Idola


Idola, kapankah tersadar,,

dari kekeliruan yang tak berujung,,

dari Pesonamu yang menguasai  neuron-neuron belia para pemujamu mau sepertimu,,

tanpa bisa membedakan,,

realita dan mimpi..

Idola, Ahhh,, kau memang  memabukkan,,

Manusia-manusia yang masih meragukan kemanusiannya sendiri,.

Salah satunya aku…

Dengan untaian kata-kata yang membuat euforia semu.,,

Histeria pemujaan selalu mengitarimu,,

Bagai Sang Dewa pembawa air kehidupan,

penghilang dahaga, pencaharian yang tak berguru,,,

Pernahkah terlintas barang sesaaat,,

dikepalamu yang selalu penuh,,

dengan seribu syair cinta dan perdamaian,,

Katamu adalah Titah,,

Sikapmu adalah Tauladan,,

bagi jiwa-jiwa yang masih kosong..

Tampilkanlah yang terbaik dari Dogma dan Budaya,,  dimana kau menjadi Bintangnya.

Karena kau “idola” yang bisa,,

Memiliki jiwa- jiwa pemujamu..

Iklan