Sebuah Catatan (untuk diri)


Lagi asyik ngelihat-lihat brosur yang ditarok didepan pagar rumah, mulai dari promo supermarket yang semakin menjamur, kredit mudah motor/mobil ( nyicilnya mah tetap aja pakai duit dan mikir πŸ˜› ). Brosur sekolah penerimaan murid baru, sampai brosur iming-iming pinjaman tanpa angunan,, ho-o-o,, ntar bayarnya seret, dikejar-kejar debt collector dah,,, pesan moralnya : dengan berserakannya godaan disekitar, tetap ukur kemampuan diri sendiri :mrgreen:

Tiba-tiba dari TV,Β  ada pernyataan dari seorang pakar hukum, yang menarik untuk dicatat dan dipahami.

Bangsa ini akan susah untuk bangkit, selagi hukum tidak ditegakkan untuk keadilan tetapi hanya untuk pemuasaan pencitraan. Masih banyak orang-orang yang terzolimi atas nama penegakkan kebenaran.

Kalo buat kita-kita yang bukan perangkat hukum, ini memang terlalu jauh untuk diterapkan. Secara kita tidak punya kewenangan untuk itu.

Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, sangat banyak tindakan yang mengabaikanΒ  kiri-kanan, demi prinsip yang kita anut.

Kita dengan mudah mengatakan, orang ini terlalu menggurui, orang itu terlalu menceramahi, orang ono bisanya teori doang.

Dalam pemikiran kita, hanya kitalah yang berbuat paling benar, kita merasa tidak pernah menyakiti siapapun, mengeluarkan kewajiban kita tepat waktu, sambil membusungkan dada.

Merasa sudah menolong kehidupan seseorang dengan menjembatani kesempatan kerja, tetapi hari-harinya kita isi dengan kata-kata, karena kitalah dia masih bisa tersenyum,,, tanpa kita sadari,, kita telah mendzolimi perasaan orang lain yang juga manusia 😦 .

Ahh,,, ternyata kita tak jauh berbeda dengan pemimpin yang disana itu,, kalo kita diberikan kesempatan yang sama pada “posisi itu”, kita takkan jauh lebih baik dari mereka πŸ˜₯

## Sebuah catatan untuk diri, Aku harus banyak belajar lagi menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan keluarga 😳

Iklan

22 comments

  1. Wah nice post mbak salma….. memang rasanya sulit untuk bangkit bila kondisi negri ini kayagini dengan kita awali dari diri sendiri dengan berbuat hal berarti semoga saja pelik dinegri ini segera teratasi…….:)

  2. bener banget mba, meski negara sedang awut-awutan, tapi kita nggak bisa menyalahkan pemerintah begitu saja, harus ada dukungan, dimulai dari diri sendiri menuju perubahan yang lebih baik.

    salam hangat, bangauputih ^_^

  3. Boleh tukar link?
    Dengan nama : Ysalma

    Semoga sobat mau bertukar link dengan saya πŸ˜‰

    Makasih sebelumnya,
    dengan senang hati ^^.

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.