Komitmen


Komitmen yang telah diikrarkan oleh dua orang manusia dalam ikatan yang bernama pernikahan, perlu usaha dari kedua pihak yang terikat untuk membuat jalinan komitmen itu tetap kuat. Terlepas komitmen itu dijembati perjodohan karena campur tangan  orangtua kedua belah pihak, pihak lain ataupun memang atas dasar saling mencintai, semua hanyalah jalan untuk memulai.

Komitmen pernikahan yang sudah menghasilkan anak-anak kehidupan di dalamnya, ataupun yang masih memerlukan kesabaran dalam menunggunya hadir. Kedua orang dewasa yang terlibat di dalamnya harus menurunkan sedikit ego dari masing-masing pihak. Untuk mewujudkan Tujuan dan mimpi mereka. Kritikan kekurangan yang disampaikan, tidak seharusnya membonsai kepribadian pasangan yang dikritik, tetapi menunjukkan kalau itu kekurangan darinya sebagai manusia yang insyaAllah akan ditambal oleh pasangan satunya.

Komitmen yang kehilangan daya ikatnya, kadang untuk mengingatkan kedua belah pihak, supaya “berhenti’ sejenak, untuk menyamakan langkah lagi. Masih dibayangi sesal masalalu diri sendiri atau orang-orang terdekat disekitar anda, berdamailah, sadarlah bahwa anda dan dia hanya manusia yang jauh dari sempurna, yang sudah pasti sumbernya salah dan khilaf. Beruntunglah, anda masih diberi kesadaran atas sebuah kekeliruan, sekaligus juga cermin masa depan untuk memperbaiki kekurangan yang anda lihat.

Berubahlah untuk kebaikan generasi masa depan anda. Tidak ada yang namnya pengorbanan. Anak-anak kehidupan punya hak masa depan yang lebih baik, dan itu tanggung jawab kedua orangtuanya yang sudah berkomitmen. Yakinlah, masadepan masih tetap sebuah misteri, tetapi kita bisa mengusahakann gambarannya pada saat ini. Mulailah dengan semangat, Esok adalah hari baru. Komitmen tak pernah salah!.

### Sista, kuyakin kau bisa melalui saat ini 😀.

Iklan