Munafiknya Aku


Munafiknya Aku

Memeluk-Mu tanpa merengkuh-Mu dengan sepenuh hati,,

karena bilik hatiku masih menyimpan dia-dia yang semakin hari

semakin tajam menancapkan cakar-cakarnya..

Munafiknya Aku..

Menghadap-Mu hanya untuk menuntaskan kewajiban,,

biar diperhitungkan dimata manusia-manusia lain,,

karena sedikit takut dengan dunia sesudah ini yang selalu didengar.

Munafiknya Aku..

Baru khusuk mengadu pada-Mu, disaat kenyataan tak seperti harapan,

Tertunduk berlinangan airmata begitu merasa kalah menaklukkan dunia,

Padahal Kau selalu ADA kapanpun dan seperti apapun caranya aku menemui-Mu.

Iklan