Idola


Idola, kapankah tersadar,,

dari kekeliruan yang tak berujung,,

dari Pesonamu yang menguasai  neuron-neuron belia para pemujamu mau sepertimu,,

tanpa bisa membedakan,,

realita dan mimpi..

Idola, Ahhh,, kau memang  memabukkan,,

Manusia-manusia yang masih meragukan kemanusiannya sendiri,.

Salah satunya aku…

Dengan untaian kata-kata yang membuat euforia semu.,,

Histeria pemujaan selalu mengitarimu,,

Bagai Sang Dewa pembawa air kehidupan,

penghilang dahaga, pencaharian yang tak berguru,,,

Pernahkah terlintas barang sesaaat,,

dikepalamu yang selalu penuh,,

dengan seribu syair cinta dan perdamaian,,

Katamu adalah Titah,,

Sikapmu adalah Tauladan,,

bagi jiwa-jiwa yang masih kosong..

Tampilkanlah yang terbaik dari Dogma dan Budaya,,  dimana kau menjadi Bintangnya.

Karena kau “idola” yang bisa,,

Memiliki jiwa- jiwa pemujamu..

Iklan

23 comments

  1. Rangkaian kata yang indah, menambah semanngat akan keberadaan diri yang bisa menjadi idola bagi siapapun,
    SALAM hangat kembali dari Kendari… 8)

Terima Kasih Untuk Jejak Komentarmu, Temans.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.