Potret Kartini Masa Kini: Mbak Penjual Pecel


Potret Kartini Masa Kini: Mbak Penjual Pecel, saya pilih sebagai semangat emansipipasi yang katanya diperjuangkan oleh R.A. Kartini.

Dari bincang-bincang singkat yang dilakukan, mbak ini berasal dari Blitar. Suaminya asli Solo, mereka berusaha mengais rizki halal dengan cara bermatabat di daerah Bekasi.

Mbaknya sendiri menjual pecel keliling di pagi hari, sementara suaminya menjual mie ayam siang menjelang sore, anak-anak mereka titipkan di mertua di daerah Solo.

Sebuah langkah awal yang sangat berani dalam merintis usaha sendiri secara mandiri. YSalma angkat topi untuk semangat ini, secara saya baru sebatas ingin juga mempunyai usaha sendiri, tetapi realisasi nyatanya sangat jauh.

Tulisan iniΒ  diikutsertakan pada Kontes Blogger Kartinian yang diselenggarakan oleh Blog Ceritayuni disponsori oleh Blogdetik dan Blogcamp Group.

Iklan

12 comments

  1. coba kalo lewat kesini, aku mau donk pecelnya..
    sukses ya ngontesnya..

    botoknya juga lumayan Nchie ^^,,
    makasih, Kartini cilik untuk gaweaan Nchie saya belum dapet photo unyu2 Kartini cilik nih 😦

  2. perempuan2 pekerja keras dan memiliki semangat
    apapun dilakukan yg penting halal

    aq suka pecel mbak….
    mau doooonk…
    hehe…

    ntar mbak e tak suruh mampir ke tempat diandra deh ^^.

  3. Mbaknya bekerja giat mendampingi suami , semoga rejekinya lancar

    selamat ngontes ya, pengen juga ikutan ngeramein acara Mbak Yuni

    Aamiin,,
    saya belum punya photo yang cilik Mbak ^^.

  4. Ditempat saya juga ada Mbak2 yang kerjanya dan tampilannya persis sekali dengan foto itu Mbak…
    Ada 4 orang malah…
    Yang 2 penjaja makanan, yang 2 lagi penjual bahan lauk pauk…

    kalau semua perabot punya mereka sendiri,
    lumayan Pak, mereka mandiri.
    dan bukannya itu memang sesuai dengan emansipasi yang diperjuangkan perempuan

  5. Jualan pecel pakai sepeda dan kotak gendongan begini jauh lebih ringan ketimbang di junjung di kepala. Selain daya jelajah sepeda juga lebih jauh dari jalan kaki. Ikut senang, setidaknya jualan pecel sekarang sdh jauh lbh modern. Semoga omsetnya juga lebih besar πŸ™‚

    kalau jualannya masih di junjung kepala (kenyataannya masih banyak yang di pikul juga)
    kalau menurut saya minimal untuk jaman sekarang, potret Kartini yang syarat emansipasi itu harusnya seperti ini Bu ^^.

  6. ditempatku juga ada penual pecel emak emak muda gini, Mak
    dan, larisnya bukan main….
    pokoknya ditungguin deh sama banyak orang …..
    karena selain memang pecelnya enak, penjualnya juga ramah … πŸ™‚

    mereka membantu perekonomian keluarga dgn ikhlas dan selalu tersenyum….
    salut ya pada mereka Mak πŸ™‚

    semoga sukses di Acara ini ya Mak…… πŸ™‚
    salam

  7. Mbak YSalma, beberapa kali saya ke Jakarta dan menemui penjual keliling seperti Mbak ini kebanyakan mereka bukan orang asli Jakarta ya, dan hebatnya lagi mereka tinggal berdua bersama suaminya lalu menitipkan putra-putrinya di kampung halaman..

    Makasih ya Mbak sudah berpartisipasi kontes Blogger Kartinian di blog saya πŸ™‚

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.