Gas Elpiji Naik, Emak-Emak Pusing


Beberapa waktu lalu Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg. Kemudian ada lagi berita, pemerintah tidak setuju dan meminta pertamina menurunkan harganya kembali. Ternyata harga turun gas elpiji yang baru ini tetap lebih tinggi dari harga sebelum pertamina menaikkan. Kesimpulan akhirnya harga gas elpiji tetap naik.

Berita naik turun naiknya harga gas elpiji ini, sepertinya kalah bersaing baeritanya di tv nasional  oleh hebohnya pemanggilan seorang petinggi partai yang surat pemanggilannya ada redaksi ‘dan kasus-kasus lainnya’. Ysalma dan emak-emak lainnya disuguhi drama politik di setiap channel tv.  Katanya sih ini efek tanggal 9 April mendatang akan ada pesta demokrasi di negeri ini untuk memilih wakil-wakil rakyat. Ah berita itu semua tentu sudah ditangani oleh ahlinya masing-masing.

Bagaimana bisa gas elpiji naik membuat pusing emak-emak?, begini ceritanya :

Gas Elpiji

Bukan sekedar harganya yang naik turun yang membuat emak-emak harus lebih mengatur pengeluaran untuk memenuhi semua kebutuhan dapur dan tetek bengeknya.

Tetapi begitu si gas elpiji ini di perlukan, eh dia tak ada di warung, di mini market. Si gas elpiji ini mendadak menjadi sebuah barang langka. Pusing toh. Begitu ketemu, segelnya berbeda dari biasanya.

Pernah kejadian, beli gas, segel dilepas, regulatornya dipasang, dapur penuh dengan bau gas, kirain salah regulator, beli regulator baru yang ada tulisan anti bocor, pengamannya lengkap, masih bau aja. Kompornya kali yang udah umur, ganti dengan kompor baru, bau gas tetap aja menyengat. Akhirnya cari gas elpiji yang 3kg, tetap tak berubah dan umur gas cuma sebentar.
Berapa coba tambahan pengeluaran emak-emak gara-gara si gas elpiji ini, belum lagi perasaan was-was akibat bau gas yang menyengat, ngeri si gas jadi petasan dadakan yang bisa meledakkan semuanya.

Secara udah pernah di buat pusing oleh  dapur yang bau gas, ditegaskanlah ke penjual, “ ini gas elpiji oplosan ya”. Sipenjual dengan meyakinkan bilang, “ bukan bu, kita ga ada menjual begituan, bahaya”.

Begitu nyampe rumah, segel di lepas, kok double, di segel dalam tertulis nama perusahaan yang mengatakan si cv tersebut punya ijin atas gas 3kg (yang dibeli kan gas 12kg?, sayang segel tak lempar tong sampah saking sebelnya, ga sempat diphoto). Akhirnya dapur penuh bau gas lagi. Ketipu beli gas oplosan lagi, bah.

Semua maunya dapat untung aja, pertamina katanya rugi, makanya menaikkan gas 12kg, tapi kurang pengawasan dilapangan. Mumpung naik dan diperlukan, pedagang biar untung gede, mengoplos barang dagangannya. Yang 12kg isinya dikurangilah, yang 3kg disuntik ke tabung 12kg.  Konsumen emak-emak ini dapat pusingnya aja, bau gas kemana-mana.

Ada lagi, adik saya yang di Kepulauan Riau pas telpon cerita. Gas di pulau tempat tinggalnya juga sangat langka. Akhirnya buat masak beli minyak tanah lagi. Harga 3 liter minyak tanah 42 ribu rupiah, mana nyarinya juga susah.

Kalau tinggal dekat hutan, mungkin baiknya pakai kayu bakar aja kali ya?. Nyari ranting-ranting pohon yang udah kering. Lha kalau tinggal di kota, mo nyari kayu bakar kemana? Beli, Trus tungkunya tarok dimana?. Pusing kan kepala emak-emak gara-gara si gas ini.

Wahai wakil rakyat yang sebentar lagi mau berpesta, itulah sedikit realita yang ada dimasyarakat.

Iklan

10 comments

    • kalo nyari uang kan kewajiban untuk keluarga tercinta Pak,
      kalo naik, gasnya ga menghilang dipasaran masih mending Pak,
      barangnya susah nemunya, ketemu, oplosan pula, gimana ga bikin pusing.

  1. negri indonesia kaya..bahkan sangat kaya dengan hasli bumi,, juga gas dan minyak tentunya..namun semua tiba-tiba menjadi barang langka…gas naik harga tapi menghilang dipasaran,,demikina juga minyak tanah,,,,,entah bagaimana para penguasa mengelola hasil bumi negeri ini…satu-satunya jalan.,,tetap berdoa semoga Indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang jujur, luhur, anti korupsi, dan setia menjaga amanah dari Sang Khaliq di dunia dan di surga….keep happy blogging always…salam dari Makassar 🙂

  2. alhamdulillah baru banget beli sebelum ada kabar mau naek.
    jangan salah uni, bapak2 juga pusing istri ngomel minta uang dapur nambah gara2 gas katanya mau naek.
    kocaknya harga gas di malay lebih murah dari indonesia

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.