Panggilan-Mu


Minggu-minggu ini sudah banyak yang mengedarkan undangan Walimatus Safar. Ternyata dari tahun ke tahun semakin banyak tetangga yang memenuhi Panggilan-Mu untuk melengkapi rukun Islam ke 5. Setiap menghadiri acaranya selalu bertanya dalam hati, kapan giliranku ya???. Malah suka bilang sama yang berangkat, ntar disana,  namanya dipanggil yaa biar yang belum-belum juga nyusul 😀 . Biasanya yang dipesanin jawabnya iAllah, trus diAmin sama yang nitip.

Barusan, juga menghadiri acara yang sama. Kebetulan ada tetangga yang juga besok mau mengadakan acara juga, tetapi undangannya sebagian besar nyangkut ga tau dimana sama pak satpam yang dimintain tolong ngedarin.

Beliau berdiri ditempat yang punya hajat hari ini dan mengundang yang pamitan secara langsung, saya menjawab, iAllah dateng deh bu,, kalau ga hadir nitip doa buat dipanggil,,, bla,,bla,,, dan mengulang kebiasaan yang sama.

Jawaban ibu satu ini ternyata beda banget sama yang lain-lain,, boleh, tapi udah ada usahanya ga nih??. Walaupun udah dipanggil-panggil tapi yang bersangkutan ga punya usahanya, ya percuma 🙂 .

Serasa ditohok dan ga bisa berkata-kata. Benar juga, kalau cuma pengen doang, apapun itu tanpa usaha ya  ga bakal terpenuhi.

Jadi tersadar kategori mampu itu luas lho, belum ada panggilan? yang benar aja,, muslimkan,, pasti udah mendengarnya semenjak dari belajar rukun Islam, hayo dari kelas berapa itu.

Duduk disebelah tetangga yang udah pulang dari sana dan sudah sempat juga mengajak anak semata wayangnya untuk umroh pada awal Maret kemaren.

Saya nanya antusias anaknya yang kelas 5 SD ikut menjalankan Umroh. wah senang sekali, katanya,,,,  malah sekarang anaknya jadi semakin rajin nabung, udah ga terlalu nuntut liburan harus kemana,, secara pengen jalan-jalan menjelajahi Timur Tengah,, waks.

YSalma??? sekali lagi cuma pengen doang,,  kapan nabungnya yaa???,, garuk-garuk kepala yang ga gatal yang mendadak gatal 😉 .

Teman-teman diblogsphere ini ada juga yang udah berangkat dan akan mau berangkat untuk memenuhi panggilan-Nya kali yaa, saya boleh diajak dong 😀 , mulai lagi deh,,, hehehe..

Ngomong-ngomong saya menghadiri walimatus safar kok asyik ngobrol yaa,, bukannya mendengarkan ceramah Pak Ustadnya?.

Ikut mendengarkan perbekalan itu dong, intinya,, orang yang berangkat memenuhi panggilan haji ke Makkah Al Mukarromah sama dengan orang yang berangkat menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Semuanya bisa terjadi disana, maka semua tobat dan penyerahan diri dan melepaskan keterikatan dengan kebendaan sudah harus dilakukan dari tanah air, disana yang ada hanyalah seorang hamba-Nya.

Betul apa enggaknya, teman-teman yang sudah pulang dari sana pasti lebih tahu, monggo juga di share, tips dan triknya memenuhi panggilan Rukun Islam yang ke5 ini….

Iklan