saya dengan keluarga kecil yang masih tinggal di Kota Madya dengan pasukan listrik penuh sepanjang tahun. Aksi ini sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Ikut tertarik menuliskannya dalam blog baru di tahun 2012. Dua tahun terakhir pindah ke desa di salah satu Kabupaten di daerah penyangga Ibu Kota Republik ini. Cuaca bagus aja listrik mati tanpa berita lebih dari dua jam. Apalagi kalau hari hujan, tanpa listrik lebih dari 6 jam sudah hal biasa. Mana sebelum listrik mati, air di penampungan lupa diisi, alamat deh.

Demi memberikan hak bumi, saya tetap dengan senang hati melaksanakan ‘kegiatan berhemat’ ini dengan keluarga kecil. Minimal menanamkan pemahaman dan pengertian kepada anak-anak. Ayo berpartisipasi dalam Earth Hour 2014.

Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Petuah bijak yang mengatakan, ‘Tuhan sayang kepada orang kaya yang pemurah, tetapi Tuhan jauh lebih cinta kepada orang miskin yang pemurah dan peduli‘. Benar adanya. Secara untuk merasakan kesusahan orang lain, saat kita sendiri juga susah, perlu perjuangan lebih untuk melawan ketak pedulian yang ada dalam diri sendiri.

Aksiku di Earth Hour, pernah mempunyai cerita sensasi yang menyenangkan, ga percaya, coba baca di sini 😉 .

Selamat berpartisipasi di jam bumi dengan Earth Hour-nya sobat 🙂 .

Iklan