Bongsor


Bongsornya junior. Kemaren Minggu, kita ( saya, misua, junior, seorang anak teman seumuran junior yang  kebetulan tinggal berdekatan ), datang ke acara ulang tahun anaknya seorang sahabat.

Pulangnya,, ada sodara sahabat yang ikut bareng, dia ada keperluan yang arahnya sama dengan kita.

Diperjalanan, junior dan temannya ga bisa diam. Sibuk ngoceh ga jelas, becanda seru ala mereka.  Yang bikin bingung orang dewasa yang mendengarkan, ga ngerti letak lucunya yang mereka ocehkan. Emak juga asyik ngobrol sama sodara sahabat, yang sebut aja bernama Kak Via.

“Mam, ntar mampir ke Am*z**e, ya, aku mau main animal kaiser” celutuk junior tiba-tiba.

“Wah, kaliankan udah capek seharian, dan besok kan pada masih UTS” jawab emak.

Tiba-tiba Kak Via nyahut, ” emang mereka udah kelas 6, salma “..

“Baru kelas 1, Kak”  jawab emak aka ysalma.

Kak Via nampaknya semakin kaget, “Hah,, kelas 1 SMP??!”. Dia mungkin agak heran, kok anak SMP  ini masih pethakilan ga jelas dari tadi yak :mrgreen:

Emak buru-buru memberi penjelasan, “Bukan SMP kak, tapi mereka berdua, masih kelas 1 SD” 😆

Kak Via nampaknya senyum-senyum, sambil geleng-geleng. “Bongsor ternyata, kirain. Minimum dari tampilan badan mereka yang bongsor, mereka udah kelas 4SD lah.  Tapi dari kelakuan becandanya, bikin saya bingung juga, tapi anak sekarang emang jarang yang kalem kayak kita dulu”  😉 .

Dari kejadian sederhana  itu, saya mendapat sebuah perenungan, tentang hidup.

Betapa kita tidak bisa menilai seseorang dari tampilan phisiknya aja, apalagi tanpa pernah kita berinteraksi sekalipun dengannya,, kita terlalu mudah  membuat kesimpulan,, yang syukur kalo benar,, lha, kalo salah 😕

Iklan